Pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 diisi dengan topik pemangkasan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini seiring meningkatnya pembiayaan negara hingga 7 kali lipat untuk subsidi energi sejak 2010.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lombok Timur, M Tasywiruddin menilai, kebijakan pembatasan subsidi BBM tersebut jelas merugikan masyarakat nelayan, termasuk para nelayan di daerah ini.

Perahu nelayan yang sudah menggunakan bahan bakar LPG tabung 3 kg dengan alat konverter kit Amin Ben Gas. (dok.AminBenGas/istimewa)

Perahu nelayan yang sudah menggunakan bahan bakar LPG tabung 3 kg dengan alat konverter kit Amin Ben Gas. (dok.AminBenGas/istimewa)

Taswirudin mengatakan, pemangkasan BBM bersubsidi tersebut juga mempersulit nelayan Lombok Timur, karena rata-rata kondisi perekonomian nelayan berada pada taraf menengah ke bawah. “Namun pemangkasan BBM bersubsidi untuk nelayan tersebut secara resmi belum kami terima,” ujarnya.

Guna menyikapi hal tersebut, DKP Lombok Timur menawarkan berbagai alternatif diantaranya dengan pengalihan BBM ke bahan bakar gas (BBG) menggunakan converter kit. “Converter kit tersebut merupakan alat untuk mengkonversi mesin dengan BBM untuk dapat menggunakan BBG yang untuk menjalankan kapal dan perahu para nelayan,” terangnya.

Rencananya, pada awal 2015 seluruh nelayan Lombok Timur yang selama ini menggunakan BBM diharapkan menggunakan converter kit tersebut,” tandasnya.

 

 

 

 

 

Sumber : lombokita.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>