Profile Bapak Amin (Amin Ben Gas)

Bapak Amin atau yang lebih dikenal dengan panggilan Amin Ben-Gas adalah warga Pontianak,
Kalimantan Barat. Pria kelahiran 24 Februari 1970 ini menjalani masa kecilnya di daerah Kecamatan
Teluk Pakedai, Kubu Raya. Perjalanan masa kecil bersama ayahanda Surmarno dan Ibunda Sitti Sa’adah
inilah yang kemudian menginisiasi Bapak Amin untuk menciptakan alat converter kit bensin dan gas.

Dimulai sejak pertengahan tahun 2010, suami dari Noryanti ini terus mengembangkan converter kit-nya
ini hingga sekarang sudah ke generasi keenam. Selain itu, converter kit Ben-Gas ini telah dipatenkan
sejak 15 Maret 2012 dengan nama Amin Ben-Gas. Merek dagang ini terdaftar di Kementerian Hukum
dan HAM dengan nomor S00210300051.

Meskipun berlatar belakang sarjana pertanian di jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Panca
Bhakti Pontianak, ayah tiga puteri ini terus menyempurnakan converter kit-nya. Perubahan mendasar,
antara lain pada bentuk dan instalasi serta sistem pembakarannya. Sekarang alat ini lebih sederhana dan
rapi dengan pembakaran bersistem semi injeksi. Pengoperasiannya pun jauh lebih mudah.

Converter kit ini mengantongi rekomendasi dari Laboratorium Sistem Produksi, Fakultas Teknologi
Industri Institut Teknologi Bandung. Bahkan Profesor Alexandra Mc Manus dari Curtin University
Australia pun mengapresiasi hasil karyanya dengan mengundang Bapak Amin ke universitas tersebut
akhir tahun yang lalu.

Puteri Chintami Oktavianti, Chaerunnisa Ghinaya Nabila dan Aysah Ghaniyah Qanita Aqela tentunya
bangga, hasil karya ayahandanya tercinta telah mendapatkan apresiasi dan diterima oleh masyarakat
nelayan dan petani khususnya, bukan saja di Kubu Raya dan Kalimantan Barat tetapi sudah mulai
merambah kebeberapa daerah di Indonesia, termasuk dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan
Tanjung Jabung Barat Propinsi Jambi yang sengaja datang secara langsung untuk melihat hasil karya
anak bangsa ini.

Amin, l’inventore che salva villaggi di pescatori nel remoto Borneo