AMIN BEN GAS DALAM KEGIATAN BEKRAF HABIBIE FESTIVAL 2018 (20-23 September 2018)

Keikut sertaan Konverter Kit Amin Ben Gas dalam kegiatan BEKRAF HABIBIE FESTIVAL 2018 yang berlangsung di Jakarta International Expo, Tanggal 20-23 September 2018.

Selain menampilkan produk Konverter kit Amin Ben Gas, Amin sebagai inovator dari konverter kit ABG juga tampil sebagai pembicara dalam kegiatan terebut.

Keikut sertaan Konverter Kit Amin Ben Gas di Habibie Festival yang sudah di gelar ketiga kalinya ini mendapatkan dukungan  dari Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Yayasan INOTEK) .

Kegiatan Amin Ben Gas di Mempawah Mangrove Park Dalam rangka Taping Video Untuk Penayangan Kick Andy Show Metro TV (29 Maret 2018)

Kegiatan Amin Ben Gas di Mempawah Mangrove Park dalam rangka taping video untuk penayangan Kick Andy Show pada tanggal 29 Maret 2018.

Bersama dengan rekan-rekan dari Mempawah Mangrove Conservation, Amin menjelaskan penggunaan konverter kit-nya untuk sarana tansportasi perahu wisata di Mempawah Mangrove Park.

Mempawah Mangrove Park (MMP) merupakan salah satu tujuan ekowisata binaan Bank Indonesia yang terletak di Desa Pasir, Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat dimana salah satu kegiatannya melayani wisatawan untuk mengunjungi pulau-pulau yang ada di sekitar kawasan MMP diantaranya Pulau Penibung dengan menggunakan perahu wisata yang sudah menggunakan konverter kit Amin Ben Gas.

Acara Kick Andy Show secara utuh dapat dilihat di Channel Youtube Amin Ben Gas.

Foto-foto diambil oleh : Senja teteh 

 

Pembagian dan Pemasangan Konverter Kit Amin Ben Gas di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat  (11 – 12 Desember 2017)

Pemasangan Konverter Kit Amin Ben Gas dalam rangka Konversi BBM Ke BBG untuk kapal nelayan Tahun 2017 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat tanggal 11 dan 12 Desember 2017.

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Pelaksana Tugas (plt) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Ego Syahrial dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron.

Untuk Kabupaten Cirebon terpasang sebanyak 100 unit, dengan perincian sebagai berikut :

1. Titik serah Desa Ambulu, Kecamatan Losari sebanyak 67 unit

2. Titik Serah Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu sebanyak 10 unit

3. Titik serah BDesa Bungko Kecamatan Kapetakan sebanyak 23 unit

 

Untuk berita kegiatannya dapat dilihat DISINI

Pembagian dan Pemasangan Konverter Kit Amin Ben Gas di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah  (18 Oktober – 16 November 2017)

Pemasangan Konverter Kit Amin Ben Gas dalam rangka Konversi BBM Ke BBG untuk kapal nelayan Tahun 2017 di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah tanggal 18 Oktober sampai dengan 16 November 2017.

Untuk Kabupaten Cilacap terpasang sebanyak 2005 unit, dengan perincian sebagai berikut :

1. Titik serah Tritih, Kecamatan Cilacap Utara sebanyak 279 unit

2. Titik Serah Bulupayung, Kecamatan Patimuan sebanyak 967 unit

3. Titik serah Battere, Kecamatan Cilacap Selatan sebanyak 759 unit

Pembagian dan Pemasangan Konverter Kit Amin Ben Gas di Kota Padang, Sumatera Barat (20 September – 4 Oktober 2017)

Pemasangan Konverter Kit Amin Ben Gas dalam rangka Konversi BBM Ke BBG untuk kapal nelayan Tahun 2017 di Kota Padang, Sumatera Barat.

Untuk Kota Padang terpasang sebanyak 525 unit, dengan perincian sebagai berikut :

1. Teluk Kabung, Kecamatan Bungus sebanyak 70 unit

2. Batang Arau Muara Padang sebanyak 95 unit

3. Muara Ulak Karang, Padang Utara sebanyak 122 unit

4. Muara Baru Pasie Nan Tigo, Koto Tengah sebanyak 238 unit

Pembagian dan Pemasangan Konverter Kit Amin Ben Gas di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (6-28 September 2017)

“Pemasangan Konverter Kit Amin Ben Gas Di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat”

Pemasangan Konverter Kit Amin Ben Gas dalam rangka Program Konversi BBM Ke BBG untuk kapal nelayan  Tahun 2017 di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Untuk Pasaman Barat, Program Konversi ini mendapatkan alokasi sebanyak 898 unit mesin dan konverter kit Amin Ben Gas (ABG) beserta kelengkapannya. Dengan pembagian sebagai Berikut :

01. Kecamatan Sasak sebanyak 401 unit

02. Kecamatan Sungai Beremas (Air Bangis) sebanyak 342 unit

03. Kecamatan Kinali sebanyak 155 unit.

Indonesia Quality Expo 2016
8-11 November 2016

Pameran ini diselenggarakan oleh badan standardisasi Nasional (BSN) dan didukung oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Pameran IQE yang ke-4 kalinya ini bertempat di PLAZA INDUSTRI Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Jakarta.

IQE 2016 dimeriahkan dengan berbagai acara seperti demo produk, lomba-lomba yang bersifat edukasi dan promosi SNI, hiburan musik, dan talkshow.

Talkshow Succes Story UMKM penerap SNI menghadirkan Amin, inovator konverter kit Amin Ben Gas, Ashari (owner Hari Mukti Teknik) dan Nanang Edy (owner batik Satro).

Sudut Istana TVRI “Poros Maritim Dunia”, 19 Oktober 2016

Sudut Istana TVRI “Poros Maritim Dunia, Episode ke-27 Tanggal 19 Oktober 2016, menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Amin Ben Gas turut hadir dalam Talk Show tersebut dengan memaparkan manfaat konverter kit Amin Ben Gas yang Sudah banyak dinikmati oleh nelayan di Indonesia. Amin Ben Gas juga berterima kasih kepada Kemenko Kemaritiman melalui Deputi 2 Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa yang sudah banyak membantu dalam mensosialisasikan konverter kit Amin Ben Gas-nya ke seluruh wilayah Indonesia.

Melalui Deputi 2 kemenko Kemaritiman, Amin Ben Gas berharap konverter kit hasil inovasinya ini dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk membantu nelayan di Indonesia guna menghemat biaya operasional melaut para nelayan.

Forum Inovasi & Teknologi 2016 Yayasan Inotek ke-5, Bogor 19-21 Oktober 2016

Forum Inovasi & Teknologi (FIT) 2016 merupakan acara Konferensi dan Pameran Tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan Inotek dan didukung penuh oleh The Lemelson Foundation yang berbasis di Portland, Oregon, Amerika Serikat. Tahun ini menandai penyelenggaraan FIT yang ke 5 kalinya.

FIT dan KNIT 2016 akan diselenggarakan pada tanggal 19-21 Oktober 2016 di IPB Convention center, Bogor dengan mengusung tema utama: “Scalable Impact”.

Forum Inovator Yayasan Inotek ke-10, Malang 27 Juli 2016

Inovator Forum Yayasan Inotek ke-10 diselenggarakan di Malang, Jawa Timur pada 27 Juli 2016 dengan tema “Percepatan Daerah Industri dan Kewirausahaan Melalui Teknologi Tepat Guna”.

Kegiatan ini menampilkan sesi pleno dan sesi paralel membahas dan berbagi praktek terbaik dan pengalaman yang menyoroti isu-isu kunci dalam mengembangkan solusi teknologi berbasis penemuan yang memberikan dampak tinggi dan komersial di sektor pertanian, perikanan, dan kerajinan.

Sosialisasi dan Hibah Konverter Kit Amin Ben Gas Dari Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya kepada nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Paotere, Makassar 20-21 Juli 2016

Menipisnya cadangan minyak bumi telah menyebabkan produksi minyak dan gas bumi Indonesia terus mengalami penurunan. Penurunan produksi ini telah menjadikan Indonesia sebagai importir BBM. Ironisnya, laju pertumbuhan mesin-mesin bermotor sebagai pengguna terbesar BBM sangat akseleratif setiap tahunnya, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi.

Dengan perpres yang telah dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai upaya percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, Pemerintah bermaksud melakukan penghematan dalam bentuk belanja habis pakai, untuk dialihkan pada pembangunan infrastruktur.

“Kami telah bertemu dengan sosok nelayan yang pintar, dia menciptakan mesin konverter (converter kit), mesin ini berfungsi sebagai alat konversi dari BBM ke Gas,” ujar Agung Kuswandono, Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya.

Sumber energi alternatif untuk industri dan sektor transportasi yang dapat digunakan sebagai bahan bakar adalah LPG, CNG, dan LGV. LGV mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif. Sedangkan LPG sebagai salah satu bahan bakar yang akrab di masyarakat sebagai bahan bakar rumah tangga, memiliki potensi untuk diperluas pemanfaatannya sebagai bahan bakar mesin motor berdaya rendah.

“Alat ini dapat menurunkan cost of production para nelayan, mengkonversi BBM nelayan ke gas,” tambahnya.

Konverter ini ditemukan oleh nelayan bernama Amin Ben Gas, di Kalimantan Barat yang dapat digunakan oleh kapal bertenaga 5GT dan telah melewati serangkaian uji coba samapi dengan generasi ke-9 sejak penemuannya tahun 2010 yang akhirnya dipatenkan dengan diberi nama ABG (Amin Ben Gas) dan sekarang sudah ber-SNI.

Pada tinjauan lapangan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Paotere, Makassar peserta yang berasal dari Instansi pusat, SKPD di wilayah Sulawesi Selatan, Barat, Tengah, Tenggara, dan Gorontalo serta dari PT. PLN dan PT. Pertamina diajak untuk melihat demo konverter kit ciptaan Amin.

Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Mineral, Energi dan Non Konvensional, menyatakan uji coba alat konverter kit terkait program pemerintah dalam konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) nelayan ke Gas dianggap sukses dan bekerja dengan baik.

“Setelah dilakukan uji coba kepada empat kapal nelayan dianggap sukses dan bekerja dengan baik,” kata Amalyos.

Menurut dia, saat ini program tersebut masih dibawah kendali Kemenko Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya dalam hal pengadaan alat tersebut, kendati pendanaan terbatas, sehingga pihaknya melakukan pengenalan terhadap masyarakat nelayan terkait konversi BBM ke Gas melalui alat buatan anak bangsa itu.

“Saat ini pemerintah pusat berinisiatif. Kami sudah jalan beberapa lokasi, Sulsel daerah ketiga dan masih banyak daerah lain yang akan dikunjungi mensosialisasikan program konversi ini,” tambahnya.

Meski tidak langsung diterima nelayan, lanjutnya, kedepan kita lihat perkembangan dan meminta masukan terhadap kearifal lokal terkait dengan perbaikan-perbaikan alat ini. Timnya akan mendatangi dan mendata kelompok-kelompok nelayan bahkan bisa saling menghubungi agar program bisa jalan sepenuhnya.

Kendati demikian, proses tidak sampai disini dan harus berkali-kali dilakukan sosialisasi dengan membawa pembuat alat konverter kit itu yakni Amin untuk menjelaskan langsung kepada masyarakat nelayan.

Amin menjelaskan alat konverter kit tahan terhadap air laut tersebut tidak akan pernah dijual kepada umum maupun nelayan, tetapi selama ini dibagikan kepada nelayan gratis atas bantuan pendanaan pemerintah yang sangat terbatas dan keuntungan lain yang disisihkan. Sebab alat ini lahir dari nelayan, oleh nelayan dan untuk nelayan kecil.

“Saat ini yang menggunakan konverter kit sudah ribuan. Untuk produksinya sendiri di pabrik perhari bisa mencapai dua ribuan alat. Kami tidak mementingkan profit dulu tapi bagaimana nelayan itu bisa berhemat dan mendapatkan keuntungan tidak rugi terhadap penggunan bahan bakar,” paparnya.

Pihaknya mendorong pemerintah agar menganggarkan pembelian alat konverter kit untuk nantinya bagikan kepada nelayan secara hibah atau digratiskan mengingat pengeluaran nelayan untuk Rp100 ribu pun sangat susah.

“Kami berharap pemerintah mengangarkan alat ini diperuntukkan bagi nelayan secara gratis kalau itu dianggap bermanfaat bagi mereka,” harap Amin.

Seorang nelayan setempat bernama Daeng Awing (38) mengatakan telah mencoba alat tersebut sejak kemarin sebelum ujicoba secara resmi. Dirinya mengakui menggunakan gas dengan tabung tiga kilogram bisa berhemat melebuhi bahan bakan fosil yang biasa digunakannya melaut.

“Kalau mau dihitung pak, pemakaian perahu selama satu setengah jam berjalan dilaut bisa mengabiskan solar atau bensin sampai tujuh sampai delapan liter. Sementara saya coba kemarin beraktivitas dilaut selama hampir dua jam mengunanakan konverter kut tidak sampai seperempat isi tabung habis, ini sangat hemat,” tutur dia.

Bahkan dirinya mengakui biasanya melaut membeli BBM hingga Rp80 ribu hanya digunakan sehari, sementara tabung tiga kilo gram seharga Rp15 ribuan bisa berhemat sampai dua atau tiga hari.

“Saya rasa pakai alat konverter kit menggunakan tabung yang tersambung pada mesin sangat bagus dan hemat energi, cocok sekali dipakai untuk nelayan kapal kecil. Bisa juga beli BBM sedikit sebagai cadangan apabila sewaktu-waktu gas habis di tabung. Kami rasa ini cara yang baru untuk penghematan biaya operasional,” tambahnya.

Rapat Koordinasi Percepatan Implementasi Peraturan Presiden RI Nomor 126 tahun 2015 tentang penyediaan, pendistribusian, dan penetapan harga LPG untuk kapal nelayan bagi nelayan kecil Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya,  Hotel Aryaduta Makassar, 21 Juli 2016.

Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Implementasi Peraturan Presiden RI Nomor 126 tahun 2015 tentang penyediaan, pendistribusian, dan penetapan harga LPG untuk kapal nelayan bagi nelayan kecil, di Hotel Aryaduta Makassar, 21 Juli 2016.

Rakor ini digelar sebagai manifestasi dari program Presiden Joko Widodo untuk membangkitkan kembali kejayaan maritim Indonesia. Demikian disampaikan Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Agung Kuswandono.

Menurut Agung, selama ini bangsa Indonesia telah mengabaikan potensi Indonesia sebagai negara maritim dengan 2/3 wilayah teritorialnya berupa lautan. Untuk itu, Agung mengatakan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini sudah saatnya Indonesia kembali membangkitkan semangat Kelautan dan Perikanan untuk mewujudkan Visi Misi Presiden menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Adapun langkah yang akan dilakukan oleh Kemenko Bidang Maritim dan Sumber Daya dalam rangka memaksimalkan potensi ekonomi kelautan adalah mengkoordinasikan, menyinergikan, dan memonitor serta pengendalian terkait kebijakan yang implementatif, yang bisa dijalankan tentang pembangunan budaya maritim terhadap seluruh masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Selain itu dilakukan pemanfaatan sumber daya laut untuk kesejahteraan rakyat; penataan ruang dan kelestarian lingkungan laut; pembangunan tol laut untuk konektivitas antarpulau; peningkatan pendidikan dan IPTEK; diplomasi maritim; dan penguatan keamanan maritim.

Menurut Agung, kebijakan pembangunan kelautan tersebut harus dapat menjadi acuan dan pedoman dalam pengelolaan potensi kelautan Indonesia dan memberikan dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan perpres yang telah dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai upaya percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, Pemerintah bermaksud melakukan penghematan dalam bentuk belanja habis pakai, untuk dialihkan pada pembangunan infrastruktur.

Menipisnya cadangan minyak bumi telah menyebabkan produksi minyak dan gas  bumi Indonesia terus mengalami penurunan. Penurunan produksi ini telah menjadikan Indonesia sebagai importir BBM. Ironisnya, laju pertumbuhan mesin-mesin bermotor sebagai pengguna terbesar BBM sangat akseleratif setiap tahunnya, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi.

“Kami telah bertemu dengan sosok nelayan yang pintar, dia menciptakan mesin konverter (converter kit), mesin ini berfungsi sebagai alat konversi dari BBM ke Gas,” ujar Agung.

Sumber energi alternatif untuk industri dan sektor transportasi yang dapat digunakan sebagai bahan bakar adalah LPG, CNG, dan LGV. LGV mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif. Sedangkan LPG sebagai salah satu bahan bakar yang akrab di masyarakat sebagai bahan bakar rumah tangga, memiliki potensi untuk diperluas pemanfaatannya sebagai bahan bakar mesin motor berdaya rendah.

“Alat ini dapat menurunkan cost of production para nelayan, mengkonversi BBM nelayan ke gas,” tambahnya.

Konverter ini ditemukan oleh nelayan bernama Amin Ben Gas, di Kalimantan Barat yang dapat digunakan oleh kapal bertenaga 5GT dan telah melewati serangkaian uji coba samapi dengan generasi ke-9 sejak penemuannya tahun 2010 yang akhirnya dipatenkan dengan diberi nama ABG (Amin Ben Gas).

Rakor dihadiri oleh peserta yang berasal dari Instansi pusat dan daerah termasuk BUMN yang terkait. Khusus untuk pemerintah daerah peserta yang hadir berasal dari SKPD di wilayah Sulawesi Selatan, Barat, Tengah, Tenggara, dan Gorontalo. Sedangkan, untuk BUMN dihadiri oleh PT. PLN dan PT. Pertamina.

Kunjungan Deputi II Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Kemaritiman, BSN dan Sekretariat Kabinet ke Workshop Amin Ben Gas di Kalimantan Barat  (11-13 Mei 2016)

Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya akan mengawal pemanfaatan konverter kit BBM ke gas oleh nelayan.

Hal ini menjadi salah satu fokus kementerian yang dipimpin oleh Rizal Ramli, karena konverter kit BBM ke gas sangat bermanfaat bagi nelayan.

“Hari ini kita melihat langsung bagaimana penerapan alat ini pada sampan bermotor, yang juga ternyata bisa digunakan untuk mesin genset dan penggilingan. Bahkan dari pengakuan nelayan yang menggunakan alat ini, mereka bisa menghemat bahan bakar sampai 80 persen, sehingga ini akan kita dorong agar bisa digunakan pada skala nasional,” kata Agung saat melakukan peninjauan penggunaan konverter kit Amin Ben Gas di kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (12/5).

Agung yang ikut menggunakan sampan bermotor dengan menggunakan konverter kit tersebut mengaku bangga karena ada anak negeri yang bisa menciptakan alat praktis dan efisien tersebut. Selain merupakan produksi yang dibuat oleh anak bangsa, Agung mengemukakan bahwa pabriknya pun dikelola anak bangsa. Begitu pula dengan tenaga kerja juga dari kalangan lokal.

“Harus pemerintah pusat yang menangani, karena level nasional. “Kenapa kita harus impor kalau anak bangsa bisa bikin. Pemerintah daerah juga mendukung. Inovasi ini harus dikembangkan nasional. Produknya sudah dipatenkan, sudah SNI. Harusnya kita punya kebanggaan ini produk lokal masyarakat,” terangnya.

Agung akan terus mendorong dan akan melakukan pertemuan dengan kementerian terkait agar konverter kit ini bisa digunakan secara nasional.

“Kalau ini jadi secara nasional, industri nasionalnya bangkit. Setelah ini kita kumpulkan Kementerian ESDM, KKP, BSN serta Kemendagri, supaya jika ada aturan yang mengganjal kita muluskan”, tegasnya.

Agung meyakini jika diproduksi secara nasional, maka industri nasionalnya bangkit. Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menolak konverter kit karena ini sangat menunjang program alih BBM menuju gas yang ramah lingkungan dan lebih ekonomis. Bahkan, Konverter kit Amin Ben Gas ini juga sudah dipesan oleh beberapa negara Asean.

“Bayangkan, jika Thailand, Filipina, menggunakan konverter kit ini, pasarnya luar biasa besar. Ekonomi akan berkembang. Dukungan kita ke arah sana,” imbuhnya.

Dia memastikan Kemenko Maritim akan mendukung karya lokal ini. Pemerintah pusat akan turun tangan menangani, karena level penyeberannya cakupan nasional. Pemerintah akan mengantisipasi serangan barang impor yang berpotensi menjadi pesaing produk-produk anak bangsa.

Menurutnya, pemerintah juga akan mengembangkan hal serupa di daerah perikanan lain untuk meringankan beban nelayan. “Konverter Kit ABG akan dikembangkan secara nasional, diperuntukkan bagi seluruh nelayan tanah air,” jelas Agung.

Turut dalam kunjungan rombongan Deputi II juga dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Sekretariat Kabinet. Hasil kunjungan ini akan dilaporkan secara langsung kepada Presiden melalui Kementerian koordinator Kemaritiman dan Sekretariat Kabinet.

Kunjungan Industri Direktorat Inovasi Industri Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristekdikti ke PT. Fajar Cipta Wacana (29 April 2016)

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Inovasi Industri Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi berkunjung ke PT. Fajar Cipta Wacana, produsen konverter kit Amin Ben Gas. Kunjungan Tim ini untuk melihat secara langsung dan mendapatkan informasi perkembangan konverter kit Amin Ben Gas.

Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 29 April 2016.

Tim Direktorat Inovasi Industri mendapatkan penjelasan dari Sigit, Manager Research and Development (R&D) tentang perkembangan konverter kit Amin Ben Gas sampai dengan saat ini. Selanjutnya tim melihat secara langsung proses produksi konverter kit.

Amin dan konverter kitnya meraih Penghargaan Inovator Teknologi Bidang Kelautan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dalam Peringatan Hari Nusantara Tahun 2015, Di Lampulo Banda Aceh.

Penghargaan ini merupakan apresiasi Kementerian Ristekdikti dan pendorong agar produk-produk anak bangsa dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah sehingga bisa terus berkembang dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

Konverter Kit Amin Ben Gas juga sudah memiliki sertifikat Kesesuain SNI 12806:2015 dan TKDN mencapai 82,64%. Pemerintah seharusnya bisa mengembangkan dan menjadikannya sebagai produk unggulan dalam negeri yang tidak kalah bersaing dengan produk impor sekalipun.  Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang tidak mau berkompromi dengan produk impor dan mengharuskan setiap kementerian, lembaga negara dan BUMN  dalam pengadaan barang dan jasa harus menggunakan produk dalam negeri.

Tujuannya sangat jelas, dengan menggunakan barang/produk dalam negeri,  industri lokal akan ikut tumbuh berkembang seiring dengan pergerakan ekonomi nasional. Secara jangka panjang tentunya diharapkan mampu bersaing kepada tataran global.

Kunjungan Industri dari Tim Pusat Perumusan Standar Badan Standardisasi Nasional ke PT. Fajar Cipta Wacana (28 Maret 2016)

Dalam rangka mendapatkan masukan pemangku kepentingan terhadap pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI), Pusat Perumusan Standar Badan Standardisasi Nasional (PPS BSN) berkunjung ke PT. Fajar Cipta Wacana di Cikupa, Tangerang pada Senin (28/3/2016). PT. Fajar Cipta Wacana (FCW) merupakan industri yang bergerak di bidang pembuatan regulator tabung gas dan konverter kit untuk kapal nelayan.

Kunjungan Tim PPS-BSN yang dipimpin Kepala bidang mekanika, elektronika dan konstruksi Y. Kristianto Widiwardono, diterima oleh Direktur Utama PT. FCW, Aam Aminudin. Acara dimulai dengan sambutan dari Kristianto yang menyebutkan rencana kunjungan ini merupakan bagian dari pengembangan SNI untuk mendapatkan masukan dari industri terhadap SNI berdasarkan implementasi SNI yang sudah dilakukan. SNI yang diterapkan di FCW adalah SNI 7369:2012 Regulator tekanan rendah untuk tabung baja LPG dan SNI EN 12806:2015 Komponen otomotif untuk penggunaan bahan bakar LPG.

Acara dilanjutkan dengan presentasi dari Sigit, Manager Research and Development (R&D), yang menjelaskan tentang produk FCW. Regulator dan Konverter Kit yang diproduksinya sudah mengantongi Sertifikat TKDN (tingkat komponen dalam negeri) dari Kementerian Perindustrian, bahkan untuk produk Konverter kit, TKDN mencapai 82,64%. Kedua produk tersebut juga sudah mendapatkan Sertifikasi SNI. Produk konverter kit, sudah mendapatkan sertifikat kesesuaian SNI EN 12806:2015 dari Lembaga sertifkasi produk PPMB.

Mengenai manfaat penerapan SNI, Aam menceritakan tentang bagaimana produk regulator yang telah ber-SNI itu dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Bahkan produk Regulatornya sudah diekspor sampai ke Sri Langka. Padahal menurut Aam, Sri Langka sendiri belum mempunyai standar nasional untuk regulator sehingga SNI produk regulator dapat masuk dan menjadi jaminan mutu dan keselamatan bagi pengguna produk di Sri Langka.

Kunjungan dilanjutkan dengan melihat secara langsung proses produksi regulator dan konverter kit dari dekat oleh rombongan BSN. Tim BSN melihat langsung bagaimana produksi dibuat dengan seksama, termasuk tes pengujian yang dilakukan untuk menjaga mutu. Pengujian untuk kualitasnya sendiri mengacu kepada apa yang dipersyaratkan dalam SNI seperti uji Ketahanan regulator minimal sebanyak 50 000 kali laju aliran dengan tekanan masuk sebesar 0,7 MPa (100 psi) dengan cara mengisi dan melepaskan udara, selain itu juga dilakukan daya ketahanan pengunci, Pengunci diputar atau buka tutup minimal sebanyak 5 000 kali dengan cara mengunci dan membuka atau menutup pada katup tabung baja LPG.

Meskipun SNI EN 1280:2015 dapat diterapkan untuk konverter kit untuk kapal nelayan, PT. FCW memberi masukan agar ke depan dapat disusun SNI yang lebih spesifik untuk kapal nelayan dengan mempertimbangkan kondisi laut, guncangan ombak, unjuk kerja di laut dan kondisi lainnya. Data-data mengenai hal tersebut diharapkan dapat diperoleh dari Laboratorium penguji dan lembaga penelitian dan pengembangan.

Sumber berita : BSN

Audit oleh Tim dari Lembaga Sertifikasi Produk PPMB di PT Fajar Cipta Wacana (19-20 Februari 2016)

Proses Audit oleh Tim dari Lembaga Sertifikasi Pusat Pengujian Mutu Barang  (LSPro PPMB)  Direktorat Pengembangan Mutu Barang Kementerian Perdagangan RI  dalam rangka sertifkasi Kesesuaian SNI EN 12806:2015 Konverter Kit Amin Ben Gas di PT Fajar Cipta Wacana.

Kunjungan ini dilaksanakan pada tanggal 19-20 Februari 2016.

Kunjungan Lapangan oleh Tim dari Lembaga Sertifikasi Produk PPMB di PT Fajar Cipta Wacana (17 Februari 2016)

Kunjungan Lapangan oleh Tim dari Lembaga Sertifikasi Produk Pusat Pengujian Mutu Barang  (LSPro PPMB)  Direktorat Pengembangan Mutu Barang Kementerian Perdagangan RI  di PT Fajar Cipta Wacana.

Kunjungan ini dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2016.

Kunjungan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Kalimantan Barat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Barat dan Wakil Ketua DPRD Propinsi Kalimantan Barat (3 Februari 2016)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Dwi Suslamanto, Wakil Ketua DPRD Propinsi Kalimantan Barat, Ermin Elviani,SH dan Kepala Dinas Kelautan Perikanan Propinsi Kalimantan Barat, Ir. Gatot Rudiyanto, SH, MM, berkunjung dan menggunakan perahu berkonverter kit Amin Ben Gas dalam rangka mendorong konversi energi dari bahan bakar minyak ke Bahan Bakar Gas/elpiji untuk peningkatan taraf hidup nelayan kecil, petani dan pelaku UMKM lainnya.

Saat ini, Bank Indonesia konsen dalam pengembangan UMKM terutama dalam hal efisiensi. Dwi Suslamanto menambahkan, BI sangat mendorong pelaku UMKM bisa menekan ongkos produksi sehingga harga jual dapat bersaing. Penggunaan Konverter Kit Amin Ben Gas ini salah satu solusi menekan ongkos produksi dengan penghematan penggunaan bahan bakar, sehingga pelaku UMKM bisa meningkatkan marjin pendapatannya. Dengan penghematan ini juga pelaku UMKM diharapkan siap bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Ermin Elviani, SH menambahkan, produk inovasi konverter kit Amin Ben Gas ini harus terus didukung dan dikembangkan sebagai produk unggulan anak bangsa yang menjadi solusi dalam peningkatan taraf hidup masyarakat khususnya nelayan kecil, petani dan UMKM di Kalimantan Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Kalimantan Barat, Ir. Gatot Rudiyanto, SH, MM sebagai bapak nelayan Kalbar berharap, konverter kit Amin Ben Gas ini harus didukung oleh para stakeholder secara bersama-sama karena sangat membantu dalam penghematan penggunaan bahan bakar dan dapat menambah penghasilan para nelayan tradisional.

Tanda Sah Capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri Kementerian Perindustrian  Untuk Konverter Kit Amin Ben Gas

Hasil verifikasi atas Capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian untuk Konverter Kit Amin Ben Gas yang diproduksi oleh PT. Fajar Cipta Wacana.

Berdasarkan hasil verifikasi dari Kementerian Perindustrian ini, Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Konverter Kit Amin Ben Gas  sebesar 82,64%.

Penandatanganan Nota Kesepahaman Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan Yayasan Inotek (19 Januari 2016)

Bertempat di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Amin Ben Gas hadir dalam acara penandatanganan nota kesepahaman Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan Yayasan Inotek.

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN),Prof.DR.Ir. Bambang Prasetya, M.Sc, sangat mendukung inovasi yang berasal dari masyarakat terutama masyarakat akar rumput yang selama ini kurang pemahaman akan pentingnya SNI serta prosedur bagaimana mengurusnya. Forum ini sebagai jemput bola BSN, sebab selama ini Yayasan Inotek sangat intens dengan inovasi akar rumput.

Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini pula dapat menimbulkan kesadaran akan pentingnya SNI, sebab dengan adanya SNI akan meningkatkan performa dan produktivitas dari produk yang dihasilkan. Juga sebagai perlindungan secara hukum kepada produsen dan konsumen.

Konverter Kit Amin Ben Gas menjadi salah satu Pilot Project   inovasi akar rumput antara Yayasan Inotek dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang dalam waktu dekat ini akan diterbitkan SNI produknya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2016.

Kunjungan Kohler Power (Lombardini Group) Ke Workshop Amin Ben Gas

(Standard Environment Euro 4)

(15 Januari 2016)

Perwakilan Kohler Power Singapura dan tenaga ahli (insinyur) Pabrik Kohler Cina  berkunjung ke Workshop Amin Ben Gas. Kunjungan ini dalam rangka sharing teknologi konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas, khususnya penggunaan konverter kit Amin Ben Gas dengan mesin Kohler sebagai upaya mensinergikan Mesin Kohler yang sudah ber- Standard Environment Euro 4 dengan konverter kit Amin Ben Gas.

Tenaga ahli Kohler melakukan serangkaian pengujian sebagai berikut :

1. uji getaran mesin,

2. uji suhu (panas mesin),

3. uji tenaga yang dihasilkan,

4. uji  kecepatan,

5. uji konsumsi bahan bakar,

6. uji keamanan,

7. uji emisi

Berdasarkan serangkaian pengujian yang dilakukan, Mesin Kohler yang diuji ber- Standard Environment Euro 4 ini secara prinsip ketika menggunakan bahan bakar gas dengan konverter kit Amin Ben Gas tidak ada perbedaan yang signifikan. Secara performa keseluruhan sangat baik dan mesin sangat stabil.

Tenaga ahli pabrikan Kohler menyatakan kagum dan salut nelayan Indonesia bisa membuat dan menghasilkan konverter kit yang mempunyai performa kerja yang sangat optimal berdasarkan pengujian yang dilakukan menggunakan peralatan uji berstandar internasional. Dengan konverter kit yang sederhana dan pemasangan yang mudah dilakukan orang awam sekalipun, konverter kit Amin Ben Gas bisa bekerja optimal dan bersesuaian dengan mesin yang sudah ber- Standard Environment Euro 4  yang  telah dimiliki mesin Kohler. Performa mesin  berkonverter kit Amin Ben Gas  sangat bagus dan aman digunakan.

Hasil pengujian dilapangan ini akan ditindaklanjuti secara komputerisasi di pabrik Kohler dan hasilnya akan ditampilkan dalam bentuk grafik sebagai laporan tertulis.

Amin Ben Gas yakin produk anak bangsa tidak kalah dengan produk dari luar. Hasil pengujian yang dilakukan tenaga ahli Kohler membuktikan bahwa kita mampu menghasilkan suatu karya yang tidak kalah dari produk luar.

Video kunjungan Kohler Power bisa di lihat di Amin Ben Gas Youtube Channel.

Kunjungan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2016.

Sosialisasi dan Pelatihan Kepada Nelayan Penerima Bantuan Perahu Menggunakan Konverter Kit Amin Ben Gas dari DKP Propinsi Kalimantan Barat di Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu

Sosialisasi dan Pelatihan Kepada nelayan penerima bantuan perahu menggunakan konverter kit Amin Ben Gas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Kalimantan Barat di Desa Nanga Leboyan, Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu.

Bantuan yang diberikan kepada nelayan penerima diantaranya:

1. Perahu fiber ukuran kurang  lebih 2 GT.
2. Mesin kohler 14HP
3. Konverter kit Amin Ben Gas
4. Box pengaman konverter kit
5. Tabung LPG 3 kg 2 buah

Para nelayan penerima bantuan setelah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan sangat berterima kasih atas bantuan yang didapatkan. Mereka sangat terbantu karena penggunaan konverter kit ini dapat menghemat biaya operasional mereka dan dalam penggunaannya pun sangat mudah.

Kegiatan ini dilaksanakan Tanggal 16-17 Desember 2015.

Pemasangan Konverter Kit Amin Ben Gas di Pelabuhan Perikanan Lampulo Banda Aceh

Pemasangan Konverter Kit Amin Ben Gas pada perahu nelayan di Pelabuhan Perikanan Lampulo, Desa Lampulo Kec. Kuta Alam, Banda Aceh Propinsi Aceh.

Pemasangan konverter kit Amin ben Gas pada perahu nelayan ini merupakan komitmen Amin Ben Gas dalam mendorong konversi BBM ke BBG  serta  berbagi manfaat dan pengalaman sebagai sesama nelayan yang telah terlebih dahulu menggunakan Konverter Kit Amin Ben Gas.

Pemasangan Konverter Kit Amin Ben Gas ini disaksikan secara langsung oleh Inovatornya, Bpk.  Amin Ben Gas; Bpk.  Aam Aminudin dari PT. FCW; Bpk. Alamsyah dari Bappeda Propinsi Aceh; Bpk. Munawir, Staf Pelabuhan Perikanan Lampulo; Bpk. Saiful Anwar, Direktur Desain dan Teknologi PT. PAL Indonesia; serta dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) yang diwakili oleh Ibu Adawiyah dan  Ibu Sri Latifah.

Kegiatan ini dilaksanakan Pada Tanggal 12 Desember 2015, sehari sebelum puncak acara Peringatan Hari Nusantara Tahun 2015 yang di pusatkan di Pelabuhan Lampulo, Kota Banda Aceh.

Focus Group Discussion (FGD) Tindak Lanjut Perumusan SNI Konverter Kit untuk Kapal

Focus Group Discussion (FGD) Tindak Lanjut Perumusan SNI Konverter Kit untuk Kapal. FGD ini dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2015 bertempat di Ruang Rapat Utama BSN, Gedung 1 BPPT Lt 9, Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta.

Hadir sebagai undangan dalam kegiatan ini diantaranya :

01. Direktur Permesinan dan Alat Mesin Pertanian – Kementerian Perindustrian
02. Direktur Kapal dan Alat Tangkap Ikan – Kementerian Kelautan dan Perikanan
03. Kepala Balai Besar Penangkapan Ikan – Kementerian Kelautan dan Perikanan
04. Kepala Pusat Standardisasi – Kementerian Perindustrian
05. Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar – BSN
06. Kepala Pusat Akreditasi Lembaga Sertifikasi – BSN
07. Kepala Pusat Akreditasi Laboratorium dan Lembaga Inspeksi – BSN
08. Amin Ben Gas
09. Hakim Pane, GASKIT
10. Institut Surya
11. Hari Sumartono, BTMP- BPPT
12. Hari Tjahjono – LIPI
13. Bambang Witjaksono – LEMIGAS
14. Prof.Dr.Ir. Dradjad Irianto, M.Eng – ITB
15. Kepala Bidang Akreditasi Produk, Pelatihan Dan Personel – BSN
16. Kepala Bidang Mekanika, Elektroteknika dan Konstruksi – BSN
17. Kementerian ESDM
18. Kementerian Kelautan dan Perikanan
19. Yayasan Inotek

Pemasangan Konverter Kit Amin Ben Gas Dalam Rangka Pengadaan Peralatan Konversi BBM Ke BBG Oleh Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Utara (16-21 November 2015)

Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara memberikan bantuan konverter kit Amin Ben Gas kepada nelayan di wilayah pesisir Sulawesi Utara. Ir. Tienneke Adam, M.Si, Kepala Bidang Penangkapan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P3H) Perikanan DKP Prov. Sulawesi Utara mengatakan, selama ini banyak nelayan yang mengeluh akan susahnya mendapatkan bahan bakar minyak untuk melaut. “Dengan adanya konverter kit ini, semoga bisa menjadi solusi bagi permasalahan nelayan dalam mendapatkan BBM, dan program yang pertama di Sulawesi Utara ini bisa menunjang program pemerintah pusat dalam rangka konversi BBM ke BBG”, tambah Tienneke. Tienneke juga berharap, tahun depan bisa membagikan konverter kit Amin Ben Gas ini untuk nelayan yang belum mendapatkan, karena secara teknis sangat aman dan memiliki nilai ekonomi karena penghematannya.

Pembagian Konverter Kit Amin Ben Gas di Sulawesi Utara ini diberikan kepada nelayan di wilayah Pantai Malalayang, Pantai Mega Mas, Pesisir Tuminting di Kota Manado. Selain di Manado, penerima juga berasal dari kelompok Nelayan di Desa Matani Satu, Kec. Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan serta Kelompok Nelayan di Wilayah Desa Tadoy, Kec. Bolaang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow.

Konverter kit Amin Ben Gas telah melewati beberapa kali pengujian di Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (Puslit SMTP) LIPI. Hari Tjajono, ST, MM, peneliti Puslit SMTP LIPI mengatakan, konverter kit Amin Ben Gas secara teknis layak dan bisa digunakan. Hal ini juga di dukung dengan telah dikeluarkannya Certificate of Testing dari Puslit SMTP LIPI bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Prof. Dr. Ir. Dradjad Irianto, M.Eng, Guru Besar Teknologi Industri ITB yang selalu mengikuti perkembangan konverter kit Amin Ben Gas berharap, pemerintah seharusnya terus mendorong program konversi BBM ke BBG ini, karena sangat membantu nelayan dalam penghematan pengeluaran untuk kebutuhan bahan bakar. Ditambah lagi cadangan gas di negara kita juga masih banyak.

Amin, inovator Konverter Kit Ben Gas mengakui, hasil karyanya ini adalah kearifan lokal. Karena lahirnya konverter kit ini berasal dari keluhan dan permasalahan para nelayan akan sulitnya mendapatkan BBM. Secara teknis Amin mengakui, konverter kitnya sangat aman dan layak digunakan, karena sudah memiliki keamanan yang berlapis. Baik di konverternya maupun di regulatornya sudah dipasang pengaman, sehingga kemungkinan terjadi kebocoran sangat kecil.

Selain itu, adanya Konverter Amin Ben Gas ini bisa mengangkat taraf hidup dan kesejahteraan nelayan. Menurut Amin, nelayan Indonesia itu pintar, tapi kesempatan belum ada. Dengan Konverter Kit Amin Ben Gas, semoga dapat menciptakan lapangan kerja baru dengan saling berbagi pengalaman kepada nelayan lainnya yang belum memakai Konverter Kit. “Saya buktikan, tenaga teknis yang dibawa kesini adalah nelayan Kalbar yang sudah memakai konverter kit sejak dari generasi ke-1 sampai generasi ke-9 sekarang”, tegas Amin.

Dari sisi pengadaan secara masal, Aam Aminudin dari PT. Fajar Cipta Wacana (FCW) mengatakan pabriknya siap mendukung program konversi BBM ke BBG ini dengan kapasitas produksi sebanyak 2000 konverter kit perharinya. PT. FCW sendiri satu-satunya pabrikasi yang memproduksi Konverter Kit Amin Ben Gas di Indonesia dan telah mengantongi Sertifikat ISO 9001:2008 134.

Yeheskiel Makausi salah satu nelayan yang menerima bantuan sangat berterima kasih dan senang dengan adanya konverter kit Amin Ben Gas. Dengan dipasangnya konverter kit Amin Ben Gas, dapat membantu menghemat pengeluaran untuk kebutuhan bahan bakar. Ketua Kelompok Nelayan Malos 1 Kel. Malalayang Satu Timur Kec. Malalayang Kota Manado ini bangga berkesempatan mencoba perahunya bersama Amin Ben Gas dari Pantai Malalayang menuju Laut Sulawesi. Yeheskiel berharap, bukan hanya dirinya yang bisa mendapatkan manfaat dari Konverter Kit Amin Ben Gas, tapi seluruh nelayan di provinsi Sulawei Utara bahkan se-Indonesia, agar taraf hidup dan kesejahteraan nelayan bisa meningkat. Harapan serupa juga disampaikan oleh Lukman, Sekretaris Desa Matani Satu, Kec. Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan. Antusias kelompok nelayan di desanya yang menggunakan Konverter Kit Amin Ben Gas bisa dirasakan pula oleh nelayan lainnya di Indonesia karena manfaat ekonominya yang besar dari segi penghematan.

Rapat konsensus Nasional Permesinan dan Produk Permesinan
Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian
Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia

Rapat konsensus Nasional Permesinan dan Produk Permesinan Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Rapat Konsensus Nasional ini dilaksanakan di Wisma lndag Jl. Raya Puncak Km. 84, Cisarua Bogor, tanggal 8 s.d 10 Oktober 2015.

Hadir dalam Rapat konsensus Nasional tersebut khusus bidang Konverter Kit untuk Perahu Nelayan diantaranya :

1. Kepala Pusat Perumusan Standar, BSN;
2. Kepala Pusat Standardisasi, Kemenperin;
3. Ditjen P2HP, Kementerian Kelautan dan Perikanan;
4. Sdr. Drs. Taryono, Koordinator KPPP Teknologi Gas, PPPTMGB-Lemigas;
5. Sdr. Nurul, Lemigas (Konseptor);
6. Sdr. Bambang Wicaksono, Lemigas;
7. Sdr. Prof. Dradjad irianto, M.Eng, ITB;
8. Sdr. Amin Ben Gas;
9. Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM;
10. PT. Dirgantara lndonesia;
1 1. PT. Winn Appliance;
12. PT. Fajar Cipta Wacana;
13, PT. PINDAD;
14. PT. Honda Power Products Indonesia;
15. PT. WIKA;
16. Sdr. lr. Edwin L.Matatula,MBA, Surya lnstitute;
17. Komtek 21-01 Permesinan dan produk permesinan:
– Teddy c. Sianturi;
– Sutarto, ST,MT;
– Drs. Ali A. Rachman,M.Si;
– Prof. Dr.lr. Frans Daywin;
– Prof. Dr.lr.lmron Rosyidhi;
– Prof. Dr. lr. Yatna Yuwana;
– Dr. lr. Barman Tambunan,M.Sc. Eng;
– lr. Eddy Trijono,MM;
– lr. Jhoni Hutapea;
– lr. Dade Suatmadi,MM;
– Hari Sumartono,ST,MT;
– lr. Bambang lndrakoesoema;
– lr. Asep Lukman Koswara.
17. Sdr. Krisyanto, BSN;
18. Para Koordinator Dit.IPAMP

Sosialisasi dan Pelatihan Kepada Nelayan Penerima Bantuan Perahu Menggunakan Konverter Kit Amin Ben Gas dari DKP Propinsi Kalimantan Barat di Desa Bakau Besar Laut Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah

Sosialisasi dan Pelatihan Kepada nelayan penerima bantuan perahu menggunakan konverter kit Amin Ben Gas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Kalimantan Barat di Desa Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29-30 September 2015, di Desa Bakau Besar Laut Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah dengan nelayan penerima berasal dari kelompok nelayan Cahaya Samudera dan kelompok nelayan Lumba-lumba.

Bantuan yang diberikan kepada nelayan penerima diantaranya:

1. Perahu fiber
2. Mesin kohler 6.5HP
3. Konverter kit Amin Ben Gas
4. Box pengaman konverter kit
5. Tabung LPG 3kg 2 buah
6. Buku petunjuk cara pemasangan konverter kit Amin Ben Gas
7. Video tutorial cara pemasangan konverter kit Amin Ben Gas
8. Coolbox ikan

Iwan Supardi, Kepala Desa Bakau Besar laut mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada kelompok nelayan di desanya dan berharap program ini dapat terus dilanjutkan kedepannya untuk kelompok nelayan yang lain.

Setelah melihat dan mengikuti kegiatan ini, Iwan Supardi mengakui penggunaan konverter kit pada mesin perahu nelayan ini sangat irit dan dapat menopang perekonomian masyarakat.

Para nelayan penerima bantuan setelah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan sangat berterima kasih atas bantuan yang didapatkan. Mereka sangat terbantu karena penggunaan konverter kit ini dapat menghemat biaya operasional mereka dan dalam penggunaannya pun sangat mudah.

Dalam pelatihan ini salah seorang nelayan langsung mencoba perahu yang diberikan untuk dikemudikannya menuju Laut Cina Selatan dan tidak ada masalah sama sekali.

Kunjungan P2SMTP – LIPI dan BSN ke Workshop Amin Ben Gas

Kunjungan Bpk. Hari Tjajono, ST, MM dari Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP) LIPI dan Haryanto dari BSN dalam rangka pengambilan data teknis di lapangan  untuk kelengkapan SNI dari konverter kit Amin Ben Gas untuk perahu nelayan. Kunjungan ini dilaksanakan tanggal 19 September 2015.

Dalam kesempatan tersebut, Bpk. Hari dari P2SMTP-LIPI dan Haryanto dari BSN secara bergantian menahkodai perahu nelayan dari Sungai Kapuas menuju Laut Cina Selatan menggunakan perahu berkapasitas mesin 14 HP (420 cc) dengan bobot perahu 2 – 3 GT yang telah dipasang konverter kit Amin Ben Gas (konverter kit ABG).

Dari hasil pengambilan data dan uji di lapangan membuktikan bahwa mesin perahu yang menggunakan konverter kit Amin Ben Gas (konverter kit ABG) sangat mudah di gunakan serta bertenaga maksimal, dan untuk mengoperasionalkannya hanya dengan sekali atau dua kali starter bisa langsung menyala, tanpa perlu menggunakan pancingan bensin terlebih dahulu.

Uji Mutu Konverter Kit Amin Ben Gas V9

Uji Mutu konverter kit Amin Ben Gas V9, di PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI), Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia.

Rapat Teknis Rancangan Standar Nasional lndonesia (RSNI) Produk Permesinan tahun 2015

Rapat Teknis RSNI 1 Produk Permesinan termasuk didalamnya konverter kit untuk perahu nelayan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Turbin Lt.11 Gedung Kementerian Perindustrian Jl. Gatot Subroto Kav. 52-53, Jakarta, Rabu, 9 September 2015.

Hadir sebagai undangan dalam kegiatan tersebut diantaranya Kepala Pusat Perumusan Standar, BSN; Kepala Pusat Standardisasi, Kementerian Perindustrian; Ditjen P2HP, Kementerian Kelautan dan Perikanan; serta Prof. Dr. Ir. Drajat Irianto dari ITB.

Hadir juga Amin Ben Gas; perwakilan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM; perwakilan PT. Dirgantara lndonesia; perwakilan PT. Winn Appliance; perwakilan PT. Fajar Cipta Wacana; serta perwakilan PT. PINDAD.

Selain itu turut hadir Basuni dari PT. WIKA; Bambang Wicaksono, dari  LEMIGAS ESDM; serta Panitia Teknis 21-01 Permesinan dan produk permesinan diantaranya Teddy C. Sianturi; Sutarto, ST, MT; Drs. Ali A. Rachman, M.Si; Prof. Dr.lr. Frans Daywin: Prof. Dr.lr.lmron Rosyidhi; Prof. Dr. lr. Yatna Yuwana Dr. Ir. Barman Tambunan, MSc. Eng; lr. Eddy Trijono, MM; lr. Jhoni Hutapea; Ir. Dade Suatmadi, MM; Hari Sumartono, ST, MT; lr. Bambang Indrakoesoema; lr. Asep Lukman Koswara. Serta Krisyanto dan Fandi dari BSN.

Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI)  Konverter Kit Untuk Kapal Nelayan

Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penyusunan Standar  Nasional Indonesia (SNI) Konverter Kit untuk Kapal Nelayan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat BSN 3, Gedung BPPT  1 Lantai 13 Jl.  M.H. Thamrin, NO. 8 Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2015.

Hadir sebagai undangan dalam kegiatan tersebut diantaranya dari Badan Standardisasi Nasional yang diwakili oleh Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar (PSPS); Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan; Kepala Pusat Akreditasi Lembaga Sertifikasi (PALS); Kepala Pusat Akreditasi Laboratorium dan Lembaga Inspeksi (PALLI); Kepala Pusat Perumusan Standar (PPS) ; Kepala Bidang Mekanika, Elektronika, dan Konstruksi – PPS; Kepala Bidang Pertanian, Pangan, dan Kesehatan – PPS; serta Kepala Bidang Akreditasi Produk, Pelatihan dan Personal – PALS;

Juga hadir dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang diwakili  oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan dari PPTMGB LEMIGAS. Dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman serta dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diwakili oleh Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkap Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.

Dari Kementerian Perindustrian diwakili oleh Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian – IUBTT serta Kepala Pusat Standardisasi – BPPI.

Dari Komite Teknis 21-01 Permesinan dan Produk Permesinan diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Frans Daywin dan Hari Sumartono, ST. MT.

Hadir juga Prof. Dr. Ir. Drajat Irianto dari Institut Teknologi Bandung dan Amin Ben Gas sebagai inovator konverter kit untuk kapal nelayan.

Boat Race Amin Ben Gas

Uji perahu boat race yang menggunakan mesin berkonverter kit Amin Ben Gas. Mesin yang digunakan adalah mesin 13,5HP (405cc). di Thailand, boat race ini dikenal dengan nama long tail boat.

Kunjungan Perwakilan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) Lemigas ESDM

Kunjungan Perwakilan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) Lemigas Kementerian ESDM ke workshop Amin Ben Gas di Desa Sungai Kupah Kec. Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Pada Tanggal 5 Agustus 2015.

Festival Praktik Cerdas – Wahana Visi Kalimantan Barat 2015

Bapak Amin sebagai inovator dari konverter kit Amin Ben Gas menghadiri kegiatan “Festival Praktik Cerdas” yang diinisiasi oleh Wahana Visi Indonesia Kalimantan Barat. Festival Praktik cerdas ini mengangkat tema “Berbagi dan Berkontribusi Untuk Peningkatan IPM Kalimantan Barat”.

Bapak Amin sendiri memaparkan inovasinya yaitu konverter kit Amin Ben Gas dengan tema “Bukan Sekedar Alat, Melainkan Konsep Membangun Masyarakat”. Dalam pemaparannya Bapak Amin mengajak semua peserta yang hadir untuk bersinergi dan bersama-sama untuk pembangunan di Kalimantan Barat.

Acara  ini diselenggarakan tanggal 4-5 Agustus 2015 bertempat di Hotel Kapuas Palace, Pontianak.

Forum Inovasi Teknologi dan Konferensi Nasional Inovasi dan Technopreneurship 2015

Bapak Amin sebagai inovator dari konverter kit Amin Ben Gas menghadiri kegiatan  “Forum Inovasi Teknologi 2015 (FIT 2015) yang diselenggarakan oleh INOTEK.

Dalam acara FIT tahun ini Inotek bersinergi dengan IPB, dimana acara Konferensi Nasional Inovasi & Technoprenuership milik IPB bergabung pelaksanaannya dengan FIT.

Dalam forum ini juga mengangkat tentang pentingnya administrasi legalisasi produk yang diciptakan para inovator untuk menuju kemandirian industrialisasi dalam negeri, agar produk-produk dalam negeri tersebut dapat bersaing di pasar bebas (MEA).

Yayasan Inotek melalui Bapak Sandiaga S. Uno dan Bapak Prof. Dr. Ir.  Prijo Soetedjo terus mendorong percepatan proses SNI dari konverter kit Amin Ben Gas kepada menteri Perindustrian, agar alat tersebut dapat segera digunakan para nelayan dan petani di seluruh Indonesia.

Menteri Perindustrian, Bapak Saleh Husin, SE, M.Si, berjanji akan segera mempercepat SNI dari konverter kit Amin Ben Gas, karena manfaatnya yang begitu besar bagi kepentingan nelayan dan petani.

Acara Forum Inovasi Teknologi ini diselenggarakan tanggal 3-4 Juni 2015 bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta.

Kunjungan Perwakilan Kementerian Ristek Republik Indonesia, diwakili oleh Ibu Rosmaniar Dini, SE MM dan Balitbang Bappeda Provinsi Kalimantan Barat

Kunjungan perwakilan Kementerian Ristek Republik Indonesia ole Ibu Rosmaniar Dini, SE MM dan Balitbang Bappeda Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka evaluasi paska penerimaan penghargaan Iptek tahun 2014 ke workshop Amin Ben Gas di desa nelayan Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya pada tanggal 22 April 2015.

Kunjungan Prof. Dr. Ir. Dradjad Irianto, M.Eng ke Workshop Amin Ben Gas (Desember 2014)

Kunjungan Prof. Dr. Ir. Dradjad Irianto, M.Eng dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ke workshop Amin Ben Gas dalam rangka melihat perkembangan penggunaan konverter kit Amin Ben Gas oleh para nelayan di desa nelayan Sungai Kupah, Kec. Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. (Desember 2014)

Kunjungan Perwakilan Kementerian Koperasi dan UMKM dan Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Kubu Raya

Kunjungan Perwakilan Kementerian Koperasi dan UMKM dan Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Kubu Raya Kalimantan Barat ke Workshop Amin Ben Gas di Sungai Kupah, Desa Sungai Kupah, Kec. Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Desember 2014)

Kunjungan Pemerintah Daerah Purworejo

Pemerintah Daerah Purworejo melakukan kunjungan sekaligus mencoba perahu berkonverter kit BBG di Workshop Amin Ben Gas, Desa Sungai Kupah Kec. Sungai Kakap Kab. Kubu Raya. (Desember 2014)

Workshop Dewan Riset Nasional “Iptek Untuk Membangun Indonesia dari Pinggiran”. (9 Desember 2014)

Presentasi  Amin Ben Gas dengan tema :  “Pengembangan dan Penerapan Konverter Kit Bensin-Gas LPG untuk motorisasi Nelayan dan Industri Pedesaan”, di acara  Workshop Dewan Riset Nasional “Iptek Untuk Membangun Indonesia dari Pinggiran”, dalam rangka mendapatkan masukan tentang konsep dasar, pengembangan riset dan iptek disertai dengan membangun karakter bangsa dan penguatan budaya bangsa untuk mencapai kedaulatan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2014 di Ruang Komisi Utama Gedung II BBPT, Jl. MH. Thamrin No 8 Jakarta.

Hadir sebagai peserta workshop diantaranya, Pimpinan dan seluruh anggota Dewan Riset Nasional (DRN); Ketua Komisi Ilmu Sosial Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI); Perwakilan DPR RI; Kementerian Ristek dan Dikti; Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Deputi Ristek dan Dikti Bidang Sumberdaya; Deputi Ristek dan Dikti Bidang Kelembagaan dan Staf Ahli Menristek bidang TIK & Transportasi.

Selain itu hadir pula Sekretaris Utama BATAN; Sekretaris Utama Kemenko Pembangunan Sumber Daya Manusia; Deputi Bidang SDM dan Kebudayaan Bappenas; Dirjen PMD, Dirjen Transmigrasi, Sekjen BNPT; DRD Propinsi dan Kabupaten (se-Indonesia); Balitbangda Propinsi dan Kabupaten (se-Indonesia), Bupati Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat; Perwakilan Universitas Negeri dan Swasta; Deputi Kebijakan Teknologi BPPT; Deputi TPSA BPPT; Deputi IPSK-LIPI; Dr. Bambang Setiadi serta Para Peneliti dan Perekayasa LPNK Ristek.

Kunjungan Litbang KKP (P3TKP) dan BPSPL

Litbang KKP (P3TKP) dan Bpk. Suko (BPSPL) melakukan kunjungan dan mencoba perahu motor berbahan bakar gas hasil inovasi Amin Ben Gas, di Kabupaten Kubu Raya. (November 2014)

Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ke PSDKP Propinsi Kalimantan Barat

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan kunjungan kerja ke PSDKP Kalimantan Barat berkaitan dengan illegal fishing dan mendengarkan pemaparan Amin (Amin Ben Gas) mengenai konverter kit BBM ke bahan bakar gas. (November 2014)

Litbang ESDM Cipulir, Jakarta untuk Penomoran RSNI oleh Tim 9

Uji coba dilakukan oleh Litbang ESDM Cipulir di Jakarta dalam hal Penomoran RSNI oleh Tim 9

Uji Mesin di Banjar Serasan

Uji coba mesin dilakukan di Banjar Serasan.

Perakitan Motor Perahu dan Konverter kit oleh Siswa SMK

Perakitan ini dilakukan oleh Siswa SMK.

Kunjungan Prof. Dr. Ir. Dradjad Irianto, M.Eng dan Dr. Ir. Anas Ma’ruf, M.Sc ke Workshop Amin Ben Gas

Kunjungan Prof. Dr. Ir. Dradjad Irianto, M.Eng dan Dr. Ir. Anas Ma’ruf, M.Sc dari ITB bersama dengan perwakilan Kementerian ESDM dalam rangka melihat  secara langsung kegiatan workshop Amin Ben Gas di Desa Sungai Kupah, Kec. Sungai Kakap Kalimantan Barat (Mei 2013).

Pengoperasian Mesin Pakan

Pengoperasian mesin pakan mengunakan konverter kit ABG bertempat di DKP Kota Pontianak

Uji Coba Pihak Kohler

Pihak Kohler Engines datang untuk ujicoba mesin mengunakan konverter ABG antara lain Kepala Kohler Engines (Italia), Direktur Pemasaran Kohler Enginers untuk Asia Tenggara (Singapura), dan Perwakilan Kohler Engines Indonesia (Surabaya) serta di hadiri Kasi DKP Kubu Raya. Ujicoba dilaksanakan di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat.

Indonesia Green Awards 2014

Indonesia Green Awards yang diinisiasi oleh The La Tofi School of CSR didukung oleh Kementerian Kehutanan dan Kementerian Perindustrian, didedikasikan kepada para pihak yang telah melakukan upaya-upaya luar biasa melalui berbagai program untuk menyelamatkan bumi.

Indonesia Green Awards 2014 dilandasi apresiasi terhadap program perbaikan lingkungan yang mengandalkan kemitraan 3 pihak untuk menghasilkan perubahan. Inovasi  pun terus dilakukan untuk menemukan cara terbaik mengatasi krisis energi, misalnya. Seperti yang dilakukan oleh Amin dari Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ia menciptakan alat konversi bensin ke gas untuk mesin perahu motor.  Ia menghilangkan ketergantungan nelayan terhadap bahan bakar bensin. Inovasi Amin dengan nama Amin Ben – Gas, mulai bergerak sebagai revolusi nelayan. Bagi nelayan, dengan converter seakan mendapatkan nyawa baru karena bisa menggunakan gas LPG yang murah dan ramah lingkungan.

Amin atas penemuannya tersebut, mendapatkan penghargaan The Best Inspiring Indonesia Green Awards 2014.

Hari Kebangkitan Teknologi 2014

Hari Kebangkitan Teknologi  Nasional yang disingkat Hakteknas merupakan salah satu hari bersejarah nasional yang diperingati setiap tahun di tanggal 10 Agustus, yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 71 Tahun 1995. Dalam Hakteknas ke-19 tahun 2014 ini, Amin dengan Konverter kit nya mendapatkan penghargaan Anugerah Iptek Labdhakretya untuk kreatifitas dan inovasi masyarakat grass root.

Penghargaan Energi 2014

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menetapkan “Penghargaan Energi” bagi Unsur Masyarakat (Perseorangan atau Kelompok), Perusahaan (Nasional/Daerah/Asing), serta Instansi Pemerintah di tingkat Pusat dan Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) sebagai apresiasi atas jasa besarnya dalam melakukan kegiatan usaha pengembangan, penyediaan, dan pemanfaatan energi dengan prinsip konservasi dan diversifikasi yang menghasilkan produk nyata secara fisik sebagai hasil inovasi dan pengembangan teknologi baru. Amin Ben Gas dalam penghargaan ini mendapatkan The Best Prakarsa Perorangan dan The Most Inspiring.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>