Cilacap_05
PADANG PARIAMAN – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memberikan 314 paket konverter kit (konkit) Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada nelayan kecil di Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (30/11).
Ini merupakan kali kedua dilakukan pembagian konkit di wilayah Sumatera Barat. Sebelumnya, telah dibagikan juga sebanyak 585 unit untuk nelayan kecil di kabupaten Pesisir Selatan. Sementara, pada tahun 2017, Pemerintah telah merealisasikan pembagian 1.505 paket konkit di wilayah Sumatera Barat, dengan rincian Kabupaten Pasaman Barat sebanyak 898 unit, Kota Padang 525 unit, Kabupaten Agam 82 unit.
Arcandra mengungkapkan, pembagian konverter kit untuk nelayan kecil merupakan salah satu program kementerian ESDM yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat disamping program lainnya, seperti program BBM satu Harga, Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), Sumur Bor Air Tanah, dan sebagainya. “Sekitar 4 sampai 5 tahun yang lalu anggaran Kementerian ESDM mencapai Rp18 Triliun dan tahun depan dipangkas menjadi Rp4,9 triliun, dimana 50 persennya dipergunakan untuk belanja fisik program-program seperti ini,” ungkap Arcandra.
Program ini adalah hak-hak masyarakat dimana pemerintah hanya mengelola dana pembangunan untuk masyarakat. Nelayan yang mendapat bantuan program ini merupakan nelayan kecil yang memang sangat membutuhkan bantuan, yakni nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar, memiliki daya mesin dibawah 13 Horse Power (HP), menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan serta memiliki kartu nelayan.
Arcandra menambahkan pembagian konverter kit merupakan program pemerintah sebagai kepedulian terhadap masyarakat. “Pembangunan tidak hanya dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di perkotaan, tetapi masyarakat yang tinggal di pedesaan juga dapat menikmati,” tegas Arcandra. Nelayan kecil yang melaut seharian dapat menghemat 30 ribu sampai 35 ribu rupiah dibandingkan dengan membeli BBM.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyatakan kepada para nelayan yang menerima bantuan untuk bersyukur kepada Allah SWT karena mendapatkan bantuan.
Dengan adanya bantuan dari pemerintah ini, Nasrul mengajak para nelayan untuk terus berusaha dan berdoa agar dapat meningkatkan kesejahteraannya.
“Untuk itu kerja tetap rajin, jangan lupakan sholat, pendapatan meningkat, insyaAllah kesejahteraan pun meningkat,” ujar Nasrul.
Sementara Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menyampaikan bahwa pemberian dari Pemerintah ini sangat membantu nelayan. Di Kabupaten Padang Pariaman ada enam kecamatan yang berada di pesisir pantai dan kebanyakan masyarakatnya merupakan nelayan.
Dengan adanya pembagian BBM ke LPG, masyarakat dapat menghemat pengeluaran bahan bakar.
“Setelah dihitung, itu bisa menguntungkan 30 persen bagi nelayan kita jika menggunakan konverter kit,” ujar Suhatri.
Bantuan paket konverter kit BBM ke LPG ini terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, 2 buah tabung elpiji 3 kg, as panjang dan baling-baling, serta aksesoris pendukung lainnya.
Konversi BBM ke LPG untuk kapal nelayan bertujuan antara lain untuk memberikan akses energi kepada masyarakat serta sebagai solusi penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan. Selain itu, program ini juga membantu ekonomi masyarakat nelayan menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan.
Tahun 2018 ini, Kementerian ESDM akan membagikan paket perdana konkit sebanyak 25 ribu unit di 55 Kabupaten/Kota.
(Sumber: Kementerian ESDM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>