Category Archives: Daerah

Media

Uji outboat/speed boat Honda 20 PK/HP dg mengunakan Konkit ABG berbahan bakar gas lpg 3 kg dan 5 kg di Sungai Kapuas

Uji outboat/speed boat Honda 20 PK/HP dg mengunakan Konkit ABG berbahan bakar gas lpg 3 kg dan 5 kg di Sungai Kapuas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Penemu Konverter Kit Amin BenGas (ABG) Amin menyatakan tak akan berhenti untuk terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan terhadap ABG.
Setelah tuntas mengembahkan ABG generasi ke delapan, saat ini dirinya tengah melakukan uji coba Konverter ABG generasi ke 9 yang dipasangkan pada mesin speedboat tempel 20 PK dan 6,5 PK.
Bersama dengan timnya, Amin begitu cekatan melakukan pemeriksaan terhadap setiap detail mesin speedboat, konverter, tabung gas Elpiji 3kg dan 5,5 Kg serta perahu. Proses uji coba tersebut dilakukan di sepanjang Sungai Kapuas, Sabtu (15/12/2018).
Amin memaparkan selama empat jam menjajal mesin speedboat honda 20 PK dengan menggunakan bahan bakar tabung Gas Elpiji tidak ada kendala apapun.
Mesin tetap stabil, tekananan mesin juga stabil bahkan suara mesin terdengar lebih halus dibandingkan dengan menggunakan bensin.
“Kita juga mencoba menggunakan tabung gas non subsidi yang 5,5 Kg. Kita ingin melihat sejauhmana titik bekunya atau kondensasinya pada tabung gas,” ujarnya.
Ia menjelaskan selama proses uji coba yang dilakukan selama 4 jam dengan menyusuri sungai kapuas menggunakan mesin speedboat dengan bahan bakar tabung gas tidak ada masalah dan kendala.
(Sumber : tibunepontianak.co.id)

Padang_07

BATAM-Sebanyak 429 nelayan kecil yang ada di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mendapatkan paket konverter kit yang didistribusikan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I, Selasa (23/10/2018).
Unit Manager Communication dan CSR PT Pertamina (Persero) MOR I Rudi Ariffianto mengatakan, distribusi paket perdana LPG 3 kilogram di Batam merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Pertamina untuk melaksanakan konversi BBM ke bahan bakar gas bagi nelayan.
“Sesuai instruksi pemerintah, Pertamina telah melaksanakan pembagian paket konverter kit kepada para nelayan secara bertahap sejak bulan Oktober tahun 2017,” kata Rudi.
Rudi juga menjelaskan, kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar, dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).
“Paket yang diperuntukkan bagi nelayan kecil di Batam terdiri dari regulator untuk tekanan tinggi pada tabung LPG, regulator untuk tekanan rendah untuk tabung LPG, selang karet untuk mesin, tabung LPG 3 KG, serta konverter kit BBM ke BBG dan mesin kapal,” jelasnya.
Untuk di Batam, nelayan yang mendapatkan konverter kit ini diantaranya nelayan yang ada di pelabuhan rakyat Tanjung Riau, Pandan Bahari, Tanjung Piayu, dan pelabuhan rakyat Tanjung Gundap. Tidak hanya di Batam, konverter kit ini juga diberikan bagi nelayan kecil yang ada di Sumatera Utara (Sumut) yang mencapai 1.042 paket.
“Untuk alokasi konverter kit bagi nelayan di Sumut yang tersebar di Kabupaten Labuhan Batu sebanyak 197 paket,” ungkapnya.
Kemudian, Kabupaten Tapanuli Tengah 420 paket, Kabupaten Labuhan Batu Utara 59 paket, Kabupaten Mandailing Natal 315 paket, dan Kabupaten Samosir 51 paket.
“Jadi total keseluruhan paket konverter kit yang disalurkan PT Pertamina (Persero) MOR I berjumlah 1.471 paket, dangan jumlah terbesar di Sumut mencapai 1.042 paket,” pungkas Rudi.
(Sumber : kompas.com)

WhatsApp Image 2018-11-20 at 09.25.29
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar kembali membagikan paket perdana konverter kit BBM ke elpiji kepada nelayan. Kali ini, ia menyalurkan 880 unit konkit di Tarakan sekaligus meninjau proyek pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 4.695 sambungan rumah (SR) di sana.
Kedua program ini didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 yang diamanatkan kepada Kementerian ESDM.
“Bapak-bapak nelayan tidak usah takut karena LPG habis, rebutan elpiji di rumah dengan ibu-ibu, karena ibu-ibu sudah memakai jargas. Bapak-bapak (melaut) pakai elpiji 3 kilogram, Ibu-ibu pakai jargasnya,” ujar Arcandra dalam keterangan tertulis, Rabu (15/11/2018).
Pembagian 880 unit konverter kit BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil merupakan salah satu upaya Pemerintah melakukan diversifikasi energi yaitu menyediakan alternatif energi yang dapat digunakan.
Dengan konverter kit berbahan bakar elpiji, nelayan bisa menghemat biaya operasional penggunaan elpiji hingga 30 persen dengan asumsi tanpa ada subsidi. Jika dengan subsidi yang berlaku sekarang, baik untuk bensin maupun elpiji, maka penghematan yang diperoleh bisa mencapai sekitar 50 persen.
“Manfaat konkit untuk nelayan melaut 8-10 jam, bisa hemat Rp 30.000-50.000 sehari,” kata Arcandra.
Selain itu, konkit ini juga ramah lingkungan karena minim emisi. “Jadi ada dua manfaat konkit yang pertama manfaat ekonomi dan yang kedua ramah lingkungan,” lanjut dia.
Pembagian paket perdana konverter kit BBM ke elpiji terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, dua buah tabung elpiji 3 kg, serta aksesoris pendukung lainnya berupa reducer, regulator, mixer, dan sebagainya.
Pertamina dipastikan siap mendukung kelancaran program ini dengan menyiapkan kebutuhan refill elpiji tabung 3 kilogram. Dengan demikian, para Nelayan dapat merasakan manfaat dari program konversi ini dan berkembang pemakaian elpiji untuk mesin perahu nelayan ke depannya.
Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres Nomor 126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP). Pada 2016 dan 2017, Kementerian ESDM melalui penugasan kepada Pertamina telah membagikan 5.473 unit di 10 kabupaten/kota dan 17.081 unit paket konverter kit di 28 kabupaten/kota.
Sementara pada 2018 ini ditargetkan pembagian sekitar 25.000 unit di 58 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
(Sumber : kompas.com)
WhatsApp Image 2018-10-10 at 11.09.04

BONEPOS.COM, BONE, —Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan dan Pertamina Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memberikan bantuan kepada 947 nelayan kecil berupa mesin dan konverter KIT BBM ke BBG.

Proses penyaluran bantuan berlangsung di PPI Lonrae, Desa Lamuru dan desa Usto Mare sekaligus disertai dengan sosialisasi dan pengenalan modifikasi mesin kapal dengan menggunakan bahan bakar gas dimulai tanggal 28 Oktober 2018 sampai 16 November 2018.
A.Sukiman, S.St, M.Si menuturkan Program Paket Konversi BBM ke BBG untuk kapal perikanan tersebut untuk membantu masyarakat nelayan kecil.
“Adapun paket konversi yang diserahkan berupa mesin kapal, converter kit, tabung LPG, As Panjang, dan baling-baling,”ujarnya
Dia juga berharap agar bantuan yang diterima oleh sejumlah nelayan tersebut dapat dijaga serta dirawat sebagaimana mestinya dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Saya berharap semoga apa yang diberikan ini dapat dirawat serta dijaga sebaik mungkin agar dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama atau bahkan hingga bertahun-tahun,”harap A.Sukiman
Sementara itu Alfianto, S.H sebagai pengawas mengatakan bahwa sebelum penyaluran bantuan tersebut, pihak terlebih dahulu melakukan verifikasi persyaratan penerima bantuan yang betul-betul berprofesi sebagai nelayan.
“Sebelum bantuan tersalurkan, kami telah melakukan verifikasi persyaratan penerima bantuan yang berprofesi sebagai nelayan, yang memiliki kartu Nelayan, mesin dan perahu dengan kapasitas dibawah 5 GT sesuai dengan ketentuan dari kementerian ESDM,”tuturnya kepada bonepos.com.
(Sumber : bonepos.com)

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan

Kubu Raya – Bupati Kubu Raya terpilih, Muda Mahendrawan mengajak seluruh masyarakat Kubu Raya mendukung pemerintahan Provinsi Kalbar dibawah kepemimpinan Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Hal itu disampaikan Muda saat memberikan sambutannya pada pembukaan Festival Robo-robo di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Kakap, Kubu Raya, Rabu (7/11/2018).
“Kami bangga bapak bisa hadir, walaupun ini agenda pertama di Punggur Kecil ini tapi Alhamdulillah ada optimisme yang besar bagi masyarakat Kubu Raya dengan kehadiran Bapak Gubernur disini. Bapak Kapolda juga demikian dan Alhamdulillah Pilkada di Kalbar berjalan dengan aman dan sukses,” ujarnya.
Muda juga mengatakan masih banyak pekerjaan rumah Kubu Raya yang harus segera dilakukan percepatan-percepatan, sehingga kata dia, perlu ada sinergitas yang kuat antara Pemerintah Kubu Raya dengan Gubernur termasuk TNI-Polri.
Bupati Kubu Raya pertama ini juga menegaskan bahwa dirinya tak lagi meragukan kualitas seorang Sutarmidji. Sebab ia menilai, mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu sudah sangat berhasil selama memimpin Pontianak.
“Kalau soal pembangunan saya sudah tak ragu dengan Pak Sutarmidji, Pontianak sudah selesai dibangunnya. Dari dulu saya bilang, saya yakin Kubu Raya ini, karena konektivitasnya langsung, saya yakin beliau sudah paham betul bagaimana untuk memperlancar dan mempercepat pembangunan di Kalbar khususnya Kubu Raya yang berbatasan langsung dengan beberapa Kabupaten dan Kota, untuk itu wajib kita kawal-kawal bersama-sama,” tukasnya.
Dirinya juga meyakini dengan sinergi yang kuat antar Pemerintah daerah tingkat II dan Pemerintah Provinsi, maka percepatan-percepatan pembangunan akan terwujud.
“Saya yakin kalau kita sama-sama, kita samakan visi, agar semua percepatan terutama di pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dapat terlaksana,” tukasnya lagi.
Bangga Konventer Kit Ciptaan Putra Kubu Raya Digunakan se-Indonesia
Muda juga menceritakan bahwa alat konventer kit bensin dan gas yang pertama kali digagas di Kubu Raya pada tahun 2010, saat ini sudah digunakan secara nasional.
“Lebih dari 60 kabupaten se-Indonesia menggunakan alat yang dibuat oleh putra daerah Kubu Raya dan alatnya sudah hampir 60 ribu lebih didistribusikan oleh Kementerian ESDM dan Kementerian Kemaritiman. Ini tentu membanggakan untuk kita, karena ini diciptakan oleh putra Kubu Raya,” tuturnya.
“Ini prestasi, artinya anak-anak Kubu Raya mampu berbuat sesuatu untuk Kalbar bahkan bagi Indonesia karena sudah diakui. Bahkan melalui alat ini keluar Perpres yang mengesahkan penggunaan LPG itu untuk alat sampan motor nelayan, mudah-mudahan ini menjadi salah satu yang terprogram dalam pemerintahan sekarang,” sambungnya.
“Saya yakin Pak Gubernur juga akan mendukung karena daerah di Kalbar sebagian besar daerah perairan tentu ini akan sangat dibutuhkan untuk diberdayakan,” tandasnya.
(Sumber : KalbarOnline)

45643843_2235720446706585_705370630870007808_n

KalbarOnline, Kubu Raya – Bupati Kubu Raya terpilih, Muda Mahendrawan mengatakan bahwa alat konventer kit bensin dan gas yang pertama kali digagas di Kubu Raya pada tahun 2010, saat ini sudah digunakan secara nasional.
Hal itu diungkapkan Muda saat menghadiri pembukaan Festival Robo-robo di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, Rabu (7/11/2018).
“Lebih dari 60 kabupaten se-Indonesia menggunakan alat yang dibuat oleh putra daerah Kubu Raya dan alatnya sudah hampir 60 ribu lebih didistribusikan oleh Kementerian ESDM dan Kementerian Kemaritiman. Ini tentu membanggakan untuk kita, karena ini diciptakan oleh putra Kubu Raya,” tuturnya.
“Ini prestasi, artinya anak-anak Kubu Raya mampu berbuat sesuatu untuk Kalbar bahkan bagi Indonesia karena sudah diakui. Bahkan melalui alat ini keluar Perpres yang mengesahkan penggunaan LPG itu untuk alat sampan motor nelayan, mudah-mudahan ini menjadi salah satu yang terprogram dalam pemerintahan sekarang,” sambungnya.
“Saya yakin Pak Gubernur juga akan mendukung karena daerah di Kalbar sebagian besar daerah perairan tentu ini akan sangat dibutuhkan untuk diberdayakan,” tandasnya.
(Sumber : Kalbar Online)

WhatsApp Image 2018-11-07 at 17.33.45

Kubu Raya, SP – Dalam kesempatan bertemu warga Punggur Kecil, Rabu (7/11), Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menegaskan bahwa mulai tahun ajaran baru tahun 2019, Pemerintah Provinsi akan memberikan biaya pendidikan gratis untuk siswa SMA dan SMK negeri di Kalbar.

“Mulai bulan Juli tahun depan itu sudah tidak perlu bayar lagi karena kita sudah bebaskan. Kemudian ada beasiswa untuk 10 ribu sampai 12 ribu anak dari keluarga yang tidak mampu. Ini akan terus kita tingkatkan jumlahnya,” kata Sutarmidji.
Gubernur mengatakan, Desa Punggur Kecil maupun Punggur Besar seharusnya saat ini dapat menjadi desa mandiri. Pemerintah Provinsi akan memperjuangkan program prioritas 20 persen APBD untuk belanja langsung pembangunan desa di Kalbar.
“Saya, Pak Pangdam dan Pak Kapolda akan berupaya untuk secepatnya membangun dari desa mandiri. Nanti kita akan atur yang mana dari 68 variabel desa mandiri itu yang dibiayai dari alokasi dana desa, diurus kabupaten, dan provinsi,” tuturnya.
Gubernur menegaskan, jalan menuju Desa Punggur Kecil akan dibagun lebih lebar lagi. Bila memungkinkan jalan tersebut akan dibagun selebar 12 meter untuk memudahkan akses masyarakat.
“Jalan Kakap itu akan dilebarkan, kalau bisa 12 meter karena sempit sekali. Apalagi pengguna jalannya saya lihat suka-suka dia saja, sambil ngobrol bertiga di jalan naik motor. Ada juga yang sambil teleponan,” katanya.
Sutramidji juga berpesan kepada masyarakat khusunya keluarga tidak mampu agar mengurus Jamkesmas untuk memudahkan mereka dalam berobat jika sakit. “Jangan waktu sakit baru mengurus Jamkesmas, kalau memang tidak mampu dari awal diurus BPJS-nya. Saya juga minta agar tidak ada lagi yang putus sekolah. Kepala desa, camat, bupati ayo berangkulan agar jangan ada lagi yang putus sekolah,” katanya.
Bupati terpilih Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengajak masyarakat Kubu Raya mengawal kebijakan Gubernur. “Visi kita samakan supaya ada percepatan di bidang pendidikan utamanya, dan kesehatan. Besasiswa, kebijakan Pak Gubernur tentu menjadi angin segar untuk kita semua,” katanya.
Bupati menilai pemuda Kubu Raya juga tidak kalah bersaing dengan pemuda daerah lainnya. Prestasi pemuda Kubu Raya antara lain, tahun 2010 pemuda asal Kubu Raya berhasil membuat alat komverter gas untuk kapal motor yang kemudian dipakai oleh lebih dari 60 kabupaten/kota di Indonesia dibawah naungan kementrian ESDM.
“Kita buktikan anak-anak Kubu Raya bisa berbuat untuk Kubu Raya dan Indonesia. Alat komverter itu diakui dengan keluarnya peraturan Presiden yang mengesahkan penggunaan LPG untuk motor sampan nelayan. Sekarang menjadi salah satu program pemerintahan,” kata Muda Mahendrawan.
(Sumber : Suara Pemred)

Sosialisasi_04

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah membagikan 1.261 paket perdana alat pengubah bahan bakar (konverter kit) dari bahan bakar minyak (BBM) ke Liqufied Petroleum Gas (LPG) untuk nelayan kecil di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan gas ( Ditjen Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Adhi Wibowo mengatakan,‎ pembagian konverter kit di Kabupaten Kepulauan Selayar ini merupakan terbanyak untuk 2018.

Penggantian bahan bakar kapal nelayan kecil ini, akan meningkatkan kesejahteraan karena dengan menggunakan LPG, biaya melaut menjadi lebih hemat hingga Rp 50 ribu per hari.

“Salah satu tugas Pemerintah adalah memajukan kehidupan masyarakat termasuk nelayan. Caranya antara lain dengan pemberian konkit. Penghematannya bisa Rp 50.000 per hari, sehingga dapat digunakan untuk menyekolahkan anak-anak agar kehidupannya lebih maju lagi,” kata Adhi di Jakarta, Rabu (31/10/2018).
Selain jauh lebih hemat, penggunaan LPG juga lebih ramah lingkungan karena emisinya jauh lebih rendah dari BBM. Konversi BBM ke LPG merupakan bentuk perlindungan lingkungan untuk generasi mendatang, serta investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. ‎ Dia pun meminta, agar bantuan dari pemerintah tersebut dapat dirawat dan digunakan dengan sebaik-baiknya.
“Jangan lupa ditanyakan ke teknisinya bagaimana menjaga dengan baik, supaya gasnya awet dan tidak bocor,” tuturnya.
Alokasi konverterkit untuk nelayan di wilayah Sulawesi tahun 2018, tersebar di empat provinsi dengan total 16 kabupaten dan kota yaitu Sulawesi Selatan teridiri dari Bone, Bulukumba, Jeneponto, Selayar, Sinjai, Takalar dan Wajo sebanyak 5.314 unit.
Provinsi Gorontalo terdiri dari Boalemo, Bone Bolango, Gorontalo Utara dan Pohuwatu mendapat 2.798 unit, Sulawesi Tengah Banggai dan Palu menerima 1.379 unit dan Sulawesi Utara Manado dan Minahasa 1.144 unit.
(Sumber : liputan6.com)

09
PALEMBANG, BERITAANDA – Konverter kit mesin getek menggunakan gas LPG ini ditemukan oleh Amin, anak seorang nelayan yang tinggal di Desa Kubu Raya Kalimantan Barat yang sudah mendapatkan label SNI. Mesin ini dibuat memang untuk para nelayan kecil.
Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Kota Palembang Haryanto menjelaskan, konverter kit mesin getek yang menggunakan gas LPG 3 Kg ini mendapatkan SNI dengan nomor seri : SNI EN 12806:2015.
“Mesin ini lebih unggul dari pada mesin keteg yang menggunakan BBM. Sebab, satu tabung itu sama dengan 15 liter BBM,” ujarnya, Jumat (26/10/2016).
Dilanjutkan Hary, keunggulan kecepatan mesin ini di atas mesin getek biasa di bawah mesin untuk speadbood.
“Artinya misal kalau menggunakan mesin getek yang menggunakan BBM itu kecepatannya 40 KM/Kh, namun mesin getek yang menggunakan LPG ini memiliki kecepatan 60-70 KM/Kh,” ungkapnya.
Disinggung nelayan di Kota Palembang, Hary mengatakan, untuk Kota Palembang sendiri itu hanya 90 unit yang mendapatkan mesin getek LPG ini.
Hary juga mengatakan, konverter kit ini memang dibuat untuk para nelayan kecil dan untuk meningkatkan perekonomian para nelayan.
“Kalau dilihat dari bahan bakar. Misal nelayan menghabiskan 15 liter bensin dalam satu hari untuk nelayan, maka kalau dengan konverter kit itu hanya satu tahung gas LPS 3 KG untuk dua hari,” jelasnya.
(Sumber : http://beritaanda.net)
CNN2

Palembang ibu kota provinsi Sumatera Selatan adalah kota tertua di Indonesia yang merupakan pusat kerajaan bahari Sriwijaya, berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang 17 Juni 688 Masehi. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East (“Venesia dari Timur”).

Membelah kota Palembang, ilir dan ulu, sungai Musi yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera (750km) juga merupakan bukti sejarah corak bahari masyarakat Palembang. Disamping menggunakan transportasi darat, transportasi sungai menjadi pilihan masyarakat kota Palembang, tepat di bawah jembatan ampera ada terminal bus air.
Selasa lalu (16/10), 90 nelayan kecil dari Kertapati dan Kalidoni menerima paket konverter kit. Acara pembagian dan sosialisasi penggunaan konverter kit sendiri dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Nazaruddin Kiemas, Kepala Dinas Perikanan Kota Palembang Aprizal, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Heru Riyanto, dan Region Manager Domestic Gas II Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel, Teddy Bariadi.
Setiap nelayan menerima alat konverter berSNI merk ABG (Amin Ben Gas UMKM Binaan BSN), mesin penggerak, as panjang, baling-baling, dua buah tabung LPG 3 Kg, dan aksesoris pendukung lainnya. Pembagian paket ini merupakan impelentasi dari program konversi energi untuk nelayan kecil (Perpres 126/2015) untuk membantu ekonomi nelayan kecil dan menekan biaya operasional melaut.
Alat konverter ABG ini pernah dikenalkan oleh Haryanto, personel KLT BSN Palembang ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan pada Maret 2018. KLT BSN Palembang sendiri menggunakan alat konverter ini untuk menghidupkan genset berdaya 2500 Watt saat mati listrik. (Sumber : BSN)