Konverter Kit

Latar Belakang

Menipisnya Cadangan minyak bumi telah menyebabkan produksi minyak dan gas bumi Indonesia terus mengalami penurunan. Penurunan produksi ini telah menjadikan Indonesia net importir Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ironisnya, laju pertumbuhan mesin-mesin bermotor sebagai penguna terbesar Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat akseleratif setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, Pemerintah berusaha melakukan penghematan dalam bentuk belanja habis pakai untuk dialihkan pada pembangunan infrastruktur. Subsidi merupakan salah satu bentuk belanja habis pakai yang menjadi target penghematan.

Besaran nilai subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) ditentukan oleh harga minyak global dan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Oleh karena itu, maka laju pertumbuhan konsumsi BBM perlu ditekan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban subsidi BBM yang ditanggung oleh pemerintah, mengurangi dampak emisi terhadap lingkungan hidup yang disebabkan oleh gas karbon monoksida yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor terutama kendaraan yang memiliki putaran mesin rendah (bermesin diesel) serta dapat menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya untuk melakukan penghematan penggunaan BBM. untuk itu pemerintah telah mengambil kebijakan diversifikasi sumber energi di semua sektor kegiatan sebagaimana tercantum dalam Perpres No. 5 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional.

Salah satu jenis sumber energi alternatif untuk industri dan sektor transportasi yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk bermotor adalah LPG, CNG dan LGV. CNG dan LGV mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif pengganti BBM mengingat secara teknis tidak ada masalah, baik secara teknologi konversi, cadangan gas yang ada, dampak terhadap lingkungan dan biaya infrastruktur yang tidak terlalu besar. LPG sebagai salah satu bahan bakar yang sudah akrab di masyarakat sebagai bahan bakar rumah tangga, memiliki potensi untuk diperluas pemanfaatannya sebagai bahan bakar mesin motor berdaya rendah.

Program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Gas ini perlu didukung oleh semua pihak yang terlibat. Sebagai salah satu bentuk respon untuk mendukung program konversi ini, maka dalam kesempatan ini ditampilkan mesin-mesin bermotor yang dapat dikonversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Gas.

Maksud dan Tujuan

Maksud dari konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Gas adalah untuk merespon dan memberikan kontribusi atas program pemerintah untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Gas. Selain itu juga, turut membangun ekonomi kerakyatan dengan teknologi yang ramah lingkungan berbasis dari kearifan lokal.

Tujuan dari konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Gas adalah :

  • Memberi kontribusi nyata dalam usaha pemerintah mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).
  • Turut serta menyelamatkan lingkungan dengan menekan emisi gas karbon monoksida yang dapat menyebabkan efek rumah kaca dan berakibat pada pemanasan global serta mengurangi kerusakan terumbu karang akibat tumpahan minyak dari perahu nelayan.
  • Mengubah kebiasaan masyarakat yang turun temurun dalam penggunaan bahan baku kayu untuk perahu dengan menggantinya dengan fiber.
  • Membantu me-manage ekonomi masyarakat nelayan dan petani menuju ekonomi masyarakat yang mandiri dan ramah lingkungan.
  • Memberikan solusi dalam mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menyediakan alternatif penggunaan Bahan Bakar Gas yang sudah familiar di masyarakat.

Manfaat yang Telah Dirasakan

Mesin-mesin bermotor yang saat ini telah dapat dikonversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Gas, terutama dengan memanfaatkan gas LPG diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Sampan bermotor untuk penangkap ikan di wilayah pesisir dan sungai
  • Sampan bermotor untuk transportasi sungai dan sepeda motor untuk transportasi darat
  • Pembangkit listrik mikro untuk penerangan
  • Pompa air untuk pertanian, peternakan dan perkebunan
  • Mesin-mesin Pengolah dan produksi

Alasan Menggunakan Bahan Bakar Gas Sebagai Pengganti Bahan Bakar Minyak

  • Bahan bakar gas untuk energi lebih menjanjikan dan lebih logis untuk ketersediaannya kedepan yang berkelanjutan

a. gas bumi ketersediaannya masih berlimpah
b. gas sintetik (biogas) dari limbah (sampah, sisa makanan, kotoran ternak, dll)

  • Walaupun tanpa disubsidi, masih lebih murah daripada BBM
  • Emisi gas buangnya lebih ramah lingkungan
  • Perawatan mesin lebih mudah, awet dan bersih sehingga memberikan nilai tambah dibandingkan dengan BBM
  • Khusus untuk gas elpiji, mudah didapat dan masyarakat sudah familiar
  • Untuk kinerja mesin tidak ada perbedaan yang signifikan dengan menggunakan BBM

Analisis Ekonomi

analis ekonomi

Kinerja Bensin VS Gas

bensin vs gas

Deskripsi Konverter Kit Amin Ben Gas

ABG Converter Kit adalah alat untuk mengubah sistem bahan bakar mesin yang sebelumnya hanya menggunakan bensin sehingga bisa dikonversikan menjadi bisa berbahan bakar LPG. ABG Converter Kit yang sudah diseting agar mampu menyuplai mesin menggunakan bahan bakar LPG dengan kinerja yang sama seperti mesin berbahan bakar bensin

Spesifikasi mesin yang menggunakan ABG Konverter kit :

  • Bahan Bakar : BBM dan LPG (dual fuel)
  • Dimensi : 313 x 363 x 342 mm
  • Berat : 16 kg
  • Kecepatan maksimum : 6,5 – 75 HP
  • Silinder : tunggal, 196 cc
  • Torsi puncak bersih : maksimum 2.500 – 3.600 rpm
  • Sistem pengapian : magnet dengan transistor
  • Sistem pembakaran : semiinjeksi
  • Sistem pendinginan : tiupan udara
alur

Mekanisme Kerja ABG Converter Kit Komponen pendukung : Tabung LPG 3 kg, tee joint, ball valve (kran), regulator high pressure, selang.

konverter

Prinsip kerja ABG Konverter Kit adalah sebagai berikut :

  1. Gas LPG dari 2 tabung ukuran 3 kg dialirkan ke regulator tekanan tinggi yang telah diseting dengan keluaran maksimal. Kemudian gas dialirkan melalui selang LPG menuju ball valve (kran) yang berfungsi untuk mengalirkan atau memutus aliran gas dari tabung ke ABG Converter Kit.
  2. Gas dari ball valve (kran) masuk ke Converter Kit Body kemudian bercabang dimana satu cabang mengalir menuju katup jarum yang berfungsi sebagai Idle Setting valve, suplai gas ini digunakan untuk menghidupkan mesin pertama kali (start).
  3. Cabang aliran gas yang lain menuju ke katup jarum yang berfungsi sebagai Acceleration Setting Valve, suplai gas ini digunakan untuk pembakaran utama pada saat mesin bekerja.
  4. ABG Converter Kit juga dilengkapi dengan Acceleration Valve yang berfungsi untuk mengatur jumlah pasokan gas LPG sehingga seimbang dengan bukaan udara mesin.
  5. Gas yang telah melalui sistem setting dan keseimbangan antara kebutuhan mesin dan pasokan LPG oleh ABG Converter Kit kemudian disalurkan melalui selang menuju karburator melalui Injector yang selanjutnya akan mengalir menuju ruang bakar mesin.
  6. Konstruksi dan prinsip kerja ABG Converter Kit sudah mengalami penyederhanaan dan pengembangan berkelanjutan sehingga saat ini dapat dikatakan bahwa ABG Converter Kit sudah dapat bekerja dengan cukup sempurna.
sampan

Spesifikasi perahu yang digunakan :

Tipe/model : tradisional
Bahan                          : fiberglass dilapisi cat anti air
Ukuran rata-rata      : 6,10 x 0,8 x 0,27 meter
Kapasitas angkut     : 400 – 800 kilogram

Keuntungan perahu berbahan bakar LPG (berconverter kit) :

1. Hemat energi dan rendah emisi
2. Mesin awet dan lebih bertenaga
3. Perawatan mudah dan praktis
4. Bahan bakar murah dan mudah didapat
5. Tangguh dan daya jelajah tinggi

Selain untuk perahu nelayan, aplikasi Converter kit ini dapat digunakan untuk :

1. Pembangkit listrik mikro untuk penerangan
2. Pompa air untuk pertanian, peternakan dan perkebunan
3. Mesin-mesin Pengolah dan produksi :
a. Mesin Aerator tambak
b. Mesin pengolah ikan
c. Mesin Produksi Pakan Ikan
d. Mesin Perontok Padi
e. Mesin Penggiling Daging

Mesin Pakan Ikan

face

Mesin Perontok Padi

perontok padi

Mesin Pencacah Abon Ikan

Mesin Pencacah Abon Ikan