Category Archives: Nasional

Media

Kunjungan Mr.Shimamura dari pabrikan HONDA bagian Reset dan developmen, bersama tim ABG di Bone, SulSel (22 Juli 2019) dalam kegiatan service campaign alat konverter kit ABG pembagian tahun lalu(th 2018) masih bagus sekali di buktikan dg dijalankan perahunya oleh nelayan setempat penerimah bantuan bernama .Musa dan.Bahar. Terbukti, performanya langsung diukur oleh tenaga ahli jepang dg alat ukur yg mereka bawa.
Cilacap_05
PADANG PARIAMAN – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memberikan 314 paket konverter kit (konkit) Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada nelayan kecil di Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (30/11).
Ini merupakan kali kedua dilakukan pembagian konkit di wilayah Sumatera Barat. Sebelumnya, telah dibagikan juga sebanyak 585 unit untuk nelayan kecil di kabupaten Pesisir Selatan. Sementara, pada tahun 2017, Pemerintah telah merealisasikan pembagian 1.505 paket konkit di wilayah Sumatera Barat, dengan rincian Kabupaten Pasaman Barat sebanyak 898 unit, Kota Padang 525 unit, Kabupaten Agam 82 unit.
Arcandra mengungkapkan, pembagian konverter kit untuk nelayan kecil merupakan salah satu program kementerian ESDM yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat disamping program lainnya, seperti program BBM satu Harga, Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), Sumur Bor Air Tanah, dan sebagainya. “Sekitar 4 sampai 5 tahun yang lalu anggaran Kementerian ESDM mencapai Rp18 Triliun dan tahun depan dipangkas menjadi Rp4,9 triliun, dimana 50 persennya dipergunakan untuk belanja fisik program-program seperti ini,” ungkap Arcandra.
Program ini adalah hak-hak masyarakat dimana pemerintah hanya mengelola dana pembangunan untuk masyarakat. Nelayan yang mendapat bantuan program ini merupakan nelayan kecil yang memang sangat membutuhkan bantuan, yakni nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar, memiliki daya mesin dibawah 13 Horse Power (HP), menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan serta memiliki kartu nelayan.
Arcandra menambahkan pembagian konverter kit merupakan program pemerintah sebagai kepedulian terhadap masyarakat. “Pembangunan tidak hanya dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di perkotaan, tetapi masyarakat yang tinggal di pedesaan juga dapat menikmati,” tegas Arcandra. Nelayan kecil yang melaut seharian dapat menghemat 30 ribu sampai 35 ribu rupiah dibandingkan dengan membeli BBM.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyatakan kepada para nelayan yang menerima bantuan untuk bersyukur kepada Allah SWT karena mendapatkan bantuan.
Dengan adanya bantuan dari pemerintah ini, Nasrul mengajak para nelayan untuk terus berusaha dan berdoa agar dapat meningkatkan kesejahteraannya.
“Untuk itu kerja tetap rajin, jangan lupakan sholat, pendapatan meningkat, insyaAllah kesejahteraan pun meningkat,” ujar Nasrul.
Sementara Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menyampaikan bahwa pemberian dari Pemerintah ini sangat membantu nelayan. Di Kabupaten Padang Pariaman ada enam kecamatan yang berada di pesisir pantai dan kebanyakan masyarakatnya merupakan nelayan.
Dengan adanya pembagian BBM ke LPG, masyarakat dapat menghemat pengeluaran bahan bakar.
“Setelah dihitung, itu bisa menguntungkan 30 persen bagi nelayan kita jika menggunakan konverter kit,” ujar Suhatri.
Bantuan paket konverter kit BBM ke LPG ini terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, 2 buah tabung elpiji 3 kg, as panjang dan baling-baling, serta aksesoris pendukung lainnya.
Konversi BBM ke LPG untuk kapal nelayan bertujuan antara lain untuk memberikan akses energi kepada masyarakat serta sebagai solusi penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan. Selain itu, program ini juga membantu ekonomi masyarakat nelayan menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan.
Tahun 2018 ini, Kementerian ESDM akan membagikan paket perdana konkit sebanyak 25 ribu unit di 55 Kabupaten/Kota.
(Sumber: Kementerian ESDM)
Cilacap_13

Jakarta – Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memberikan bantuan konverter kit (konkit) bagi nelayan Cirebon. Setelah tahun lalu mendapatkan bantuan paket perdana konverter kit (konkit) BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil sebanyak 229 konkit, tahun ini Kementerian ESDM kembali mengalokasikan tambahan untuk nelayan Cirebon sebanyak 100 konkit.
Penyerahan bantuan dilakukan di tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ambulu, Kabupaten Cirebon oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM yang juga Plt Direktur Jenderal Minyak Dan Gas Bumi, Ego Syahrial kepada dua nelayan Cirebon, Senin (11/12).
Hadir dalam acara, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Komunikasi Publik Hadi Mustofa, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, serta Project Coordinator Kerosene to LPG Conversion PT Pertamina, Zulfikar.
Ego Syahrial mengatakan, pembagian mesin gas pengganti dari mesin minyak bagi nelayan kecil ini bertujuan untuk memberikan bahan bakar murah bagi nelayan sehingga nelayan dapat lebih sejahtera.
“Rata-rata nelayan itu membutuhkan bensin 7 liter per hari, harga 1 liter bensin itu Rp 6.450 per liter dengan menggunakan gas LPG 3 kg yang harganya paling mahal Rp 18.000 per tabung maka para nelayan dapat berhemat hingga 50%. 1 tabung LPG 3 kg setara dengan 7 liter bensin yang harganya jika disetarakan dengan harga bensin mencapai Rp 45.150,” ujar Ego dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (11/12/2017).
Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron menyatakan, bantuan konkit bagi nelayan patut kita syukuri, program ini adalah program yang sangat bermanfaat bagi rakyat sehingga dalam pembahasannya di DPR tidak perlu diperpanjang.
“Pemberian konkit ini juga merupakan bagian dari hak rakyat yang harus diberikan sesuai denga pasal 33 undang-undang 1945. Pemerintah mengelola hajat hidup rakyat banyak dan memberikannya manfaat sebanyak-banyak untuk rakyat,” ujar Herman.
“Tidak ada satupun pemerintahan yang menginginkan rakyatnya sengsara, pasti program-programnya menginginkan rakyatnya sejahtera, Kementerian ESDM yang saat ini dipimpin oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan juga demikian program-programnya ingin mensejahterakan nelayan,” tambah Herman.
Pembagian paket perdana konkit merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2015 terkait Penyediaan, Pendistribusian & Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil.
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi telah melaksanakan kegiatan pembagian konkit BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil sejak tahun 2016 sebanyak 5.473 unit di 10 kabupaten/kota. Pada tahun 2017, dilaksanakan pembagian sebanyak 17.081 unit di 28 kabupaten/kota dengan dana Rp 120,92 miliar.
Paket perdana yang dibagikan terdiri dari mesin penggerak berbahan bakar bensin, tabung LPG 3 kg sebanyak 2 unit beserta isinya, konkit berikut aksesorisnya (reducer, regulator, mixer, dll) serta as panjang dan baling-baling.
(Sumber : detikfinace.com)

WhatsApp Image 2018-11-08 at 14.38

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan bantuan konverter kit BBM ke LPG.
Sejak 2016 Kementerian ESDM melaksanakan Program Pendistribusian Paket Perdana Konverter Kit BBM ke LPG untuk Nelayan Kecil. Program pemberian konverter kit secara gratis ini dimaksudkan untuk membantu ekonomi masyarakat nelayan kecil.
Selain itu juga upaya diversifikasi penggunaan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas guna mendukung ketahanan energi.
Konverter kit diberikan kepada nelayan untuk memanfaatkan gas dari tabung LPG sebagai bahan bakar penggerak motor. Paket konverter kit LPG untuk nelayan meliputi pipa penyalur (selang), pengatur (regulator), pencampur (mixer/injector) dan alat pendukungnya, tabung LPG, serta baling-baling beserta alat kelengkapannya.
LPG dipilih sebagai energi alternatif yang dapat digunakan oleh nelayan karena sudah familiar di masyarakat serta kinerja mesin penggerak yang menggunakan LPG relatif sama dengan motor berdaya rendah.
Pada 2016 realisasi pembagian konverter kit mencapai 5.473 unit untuk 10 kabupaten/kota di 5 provinsi. Kemudian pada 2017 sudah mencapai 17.081 unit untuk 28 kabupaten/kota di 11 provinsi. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018, hingga akhir 2018, akan dibagikan sejumlah 25 ribu unit konverter kit untuk 55 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Tercatat realisasi pembagian konverter kit sampai dengan Q3 2018 sebesar 6.075 unit di 16 kab/kota.
Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.126 Tahun 2015.
Perpres ini merupakan landasan hukum tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil. Antara lain disebutkan syarat yang berhak menerima bantuan adalah nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).
Dengan menggunakan konverter kit berbahan bakar LPG, penggunaan bahan bakar kapal akan menjadi lebih hemat, sehingga diharapkan memberikan nilai manfaat ekonomi yang signifikan bagi nelayan kecil.
Pembagian konverter kit untuk nelayan bertujuan sebagai solusi penyediaan energi alternatif ramah lingkungan, mengurangi emisi gas karbon monoksida/gas buang, mengurangi kerusakan terumbu karang dan membantu mengelola ekonomi masyarakat nelayan menjadi lebih sejahtera. Konverter kit BBM ke LPG untuk nelayan kecil mengurangi biaya operasional hingga Rp 50 ribu per hari. (*)
(Sumber : tempo.co)


WhatsApp Image 2018-10-10 at 13.08.15
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sesuai Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2015 menyelenggarakan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pengendalian urusan Kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang kemaritiman.

Adapun 4 kementerian dalam koordinasi dengan Kemenko Kemaritiman adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan (KemenHub) dan Kementerian Pariwisata (KemenPar). Kementerian ESDM bersama Kemenko Kemaritiman bekerja sama dalam mendorong program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk nelayan kecil.
Nelayan Karangasem, Bali tidak luput dari program pemerintah ini. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman Agung Kuswandono Bersama jajarannya, di sela kegiatan Our Ocean Conference 2018, menyempatkan untuk melakukan kunjungan lapangan meninjau pembagian 1.081 unit paket perdana program konversi BBM ke LPG 3 Kg untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di Kabupaten Karangasem (30 Oktober 2018).
Pantai Bias Putih Desa Adat Bugbug Karangasem menjadi lokasi penyerahan paket perdana tersebut termasuk konverter kit di dalamnya. Pantai dengan kawasan perbukitan ini merupakan wilayah antara dua desa yaitu Desa Perasi Kecamatan Karangasem, yang merupakan pangkalan jukung-jukung (perahu tradisional nelayan setempat).
Penyerahan 1.081paket perdana yang terdiri dari mesin motor tempel, long tail dan 2 tabung LPG 3 Kg dan konverter kit tersebut ditargetkan selesai secara keseluruhan dalam tiga hari kedepan. Program konversi BBM ke BBG, membuat nelayan lebih produktif karena LPG jauh lebih mudah dan murah daripada benain atau solar. Biaya operasional untuk perahu motor yang menggunakan gas, menjadi lebih murah. Konverter Kit ini mengkonversikan 1 tabung LPG 3 yang setara dengan 10-15 liter BBM. Hingga dapat membantu nelayan berhemat biaya operasional melaut.
Diketahui 70% biaya operasional nelayan adalah untuk bahan bakar. Program konversi BBM ke BBG menjadi prioritas untuk masyarakat miskin dan pra miskin. Bagi nelayan pemberian konverter kit ini hanya untuk kapal perikanan kecil yang kurang dari 5 GT.
Kemenko Kemaritiman akan mendorong percepatan pelaksanaan program konversi BBM ke BBG ini di daerah-daerah lain yang belum terjangkau. Tujuan program ini adalah demi mewujudkan efisiensi anggaran negara dan nelayan, serta tentunya lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan BBM.
Kemenko Kemaritiman juga akan mendorong pemerintah daerah agar program konversi BBM ke BBG bagi kapal perikanan nelayan kecil lebih cepat terealisasi bagi seluruh nelayan kecil di Indonesia. Sebesar 70% atau sekitar 20 juta orang nelayan dan masyarakat pesisir masih terjebak dalam kemiskinan. Padahal dengan potensi penghematan dengan konverter kit diharapkan kesejahteraan nelayan dapat meningkat.
Deputi Agung mengatakan, melalui program konversi BBM ke BBG dengan konverter kit ini diharapkan nelayan-nelayan kecil dapat hidup lebih sejahtera, “Pembagian 1.081 unit konverter kit di Kabupaten Karangasem ini sudah berlangsung dalam beberapa bulan ini dan diharapkan dalam tiga hari kedepan akan selesai. Semoga dengan program ini nelayan dapat lebih sejahtera, dapat menangkap ikan dengan nyaman agar kehidupan mereka semakin baik.” Pungkas Deputi Agung.
(Sumber : opsi.id)

Pasaman_12

Karangasem, balipuspanews.com – Deputi bidang sumber daya alam dan jasa Kemenko Kemaritiman Ir Agung, Kuswandono, menyerahkan 1.081 unit paket mesin perahu yang terdiri dari converter kit, mesin long tail dan 2 buah tabung LPJ kepada para Nelayan yang ada di Kabupaten Karangasem, Selasa (30/10/2018).

Penyerahan mesin dengan bahan bakar gas LPJ ini dilakukan di Pantai Bias Putih, Desa Bugbug, Karangasem. Didampingi oleh Asisten Amalyos, para Nelayan langsung melakukan uji coba dengan memasang mesin bertenaga 6,5 PK tersebut diperahu milik salah satu nelayan.
Menurut Amin Ben Gas penemu mesin berbahan bakar gas LPJ yang juga sebagai seorang nelayan ini mengatakan, untuk pemakaian gas sebagai alternatif bahan bakar awalnya didasari oleh kondisi ditempat tinggalnya yang sulit mendapatkan bahan bakar.
Dari sanalah muncul ide untuk mengubah bahan bakar dari BBM ke gas LPJ. Setelah berjalan rupanya penemuannya itu sukses dan terbukti jauh lebih efisiensi dalam penggunaan bahan bakar.
“Untuk 1 buah tabung LPJ, setara dengan penggunaan BBM 15 liter,” ujarnya.
Selain irit, penggunaan gas sebagai bahan bakar dari segi keamanan dipandang lebih baik ketimbang menggunakan minyak. Tenaga yang dihasilkanpun tak kalah dengan BBM, bahkan ketika menghidupkan mesin juga jadi lebih enteng tidak perlu susah payah.
Sementara itu, Deputi bidang sumber daya alam dan jasa, Kemenko Kemaritiman, Kuswandono mengatakan dengan pembagian motor tempel dan tabung gas ini biaya oprasional para nelayan bisa ditekan sehingga bisa tetap melaut dengan sedikit biaya.
Menurut salah satu nelayan penerima bantuan asal Desa Seraya, Komang Dana, untuk kebutuhan sekali melaut dirinya perlu biaya 40 ribu atau 4 liter bensin. Dengan biaya sebesar itu tentu untuk menutupi biaya oprasional cukup sulit, bahkan terkadang tidak ada hasil sama sekali.
Nah jika diakumulasikan sesuai dengan perhitungan 1 tabung gas setara dengan 15 liter BBM, maka hitungannya 1 tabung bisa untuk 3 kali melaut itupun masih tersisa.
(Sumber : balipuspanews.com)

Padang_10

JAKARTA – Empat kementerian dalam koordinasi dengan Kemenko Kemaritiman adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan (KemenHub) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Kementerian ESDM bersama Kemenko Kemaritiman bekerja sama dalam mendorong program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk nelayan kecil.

Kebijakan ini sendiri menjadi bagian dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sesuai Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2015 menyelenggarakan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pengendalian urusan Kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang kemaritiman.
Nelayan Karangasem, Bali tidak luput dari program pemerintah ini. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman Agung Kuswandono Bersama jajarannya, di sela kegiatan Our Ocean Conference 2018, menyempatkan untuk melakukan kunjungan lapangan meninjau pembagian 1.081 unit paket perdana program konversi BBM ke LPG 3 Kg untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di Kabupaten Karangasem (30 Oktober 2018).
Pantai Bias Putih Desa Adat Bugbug Karangasem menjadi lokasi penyerahan paket perdana tersebut termasuk konverter kit di dalamnya. Pantai dengan kawasan perbukitan ini merupakan wilayah antara dua desa yaitu Desa Perasi Kecamatan Karangasem, yang merupakan pangkalan jukung-jukung (perahu tradisional nelayan setempat).
Penyerahan 1.081 paket perdana yang terdiri dari mesin motor tempel, long tail dan 2 tabung LPG 3 Kg dan konverter kit tersebut ditargetkan selesai secara keseluruhan dalam tiga hari kedepan. Program konversi BBM ke BBG, membuat nelayan lebih produktif karena LPG jauh lebih mudah dan murah daripada benain atau solar. Biaya operasional untuk perahu motor yang menggunakan gas, menjadi lebih murah. Konverter Kit ini mengkonversikan 1 tabung LPG 3 yang setara dengan 10-15 liter BBM. Hingga dapat membantu nelayan berhemat biaya operasional melaut.
Diketahui 70% biaya operasional nelayan adalah untuk bahan bakar. Program konversi BBM ke BBG menjadi prioritas untuk masyarakat miskin dan pra miskin. Bagi nelayan pemberian konverter kit ini hanya untuk kapal perikanan kecil yang kurang dari 5 GT. Kemenko Kemaritiman akan mendorong percepatan pelaksanaan program konversi BBM ke BBG ini di daerah-daerah lain yang belum terjangkau. Tujuan program ini adalah demi mewujudkan efisiensi anggaran negara dan nelayan, serta tentunya lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan BBM.
Kemenko Kemaritiman juga akan mendorong pemerintah daerah agar program konversi BBM ke BBG bagi kapal perikanan nelayan kecil lebih cepat terealisasi bagi seluruh nelayan kecil di Indonesia. Sebesar 70% atau sekitar 20 juta orang nelayan dan masyarakat pesisir masih terjebak dalam kemiskinan. Padahal dengan potensi penghematan dengan konverter kit diharapkan kesejahteraan nelayan dapat meningkat.
Deputi Agung mengatakan, melalui program konversi BBM ke BBG dengan konverter kit ini diharapkan nelayan-nelayan kecil dapat hidup lebih sejahtera, “Pembagian 1.081 unit konverter kit di Kabupaten Karangasem ini sudah berlangsung dalam beberapa bulan ini dan diharapkan dalam tiga hari kedepan akan selesai. Semoga dengan program ini nelayan dapat lebih sejahtera, dapat menangkap ikan dengan nyaman agar kehidupan mereka semakin baik.” Pungkas Deputi Agung.
(Sumber : kuwera.id)

WhatsApp Image 2018-10-08 at 15.25.29
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — PT Pertamina (Persero) yang mendapat penugasan dari Kementerian ESDM untuk melakukan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada nelayan kecil, secara konsisten merealisasikan konversi tersebut di berbagai sentra nelayan di berbagai daerah.
Di Makassar diserahkan 1.375 konverter kit kepada nelayan kecil dalam rangka mengkonversi BBM ke BBG pada kapal-kapal yang digunakan untuk melaut.
Secara simbolik penyerahan Konverter Kit dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral kepada perwakilan nelayan kecil yang menggunakan Kapal 5 GT Jumat (29/9/2017).
Ikut mendampingi penyerahan Konverter Kit Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar dan Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina, Basuki Trikora Putra.
Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan, pemberian paket perdana pada nelayan kecil ini terdiri dari mesin kapal, konverter kit serta pemasangan dan tabung khusus LPG beserta isinya.
“Kriteria penerima adalah nelayan pemilik kapal kurang lebih 5 GT. Penerima paket adalah nelayan yang memiliki kapal berbahan bakar bensin dan berdaya mesin kurang dari 13 HP, serta belum pernah menerima bantuan sejenis,” kata Johan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan (kiri), Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kedua kanan) melambaikan tangan di atas perahu sat mencoba penggunaan paket perdana konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) di Anjungan Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/9). Sebanyak 1.375 paket bantuan terdiri dari konverter kit, mesin kapal, dan tabung gas di serahkan kepada nelayan kecil secara gratis oleh Kementerian ESDM melalui PT Pertamina (persero) yang mampu menghemat biaya bahan bakar untuk melaut sebesar 50 persen.
Penyerahan Konverter kit kepada nelayan kecil akan berlangsung sampai dengan November 2017. Program Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Kecil Tahun 2017, telah merealisasikan pemberian 2.165 Konverter Kit dari rencana 16.656 paket.
Alokasi anggaran Program Konversi BBM ke BBG kepada Nelayan Kecil Tahun 2017 senilai Rp 120,96 miliar, untuk 16 kabupaten yang terbagi dalam empat zona.
Nelayan kecil yang sudah menerima Konverter kit selain Makassar, juga Pasaman Barat, Padang, Banyuwangi, Demak, Tuban dan Lombok Barat.
(Sumber : tribunenews.com)
WhatsApp Image 2018-10-16 at 13.00.35
Jakarta – Nelayan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan menjadi penerima konverter kit pertama di wilayah Sulawesi. Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, pembagian paket konverter kit bagi nelayan kecil ini bertujuan memberikan kemudahan akses energi kepada masyarakat, memberikan dampak positif kepada nelayan melalui penghematan pengeluaran biaya bahan bakar, membantu ekonomi masyarakat nelayan menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan, serta mengurangi konsumsi BBM bersubsidi.
“Dengan konverter kit berbahan bakar elpiji, nelayan bisa menghemat biaya operasional melaut Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per harinya. Dengan LPG juga memberikan energi bersih, mengurangi konsumsi BBM,” kata Jonan dalam keterangan tertulis, Jumat (21/9/2018).
Jonan memberikan sebanyak 953 paket perdana konverter kit kepada nelayan Takalar, disaksikan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Tamsil Linrung, anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana, Bupati Takalar Syamsari Kitta, Direktur Pembinaan Program Migas Mustafid Gunawan, dan Pjs. General Manager Pertamina MOR VII Iwan Yudha.
Pembagian paket perdana konverter kit BBM ke elpiji terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, dua buah tabung Elpiji 3 kg, dan aksesori pendukung lainnya.
Iwan mengatakan untuk suplai Elpiji 3 kg kepada nelayan Takalar saat ini dilayani oleh satu agen dan dua pangkalan.
“Penambahan satu agen dan enam pangkalan elpiji yang baru, saat ini sedang dalam proses. Dengan lokasi-lokasi sesuai rekomendasi Dinas Perikanan Takalar,” ujar Iwan.
Jumlah kebutuhan Elpiji 3 kg untuk nelayan Takalar diestimasi sebesar 7.633 tabung per bulan. Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar, dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).
Sementara itu diketahui pada 2016 dan 2017 telah dibagikan sejumlah 5.473 dan 17.081 unit paket konverter kit. Hingga Desember tahun ini, sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018 akan dibagikan sejumlah 25 ribu unit konverter kit untuk 55 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Alokasi konverter kit untuk nelayan di Sulawesi Selatan (Bone, Bulukumba, Jeneponto, Selayar, Sinjai, Takalar, dan Wajo) sebanyak 5.314 unit. Provinsi Gorontalo (Boalemo, Bone Bolango, Gorontalo Utara dan Pohuwatu) mendapat 2.798 unit.
Selanjutnya Sulawesi Tengah (Banggai dan Palu) menerima 1.379 unit paket konverter kit, dan Sulawesi Utara (Manado dan Minahasa) 1.144 unit. Sedangkan kebutuhan elpiji bagi nelayan di Sulawesi hingga Desember 2018 diperkirakan mencapai 358.800 tabung.
(Sumber : finance.detik.com)