padang01

Teknisi sedang mempersiapkan mesin dan konverter kit ABG untuk pemasangan esok harinya, di gudang perakitan Pasie Nan Tigo, Koto Tengah Kota Padang. (Dok. ABG)

Masyarakat Nelayan yang ada di Padang, Sumatera Barat mengapresiasi produk konverter kit Amin Ben-gas karena mereka telah membuktikan efisiensi penggunaan alat tersebut yang terbukti dapat menghemat pengeluaran bahan bakar.

“Kami sudah membuktikan penggunaan konverter kit ini yang memang benar-benar menghemat biaya bahan bakar perahu kami. Sejak saya gunakan satu pekan lalu, hingga saat ini belum menemukan kendala, malah kami dapat memangkas biaya bahan bakar hingga 70 persen,” kata Syafril, warga Pasir Jambak, Koto Tengah, Padang, saat dikonfirmasi via telepon, Kamis.

Dia mengatakan, penggunaan alat konverter kit tersebut memberikan harapan baru bagi mereka, karena mereka bisa menghemat pengeluaran untuk pembelian bahan bakar penggerak perahu bermotor mereka.

“Perbandingan satu tabung gas elpiji ini sama dengan delapan sampai sembilan liter bensin. Jadi, kami bisa berhemat dan uangnya bisa untuk keperluan lain,” katanya.

Sementara itu, Amin, penemu konverter kit Ben Gas tersebut mengucapkan rasa syukurnya, karena apa yang dikerjakannya selama ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat nelayan yang ada di daerah lain.

“Saya juga asalnya adalah seorang nelayan, makanya saya tahu betul dengan apa yang dikeluhkan nelayan selama ini, dimana biaya bahan bakar untuk melaut dirasakan sangat berat jika menggunakan bahan bakar minyak, apa lagi jika hasil melaut sedikit, tentu ini menjadi beban besar bagi nelayan,” katanya.

Terkait hal tersebut, sejak 2010 lalu, dirinya melakukan inovasi untuk membuat alat konverter kit yang bisa menjadikan mesin penggerak bermotor biasa menjadi menggunakan bahan bakar dual fuel (bensin dan gas) yang dapat digunakan secara bergantian.

Temuannya tersebut mengantarkan dirinya menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil menciptakan alat konverter kit, karena selama ini alat tersebut berasal dari luar negara ini. Bedanya, konverter kit miliknya ini bisa digunakan untuk semua mesin berbahan bakar minyak, tanpa mengubah mesin itu sendiri, sehingga bisa menggunakan dua bahan bakar secara bergantian.

“Sejak mendapatkan sertifikasi SNI dari BSN yang dikeluarkan oleh PPMB dengan balai uji LIPI yang sudah disertifikasi oleh KAN, sehingga alat ini bisa digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia dan Internasional. Saya juga sangat bersyukur karena pihak pemerintah pusat melalui Menko Maritim dan pihak terkait lainnya mau bekerja sama untuk menyebarluaskan alat ini sehingga akan semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Untuk tahun ini, kata Amin, ada sejumlah daerah yang mendapat penyaluran bantuan mesin penggerak perahu yang dilengkapi dengan konverter kit ABG tersebut antara lain, Pasaman Barat dengan bantuan 898 unit, Padang 525 unit, Suka Bumi 639 unit dan Cilacap 2,005 unit.

“Saya berharap agar ke depan, pengadaan Konverter Kit ini bisa semakin disebarluaskan oleh pemerintah, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu,” kata Amin.

 

sumber : Antaranews Kalbar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>