Author Archives: admin

45643843_2235720446706585_705370630870007808_n

KalbarOnline, Kubu Raya – Bupati Kubu Raya terpilih, Muda Mahendrawan mengatakan bahwa alat konventer kit bensin dan gas yang pertama kali digagas di Kubu Raya pada tahun 2010, saat ini sudah digunakan secara nasional.
Hal itu diungkapkan Muda saat menghadiri pembukaan Festival Robo-robo di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, Rabu (7/11/2018).
“Lebih dari 60 kabupaten se-Indonesia menggunakan alat yang dibuat oleh putra daerah Kubu Raya dan alatnya sudah hampir 60 ribu lebih didistribusikan oleh Kementerian ESDM dan Kementerian Kemaritiman. Ini tentu membanggakan untuk kita, karena ini diciptakan oleh putra Kubu Raya,” tuturnya.
“Ini prestasi, artinya anak-anak Kubu Raya mampu berbuat sesuatu untuk Kalbar bahkan bagi Indonesia karena sudah diakui. Bahkan melalui alat ini keluar Perpres yang mengesahkan penggunaan LPG itu untuk alat sampan motor nelayan, mudah-mudahan ini menjadi salah satu yang terprogram dalam pemerintahan sekarang,” sambungnya.
“Saya yakin Pak Gubernur juga akan mendukung karena daerah di Kalbar sebagian besar daerah perairan tentu ini akan sangat dibutuhkan untuk diberdayakan,” tandasnya.
(Sumber : Kalbar Online)

WhatsApp Image 2018-11-07 at 17.33.45

Kubu Raya, SP – Dalam kesempatan bertemu warga Punggur Kecil, Rabu (7/11), Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menegaskan bahwa mulai tahun ajaran baru tahun 2019, Pemerintah Provinsi akan memberikan biaya pendidikan gratis untuk siswa SMA dan SMK negeri di Kalbar.

“Mulai bulan Juli tahun depan itu sudah tidak perlu bayar lagi karena kita sudah bebaskan. Kemudian ada beasiswa untuk 10 ribu sampai 12 ribu anak dari keluarga yang tidak mampu. Ini akan terus kita tingkatkan jumlahnya,” kata Sutarmidji.
Gubernur mengatakan, Desa Punggur Kecil maupun Punggur Besar seharusnya saat ini dapat menjadi desa mandiri. Pemerintah Provinsi akan memperjuangkan program prioritas 20 persen APBD untuk belanja langsung pembangunan desa di Kalbar.
“Saya, Pak Pangdam dan Pak Kapolda akan berupaya untuk secepatnya membangun dari desa mandiri. Nanti kita akan atur yang mana dari 68 variabel desa mandiri itu yang dibiayai dari alokasi dana desa, diurus kabupaten, dan provinsi,” tuturnya.
Gubernur menegaskan, jalan menuju Desa Punggur Kecil akan dibagun lebih lebar lagi. Bila memungkinkan jalan tersebut akan dibagun selebar 12 meter untuk memudahkan akses masyarakat.
“Jalan Kakap itu akan dilebarkan, kalau bisa 12 meter karena sempit sekali. Apalagi pengguna jalannya saya lihat suka-suka dia saja, sambil ngobrol bertiga di jalan naik motor. Ada juga yang sambil teleponan,” katanya.
Sutramidji juga berpesan kepada masyarakat khusunya keluarga tidak mampu agar mengurus Jamkesmas untuk memudahkan mereka dalam berobat jika sakit. “Jangan waktu sakit baru mengurus Jamkesmas, kalau memang tidak mampu dari awal diurus BPJS-nya. Saya juga minta agar tidak ada lagi yang putus sekolah. Kepala desa, camat, bupati ayo berangkulan agar jangan ada lagi yang putus sekolah,” katanya.
Bupati terpilih Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengajak masyarakat Kubu Raya mengawal kebijakan Gubernur. “Visi kita samakan supaya ada percepatan di bidang pendidikan utamanya, dan kesehatan. Besasiswa, kebijakan Pak Gubernur tentu menjadi angin segar untuk kita semua,” katanya.
Bupati menilai pemuda Kubu Raya juga tidak kalah bersaing dengan pemuda daerah lainnya. Prestasi pemuda Kubu Raya antara lain, tahun 2010 pemuda asal Kubu Raya berhasil membuat alat komverter gas untuk kapal motor yang kemudian dipakai oleh lebih dari 60 kabupaten/kota di Indonesia dibawah naungan kementrian ESDM.
“Kita buktikan anak-anak Kubu Raya bisa berbuat untuk Kubu Raya dan Indonesia. Alat komverter itu diakui dengan keluarnya peraturan Presiden yang mengesahkan penggunaan LPG untuk motor sampan nelayan. Sekarang menjadi salah satu program pemerintahan,” kata Muda Mahendrawan.
(Sumber : Suara Pemred)


WhatsApp Image 2018-10-10 at 13.08.15
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sesuai Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2015 menyelenggarakan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pengendalian urusan Kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang kemaritiman.

Adapun 4 kementerian dalam koordinasi dengan Kemenko Kemaritiman adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan (KemenHub) dan Kementerian Pariwisata (KemenPar). Kementerian ESDM bersama Kemenko Kemaritiman bekerja sama dalam mendorong program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk nelayan kecil.
Nelayan Karangasem, Bali tidak luput dari program pemerintah ini. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman Agung Kuswandono Bersama jajarannya, di sela kegiatan Our Ocean Conference 2018, menyempatkan untuk melakukan kunjungan lapangan meninjau pembagian 1.081 unit paket perdana program konversi BBM ke LPG 3 Kg untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di Kabupaten Karangasem (30 Oktober 2018).
Pantai Bias Putih Desa Adat Bugbug Karangasem menjadi lokasi penyerahan paket perdana tersebut termasuk konverter kit di dalamnya. Pantai dengan kawasan perbukitan ini merupakan wilayah antara dua desa yaitu Desa Perasi Kecamatan Karangasem, yang merupakan pangkalan jukung-jukung (perahu tradisional nelayan setempat).
Penyerahan 1.081paket perdana yang terdiri dari mesin motor tempel, long tail dan 2 tabung LPG 3 Kg dan konverter kit tersebut ditargetkan selesai secara keseluruhan dalam tiga hari kedepan. Program konversi BBM ke BBG, membuat nelayan lebih produktif karena LPG jauh lebih mudah dan murah daripada benain atau solar. Biaya operasional untuk perahu motor yang menggunakan gas, menjadi lebih murah. Konverter Kit ini mengkonversikan 1 tabung LPG 3 yang setara dengan 10-15 liter BBM. Hingga dapat membantu nelayan berhemat biaya operasional melaut.
Diketahui 70% biaya operasional nelayan adalah untuk bahan bakar. Program konversi BBM ke BBG menjadi prioritas untuk masyarakat miskin dan pra miskin. Bagi nelayan pemberian konverter kit ini hanya untuk kapal perikanan kecil yang kurang dari 5 GT.
Kemenko Kemaritiman akan mendorong percepatan pelaksanaan program konversi BBM ke BBG ini di daerah-daerah lain yang belum terjangkau. Tujuan program ini adalah demi mewujudkan efisiensi anggaran negara dan nelayan, serta tentunya lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan BBM.
Kemenko Kemaritiman juga akan mendorong pemerintah daerah agar program konversi BBM ke BBG bagi kapal perikanan nelayan kecil lebih cepat terealisasi bagi seluruh nelayan kecil di Indonesia. Sebesar 70% atau sekitar 20 juta orang nelayan dan masyarakat pesisir masih terjebak dalam kemiskinan. Padahal dengan potensi penghematan dengan konverter kit diharapkan kesejahteraan nelayan dapat meningkat.
Deputi Agung mengatakan, melalui program konversi BBM ke BBG dengan konverter kit ini diharapkan nelayan-nelayan kecil dapat hidup lebih sejahtera, “Pembagian 1.081 unit konverter kit di Kabupaten Karangasem ini sudah berlangsung dalam beberapa bulan ini dan diharapkan dalam tiga hari kedepan akan selesai. Semoga dengan program ini nelayan dapat lebih sejahtera, dapat menangkap ikan dengan nyaman agar kehidupan mereka semakin baik.” Pungkas Deputi Agung.
(Sumber : opsi.id)

Pasaman_12

Karangasem, balipuspanews.com – Deputi bidang sumber daya alam dan jasa Kemenko Kemaritiman Ir Agung, Kuswandono, menyerahkan 1.081 unit paket mesin perahu yang terdiri dari converter kit, mesin long tail dan 2 buah tabung LPJ kepada para Nelayan yang ada di Kabupaten Karangasem, Selasa (30/10/2018).

Penyerahan mesin dengan bahan bakar gas LPJ ini dilakukan di Pantai Bias Putih, Desa Bugbug, Karangasem. Didampingi oleh Asisten Amalyos, para Nelayan langsung melakukan uji coba dengan memasang mesin bertenaga 6,5 PK tersebut diperahu milik salah satu nelayan.
Menurut Amin Ben Gas penemu mesin berbahan bakar gas LPJ yang juga sebagai seorang nelayan ini mengatakan, untuk pemakaian gas sebagai alternatif bahan bakar awalnya didasari oleh kondisi ditempat tinggalnya yang sulit mendapatkan bahan bakar.
Dari sanalah muncul ide untuk mengubah bahan bakar dari BBM ke gas LPJ. Setelah berjalan rupanya penemuannya itu sukses dan terbukti jauh lebih efisiensi dalam penggunaan bahan bakar.
“Untuk 1 buah tabung LPJ, setara dengan penggunaan BBM 15 liter,” ujarnya.
Selain irit, penggunaan gas sebagai bahan bakar dari segi keamanan dipandang lebih baik ketimbang menggunakan minyak. Tenaga yang dihasilkanpun tak kalah dengan BBM, bahkan ketika menghidupkan mesin juga jadi lebih enteng tidak perlu susah payah.
Sementara itu, Deputi bidang sumber daya alam dan jasa, Kemenko Kemaritiman, Kuswandono mengatakan dengan pembagian motor tempel dan tabung gas ini biaya oprasional para nelayan bisa ditekan sehingga bisa tetap melaut dengan sedikit biaya.
Menurut salah satu nelayan penerima bantuan asal Desa Seraya, Komang Dana, untuk kebutuhan sekali melaut dirinya perlu biaya 40 ribu atau 4 liter bensin. Dengan biaya sebesar itu tentu untuk menutupi biaya oprasional cukup sulit, bahkan terkadang tidak ada hasil sama sekali.
Nah jika diakumulasikan sesuai dengan perhitungan 1 tabung gas setara dengan 15 liter BBM, maka hitungannya 1 tabung bisa untuk 3 kali melaut itupun masih tersisa.
(Sumber : balipuspanews.com)

Padang_10

JAKARTA – Empat kementerian dalam koordinasi dengan Kemenko Kemaritiman adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan (KemenHub) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Kementerian ESDM bersama Kemenko Kemaritiman bekerja sama dalam mendorong program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk nelayan kecil.

Kebijakan ini sendiri menjadi bagian dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sesuai Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2015 menyelenggarakan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pengendalian urusan Kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang kemaritiman.
Nelayan Karangasem, Bali tidak luput dari program pemerintah ini. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman Agung Kuswandono Bersama jajarannya, di sela kegiatan Our Ocean Conference 2018, menyempatkan untuk melakukan kunjungan lapangan meninjau pembagian 1.081 unit paket perdana program konversi BBM ke LPG 3 Kg untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di Kabupaten Karangasem (30 Oktober 2018).
Pantai Bias Putih Desa Adat Bugbug Karangasem menjadi lokasi penyerahan paket perdana tersebut termasuk konverter kit di dalamnya. Pantai dengan kawasan perbukitan ini merupakan wilayah antara dua desa yaitu Desa Perasi Kecamatan Karangasem, yang merupakan pangkalan jukung-jukung (perahu tradisional nelayan setempat).
Penyerahan 1.081 paket perdana yang terdiri dari mesin motor tempel, long tail dan 2 tabung LPG 3 Kg dan konverter kit tersebut ditargetkan selesai secara keseluruhan dalam tiga hari kedepan. Program konversi BBM ke BBG, membuat nelayan lebih produktif karena LPG jauh lebih mudah dan murah daripada benain atau solar. Biaya operasional untuk perahu motor yang menggunakan gas, menjadi lebih murah. Konverter Kit ini mengkonversikan 1 tabung LPG 3 yang setara dengan 10-15 liter BBM. Hingga dapat membantu nelayan berhemat biaya operasional melaut.
Diketahui 70% biaya operasional nelayan adalah untuk bahan bakar. Program konversi BBM ke BBG menjadi prioritas untuk masyarakat miskin dan pra miskin. Bagi nelayan pemberian konverter kit ini hanya untuk kapal perikanan kecil yang kurang dari 5 GT. Kemenko Kemaritiman akan mendorong percepatan pelaksanaan program konversi BBM ke BBG ini di daerah-daerah lain yang belum terjangkau. Tujuan program ini adalah demi mewujudkan efisiensi anggaran negara dan nelayan, serta tentunya lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan BBM.
Kemenko Kemaritiman juga akan mendorong pemerintah daerah agar program konversi BBM ke BBG bagi kapal perikanan nelayan kecil lebih cepat terealisasi bagi seluruh nelayan kecil di Indonesia. Sebesar 70% atau sekitar 20 juta orang nelayan dan masyarakat pesisir masih terjebak dalam kemiskinan. Padahal dengan potensi penghematan dengan konverter kit diharapkan kesejahteraan nelayan dapat meningkat.
Deputi Agung mengatakan, melalui program konversi BBM ke BBG dengan konverter kit ini diharapkan nelayan-nelayan kecil dapat hidup lebih sejahtera, “Pembagian 1.081 unit konverter kit di Kabupaten Karangasem ini sudah berlangsung dalam beberapa bulan ini dan diharapkan dalam tiga hari kedepan akan selesai. Semoga dengan program ini nelayan dapat lebih sejahtera, dapat menangkap ikan dengan nyaman agar kehidupan mereka semakin baik.” Pungkas Deputi Agung.
(Sumber : kuwera.id)

Sosialisasi_04

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah membagikan 1.261 paket perdana alat pengubah bahan bakar (konverter kit) dari bahan bakar minyak (BBM) ke Liqufied Petroleum Gas (LPG) untuk nelayan kecil di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan gas ( Ditjen Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Adhi Wibowo mengatakan,‎ pembagian konverter kit di Kabupaten Kepulauan Selayar ini merupakan terbanyak untuk 2018.

Penggantian bahan bakar kapal nelayan kecil ini, akan meningkatkan kesejahteraan karena dengan menggunakan LPG, biaya melaut menjadi lebih hemat hingga Rp 50 ribu per hari.

“Salah satu tugas Pemerintah adalah memajukan kehidupan masyarakat termasuk nelayan. Caranya antara lain dengan pemberian konkit. Penghematannya bisa Rp 50.000 per hari, sehingga dapat digunakan untuk menyekolahkan anak-anak agar kehidupannya lebih maju lagi,” kata Adhi di Jakarta, Rabu (31/10/2018).
Selain jauh lebih hemat, penggunaan LPG juga lebih ramah lingkungan karena emisinya jauh lebih rendah dari BBM. Konversi BBM ke LPG merupakan bentuk perlindungan lingkungan untuk generasi mendatang, serta investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. ‎ Dia pun meminta, agar bantuan dari pemerintah tersebut dapat dirawat dan digunakan dengan sebaik-baiknya.
“Jangan lupa ditanyakan ke teknisinya bagaimana menjaga dengan baik, supaya gasnya awet dan tidak bocor,” tuturnya.
Alokasi konverterkit untuk nelayan di wilayah Sulawesi tahun 2018, tersebar di empat provinsi dengan total 16 kabupaten dan kota yaitu Sulawesi Selatan teridiri dari Bone, Bulukumba, Jeneponto, Selayar, Sinjai, Takalar dan Wajo sebanyak 5.314 unit.
Provinsi Gorontalo terdiri dari Boalemo, Bone Bolango, Gorontalo Utara dan Pohuwatu mendapat 2.798 unit, Sulawesi Tengah Banggai dan Palu menerima 1.379 unit dan Sulawesi Utara Manado dan Minahasa 1.144 unit.
(Sumber : liputan6.com)

09
PALEMBANG, BERITAANDA – Konverter kit mesin getek menggunakan gas LPG ini ditemukan oleh Amin, anak seorang nelayan yang tinggal di Desa Kubu Raya Kalimantan Barat yang sudah mendapatkan label SNI. Mesin ini dibuat memang untuk para nelayan kecil.
Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Kota Palembang Haryanto menjelaskan, konverter kit mesin getek yang menggunakan gas LPG 3 Kg ini mendapatkan SNI dengan nomor seri : SNI EN 12806:2015.
“Mesin ini lebih unggul dari pada mesin keteg yang menggunakan BBM. Sebab, satu tabung itu sama dengan 15 liter BBM,” ujarnya, Jumat (26/10/2016).
Dilanjutkan Hary, keunggulan kecepatan mesin ini di atas mesin getek biasa di bawah mesin untuk speadbood.
“Artinya misal kalau menggunakan mesin getek yang menggunakan BBM itu kecepatannya 40 KM/Kh, namun mesin getek yang menggunakan LPG ini memiliki kecepatan 60-70 KM/Kh,” ungkapnya.
Disinggung nelayan di Kota Palembang, Hary mengatakan, untuk Kota Palembang sendiri itu hanya 90 unit yang mendapatkan mesin getek LPG ini.
Hary juga mengatakan, konverter kit ini memang dibuat untuk para nelayan kecil dan untuk meningkatkan perekonomian para nelayan.
“Kalau dilihat dari bahan bakar. Misal nelayan menghabiskan 15 liter bensin dalam satu hari untuk nelayan, maka kalau dengan konverter kit itu hanya satu tahung gas LPS 3 KG untuk dua hari,” jelasnya.
(Sumber : http://beritaanda.net)
CNN2

Palembang ibu kota provinsi Sumatera Selatan adalah kota tertua di Indonesia yang merupakan pusat kerajaan bahari Sriwijaya, berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang 17 Juni 688 Masehi. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East (“Venesia dari Timur”).

Membelah kota Palembang, ilir dan ulu, sungai Musi yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera (750km) juga merupakan bukti sejarah corak bahari masyarakat Palembang. Disamping menggunakan transportasi darat, transportasi sungai menjadi pilihan masyarakat kota Palembang, tepat di bawah jembatan ampera ada terminal bus air.
Selasa lalu (16/10), 90 nelayan kecil dari Kertapati dan Kalidoni menerima paket konverter kit. Acara pembagian dan sosialisasi penggunaan konverter kit sendiri dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Nazaruddin Kiemas, Kepala Dinas Perikanan Kota Palembang Aprizal, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Heru Riyanto, dan Region Manager Domestic Gas II Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel, Teddy Bariadi.
Setiap nelayan menerima alat konverter berSNI merk ABG (Amin Ben Gas UMKM Binaan BSN), mesin penggerak, as panjang, baling-baling, dua buah tabung LPG 3 Kg, dan aksesoris pendukung lainnya. Pembagian paket ini merupakan impelentasi dari program konversi energi untuk nelayan kecil (Perpres 126/2015) untuk membantu ekonomi nelayan kecil dan menekan biaya operasional melaut.
Alat konverter ABG ini pernah dikenalkan oleh Haryanto, personel KLT BSN Palembang ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan pada Maret 2018. KLT BSN Palembang sendiri menggunakan alat konverter ini untuk menghidupkan genset berdaya 2500 Watt saat mati listrik. (Sumber : BSN)

Proses instalasi konverter KIT ABG pada mesin perahu nelayan yang dikerjakan para tenaga ahli dari Kabupaten Kubu Raya.

Proses instalasi konverter KIT ABG pada mesin perahu nelayan yang dikerjakan para tenaga ahli dari Kabupaten Kubu Raya.

Pontianak (Antaranews Kalbar) – Sebanyak 68 nelayan asal Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat menjadi tenaga ahli untuk instalasi Konverter Kit Amin Bengas yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.
“Para nelayan ini merupakan mereka yang sudah terlibat sejak awal proses penciptaan Konverter Kit ABG. Jadi mereka adalah nelayan yang sudah kita latih dan disiapkan sebagai tenaga ahli pemasangan konverter kit buatan saya,” kata penemu Konverter Kit ABG, Amin di Pontianak, Kamis.
Amin menjelaskan, sebagian besar nelayan tersebut berasal dari Kabupaten Kubu Raya yang sudah terlibat dan menggunakan langsung konverter kit ABG pada perahu mereka sejak tahun 2010.
Dia menjelaskan, sejak tahun 2012 mereka mulai ditugaskan untuk melakukan proses instalasi Konverter Kit tersebut di sejumlah daerah di Indonesia. Sampai tahun 2018 ini, 68 nelayan tersebut sudah menginstalasi Konverter Kit ABG di 56 kabupaten/kota se-Indonesia.
“Khusus tahun ini mereka melakukan pemasangan di 28 kabupaten/kota se-Indonesia. Dengan jam terbang yang tinggi, tentu para nelayan kita sudah sangat berpengalaman dan tidak diragukan lagi kemampuannya,” tuturnya.
Amin menjelaskan, selain menjadi tenaga ahli pemasangan konverter kit ABG di setiap daerah, mereka juga mentransfer pengetahuan instalasi konverter kit ABG tersebut kepada nelayan setempat. Hal ini dilakukan agar ketika ada masalah pada konverter kit tersebut, para nelayan yang ada di daerah bisa memperbaikinya sendiri.
“Secara otomatis, ini memberikan peluang kerja baru bagi nelayan, untuk proses instalasi dan perbaikan mesin sampan yang mereka gunakan. Ini menjadi tujuan saya sejak awal saat menciptakan konverter kit ABG ini, agar bisa memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya para nelayan,” kata Amin yang juga seorang nelayan.
ABG Konverter Kit adalah alat untuk mengubah sistem bahan bakar mesin yang sebelumnya hanya menggunakan bensin sehingga bisa dikonversikan menjadi bisa berbahan bakar LPG. ABG Konverter Kit yang sudah diatur agar mampu menyuplai mesin menggunakan bahan bakar LPG dengan kinerja yang sama seperti mesin berbahan bakar minyak.
Maksud dari konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Gas adalah untuk merespon dan memberikan kontribusi atas program pemerintah untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Gas. Selain itu juga, turut membangun ekonomi kerakyatan dengan teknologi yang ramah lingkungan berbasis dari kearifan lokal.
“Konverter kit ABG ini merupakan produk yang diciptakan oleh saya bersama para nelayan, dan alat ini saya ciptakan untuk membantu masyarakat nelayan dalam mengurangi beban dari BBM, sehingga sangat sesuai dengan tagline kita bahwa konverter kit ABG ini dari nelayan, oleh nelayan, untuk nelayan,” kata Amin.

(Sumber : antarakalbar.news.com)

Sosialisasi_06
TAKALAR (SULSEL), MEDIARESTORASI.COM – Pemberian paket konversi BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil oleh Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Ignasios Jonan berlangsung di Gedung Islamic Centre, Jl. Jend. Sudirman, Kecamatan Pattalassang, Jumat (21/9/2018).
Pemberian paket disaksikan oleh Wakil ketua komisi VI DPR RI Tamsil Linrung, bersama Anggota Komisi VI DPR RI Andi Yullanis Paris, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Korservasi Energi Rida Mulyana, Bupati Takalar Bapak Syamsari Kitta, Direktur Pembinaan Program Migas Bapak Mustafid Gunawan dan Penjabat GM. Mor VII PT. Pertamina (Persero) Iwan Yudha serta Direktur PT Pratiwi Putri Sulung selaku penyedia paket perdana konverter Kit.
Paket konversi BBM ke LPG ini diberikan secara simbolis kepada nelayan kecil dipesisir Takalar bekerjasama dengan PT Pertamina selaku penyedia bahan bakar Migas satu-satunya di Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Takalar Syamsari berterima kasih kepada Menteri ESDM dan juga kepada wakil ketua komisi VI DPR RI Tamsil Linrung dengan dikucurkannya berbagai bantuan diantaranya bantuan penerangan jalan raya, dan juga termasuk bantuan paket konverter BBM ke LPG sebanyak 953 paket yang merupakan salah satu jumlah bantuan terbanyak di Indonesia.
“Hari ini kita mendapatkan 953 paket konverter dari minyak ke gas. Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Takalar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan kementrian dan juga anggota DPR RI,” Tandas Syamsari.
Sementara itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan berharap dengan diberikannya bantuan ini kesejahteraan masyarakat nelayan lebih meningkat dan berpesan agar masyarakat memanfaatkan dengan baik bantuan yang diberikan pemerintah.
“Kalau menggunakan bahan bakar gas itu bisa menghemat separuh dari penggunaan bahan bakar bensin. Mudah-mudahan dengan konverter kit ini kesejahteraan bapak dan ibu lebih baik, karena bisa menghemat separuh dari pengeluaran dibandingkan dengan menggunakan BBM. Kami mohon konverter ini bisa digunakan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan tidak sulit mendapatkan LPG ini, karena ada dari Pertamina selaku distributor pertama di Indoensia,” Jelasnya.
Bantuan paket konverter ini disambut baik masyarakat nelayan Takalar, salah satu warga penerima Daeng Nai mengungkapkan perbedaan yang Ia rasakan menggunakan mesin konverter yang cenderung lebih hemat dan mampu menekan biaya operasional ketika melaut.
“Alhamdulillah, selama menggunakan gas LPG lebih hemat dibandingkan dengan bensin, mesin juga tidak tersendat-sendat,” Ujarnya.
(Sumber : www.mediarestorasi.com)