Author Archives: admin

Kunjungan Mr.Shimamura dari pabrikan HONDA bagian Reset dan developmen, bersama tim ABG di Bone, SulSel (22 Juli 2019) dalam kegiatan service campaign alat konverter kit ABG pembagian tahun lalu(th 2018) masih bagus sekali di buktikan dg dijalankan perahunya oleh nelayan setempat penerimah bantuan bernama .Musa dan.Bahar. Terbukti, performanya langsung diukur oleh tenaga ahli jepang dg alat ukur yg mereka bawa.
Uji outboat/speed boat Honda 20 PK/HP dg mengunakan Konkit ABG berbahan bakar gas lpg 3 kg dan 5 kg di Sungai Kapuas

Uji outboat/speed boat Honda 20 PK/HP dg mengunakan Konkit ABG berbahan bakar gas lpg 3 kg dan 5 kg di Sungai Kapuas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Penemu Konverter Kit Amin BenGas (ABG) Amin menyatakan tak akan berhenti untuk terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan terhadap ABG.
Setelah tuntas mengembahkan ABG generasi ke delapan, saat ini dirinya tengah melakukan uji coba Konverter ABG generasi ke 9 yang dipasangkan pada mesin speedboat tempel 20 PK dan 6,5 PK.
Bersama dengan timnya, Amin begitu cekatan melakukan pemeriksaan terhadap setiap detail mesin speedboat, konverter, tabung gas Elpiji 3kg dan 5,5 Kg serta perahu. Proses uji coba tersebut dilakukan di sepanjang Sungai Kapuas, Sabtu (15/12/2018).
Amin memaparkan selama empat jam menjajal mesin speedboat honda 20 PK dengan menggunakan bahan bakar tabung Gas Elpiji tidak ada kendala apapun.
Mesin tetap stabil, tekananan mesin juga stabil bahkan suara mesin terdengar lebih halus dibandingkan dengan menggunakan bensin.
“Kita juga mencoba menggunakan tabung gas non subsidi yang 5,5 Kg. Kita ingin melihat sejauhmana titik bekunya atau kondensasinya pada tabung gas,” ujarnya.
Ia menjelaskan selama proses uji coba yang dilakukan selama 4 jam dengan menyusuri sungai kapuas menggunakan mesin speedboat dengan bahan bakar tabung gas tidak ada masalah dan kendala.
(Sumber : tibunepontianak.co.id)

Cilacap_05
PADANG PARIAMAN – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memberikan 314 paket konverter kit (konkit) Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada nelayan kecil di Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (30/11).
Ini merupakan kali kedua dilakukan pembagian konkit di wilayah Sumatera Barat. Sebelumnya, telah dibagikan juga sebanyak 585 unit untuk nelayan kecil di kabupaten Pesisir Selatan. Sementara, pada tahun 2017, Pemerintah telah merealisasikan pembagian 1.505 paket konkit di wilayah Sumatera Barat, dengan rincian Kabupaten Pasaman Barat sebanyak 898 unit, Kota Padang 525 unit, Kabupaten Agam 82 unit.
Arcandra mengungkapkan, pembagian konverter kit untuk nelayan kecil merupakan salah satu program kementerian ESDM yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat disamping program lainnya, seperti program BBM satu Harga, Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), Sumur Bor Air Tanah, dan sebagainya. “Sekitar 4 sampai 5 tahun yang lalu anggaran Kementerian ESDM mencapai Rp18 Triliun dan tahun depan dipangkas menjadi Rp4,9 triliun, dimana 50 persennya dipergunakan untuk belanja fisik program-program seperti ini,” ungkap Arcandra.
Program ini adalah hak-hak masyarakat dimana pemerintah hanya mengelola dana pembangunan untuk masyarakat. Nelayan yang mendapat bantuan program ini merupakan nelayan kecil yang memang sangat membutuhkan bantuan, yakni nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar, memiliki daya mesin dibawah 13 Horse Power (HP), menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan serta memiliki kartu nelayan.
Arcandra menambahkan pembagian konverter kit merupakan program pemerintah sebagai kepedulian terhadap masyarakat. “Pembangunan tidak hanya dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di perkotaan, tetapi masyarakat yang tinggal di pedesaan juga dapat menikmati,” tegas Arcandra. Nelayan kecil yang melaut seharian dapat menghemat 30 ribu sampai 35 ribu rupiah dibandingkan dengan membeli BBM.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyatakan kepada para nelayan yang menerima bantuan untuk bersyukur kepada Allah SWT karena mendapatkan bantuan.
Dengan adanya bantuan dari pemerintah ini, Nasrul mengajak para nelayan untuk terus berusaha dan berdoa agar dapat meningkatkan kesejahteraannya.
“Untuk itu kerja tetap rajin, jangan lupakan sholat, pendapatan meningkat, insyaAllah kesejahteraan pun meningkat,” ujar Nasrul.
Sementara Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menyampaikan bahwa pemberian dari Pemerintah ini sangat membantu nelayan. Di Kabupaten Padang Pariaman ada enam kecamatan yang berada di pesisir pantai dan kebanyakan masyarakatnya merupakan nelayan.
Dengan adanya pembagian BBM ke LPG, masyarakat dapat menghemat pengeluaran bahan bakar.
“Setelah dihitung, itu bisa menguntungkan 30 persen bagi nelayan kita jika menggunakan konverter kit,” ujar Suhatri.
Bantuan paket konverter kit BBM ke LPG ini terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, 2 buah tabung elpiji 3 kg, as panjang dan baling-baling, serta aksesoris pendukung lainnya.
Konversi BBM ke LPG untuk kapal nelayan bertujuan antara lain untuk memberikan akses energi kepada masyarakat serta sebagai solusi penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan. Selain itu, program ini juga membantu ekonomi masyarakat nelayan menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan.
Tahun 2018 ini, Kementerian ESDM akan membagikan paket perdana konkit sebanyak 25 ribu unit di 55 Kabupaten/Kota.
(Sumber: Kementerian ESDM)
Cilacap_13

Jakarta – Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memberikan bantuan konverter kit (konkit) bagi nelayan Cirebon. Setelah tahun lalu mendapatkan bantuan paket perdana konverter kit (konkit) BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil sebanyak 229 konkit, tahun ini Kementerian ESDM kembali mengalokasikan tambahan untuk nelayan Cirebon sebanyak 100 konkit.
Penyerahan bantuan dilakukan di tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ambulu, Kabupaten Cirebon oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM yang juga Plt Direktur Jenderal Minyak Dan Gas Bumi, Ego Syahrial kepada dua nelayan Cirebon, Senin (11/12).
Hadir dalam acara, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Komunikasi Publik Hadi Mustofa, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, serta Project Coordinator Kerosene to LPG Conversion PT Pertamina, Zulfikar.
Ego Syahrial mengatakan, pembagian mesin gas pengganti dari mesin minyak bagi nelayan kecil ini bertujuan untuk memberikan bahan bakar murah bagi nelayan sehingga nelayan dapat lebih sejahtera.
“Rata-rata nelayan itu membutuhkan bensin 7 liter per hari, harga 1 liter bensin itu Rp 6.450 per liter dengan menggunakan gas LPG 3 kg yang harganya paling mahal Rp 18.000 per tabung maka para nelayan dapat berhemat hingga 50%. 1 tabung LPG 3 kg setara dengan 7 liter bensin yang harganya jika disetarakan dengan harga bensin mencapai Rp 45.150,” ujar Ego dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (11/12/2017).
Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron menyatakan, bantuan konkit bagi nelayan patut kita syukuri, program ini adalah program yang sangat bermanfaat bagi rakyat sehingga dalam pembahasannya di DPR tidak perlu diperpanjang.
“Pemberian konkit ini juga merupakan bagian dari hak rakyat yang harus diberikan sesuai denga pasal 33 undang-undang 1945. Pemerintah mengelola hajat hidup rakyat banyak dan memberikannya manfaat sebanyak-banyak untuk rakyat,” ujar Herman.
“Tidak ada satupun pemerintahan yang menginginkan rakyatnya sengsara, pasti program-programnya menginginkan rakyatnya sejahtera, Kementerian ESDM yang saat ini dipimpin oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan juga demikian program-programnya ingin mensejahterakan nelayan,” tambah Herman.
Pembagian paket perdana konkit merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2015 terkait Penyediaan, Pendistribusian & Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil.
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi telah melaksanakan kegiatan pembagian konkit BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil sejak tahun 2016 sebanyak 5.473 unit di 10 kabupaten/kota. Pada tahun 2017, dilaksanakan pembagian sebanyak 17.081 unit di 28 kabupaten/kota dengan dana Rp 120,92 miliar.
Paket perdana yang dibagikan terdiri dari mesin penggerak berbahan bakar bensin, tabung LPG 3 kg sebanyak 2 unit beserta isinya, konkit berikut aksesorisnya (reducer, regulator, mixer, dll) serta as panjang dan baling-baling.
(Sumber : detikfinace.com)

Padang_07

BATAM-Sebanyak 429 nelayan kecil yang ada di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mendapatkan paket konverter kit yang didistribusikan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I, Selasa (23/10/2018).
Unit Manager Communication dan CSR PT Pertamina (Persero) MOR I Rudi Ariffianto mengatakan, distribusi paket perdana LPG 3 kilogram di Batam merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Pertamina untuk melaksanakan konversi BBM ke bahan bakar gas bagi nelayan.
“Sesuai instruksi pemerintah, Pertamina telah melaksanakan pembagian paket konverter kit kepada para nelayan secara bertahap sejak bulan Oktober tahun 2017,” kata Rudi.
Rudi juga menjelaskan, kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar, dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).
“Paket yang diperuntukkan bagi nelayan kecil di Batam terdiri dari regulator untuk tekanan tinggi pada tabung LPG, regulator untuk tekanan rendah untuk tabung LPG, selang karet untuk mesin, tabung LPG 3 KG, serta konverter kit BBM ke BBG dan mesin kapal,” jelasnya.
Untuk di Batam, nelayan yang mendapatkan konverter kit ini diantaranya nelayan yang ada di pelabuhan rakyat Tanjung Riau, Pandan Bahari, Tanjung Piayu, dan pelabuhan rakyat Tanjung Gundap. Tidak hanya di Batam, konverter kit ini juga diberikan bagi nelayan kecil yang ada di Sumatera Utara (Sumut) yang mencapai 1.042 paket.
“Untuk alokasi konverter kit bagi nelayan di Sumut yang tersebar di Kabupaten Labuhan Batu sebanyak 197 paket,” ungkapnya.
Kemudian, Kabupaten Tapanuli Tengah 420 paket, Kabupaten Labuhan Batu Utara 59 paket, Kabupaten Mandailing Natal 315 paket, dan Kabupaten Samosir 51 paket.
“Jadi total keseluruhan paket konverter kit yang disalurkan PT Pertamina (Persero) MOR I berjumlah 1.471 paket, dangan jumlah terbesar di Sumut mencapai 1.042 paket,” pungkas Rudi.
(Sumber : kompas.com)

WhatsApp Image 2018-11-08 at 14.38

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan bantuan konverter kit BBM ke LPG.
Sejak 2016 Kementerian ESDM melaksanakan Program Pendistribusian Paket Perdana Konverter Kit BBM ke LPG untuk Nelayan Kecil. Program pemberian konverter kit secara gratis ini dimaksudkan untuk membantu ekonomi masyarakat nelayan kecil.
Selain itu juga upaya diversifikasi penggunaan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas guna mendukung ketahanan energi.
Konverter kit diberikan kepada nelayan untuk memanfaatkan gas dari tabung LPG sebagai bahan bakar penggerak motor. Paket konverter kit LPG untuk nelayan meliputi pipa penyalur (selang), pengatur (regulator), pencampur (mixer/injector) dan alat pendukungnya, tabung LPG, serta baling-baling beserta alat kelengkapannya.
LPG dipilih sebagai energi alternatif yang dapat digunakan oleh nelayan karena sudah familiar di masyarakat serta kinerja mesin penggerak yang menggunakan LPG relatif sama dengan motor berdaya rendah.
Pada 2016 realisasi pembagian konverter kit mencapai 5.473 unit untuk 10 kabupaten/kota di 5 provinsi. Kemudian pada 2017 sudah mencapai 17.081 unit untuk 28 kabupaten/kota di 11 provinsi. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018, hingga akhir 2018, akan dibagikan sejumlah 25 ribu unit konverter kit untuk 55 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Tercatat realisasi pembagian konverter kit sampai dengan Q3 2018 sebesar 6.075 unit di 16 kab/kota.
Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.126 Tahun 2015.
Perpres ini merupakan landasan hukum tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil. Antara lain disebutkan syarat yang berhak menerima bantuan adalah nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).
Dengan menggunakan konverter kit berbahan bakar LPG, penggunaan bahan bakar kapal akan menjadi lebih hemat, sehingga diharapkan memberikan nilai manfaat ekonomi yang signifikan bagi nelayan kecil.
Pembagian konverter kit untuk nelayan bertujuan sebagai solusi penyediaan energi alternatif ramah lingkungan, mengurangi emisi gas karbon monoksida/gas buang, mengurangi kerusakan terumbu karang dan membantu mengelola ekonomi masyarakat nelayan menjadi lebih sejahtera. Konverter kit BBM ke LPG untuk nelayan kecil mengurangi biaya operasional hingga Rp 50 ribu per hari. (*)
(Sumber : tempo.co)

WhatsApp Image 2018-11-20 at 09.25.29
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar kembali membagikan paket perdana konverter kit BBM ke elpiji kepada nelayan. Kali ini, ia menyalurkan 880 unit konkit di Tarakan sekaligus meninjau proyek pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 4.695 sambungan rumah (SR) di sana.
Kedua program ini didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 yang diamanatkan kepada Kementerian ESDM.
“Bapak-bapak nelayan tidak usah takut karena LPG habis, rebutan elpiji di rumah dengan ibu-ibu, karena ibu-ibu sudah memakai jargas. Bapak-bapak (melaut) pakai elpiji 3 kilogram, Ibu-ibu pakai jargasnya,” ujar Arcandra dalam keterangan tertulis, Rabu (15/11/2018).
Pembagian 880 unit konverter kit BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil merupakan salah satu upaya Pemerintah melakukan diversifikasi energi yaitu menyediakan alternatif energi yang dapat digunakan.
Dengan konverter kit berbahan bakar elpiji, nelayan bisa menghemat biaya operasional penggunaan elpiji hingga 30 persen dengan asumsi tanpa ada subsidi. Jika dengan subsidi yang berlaku sekarang, baik untuk bensin maupun elpiji, maka penghematan yang diperoleh bisa mencapai sekitar 50 persen.
“Manfaat konkit untuk nelayan melaut 8-10 jam, bisa hemat Rp 30.000-50.000 sehari,” kata Arcandra.
Selain itu, konkit ini juga ramah lingkungan karena minim emisi. “Jadi ada dua manfaat konkit yang pertama manfaat ekonomi dan yang kedua ramah lingkungan,” lanjut dia.
Pembagian paket perdana konverter kit BBM ke elpiji terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, dua buah tabung elpiji 3 kg, serta aksesoris pendukung lainnya berupa reducer, regulator, mixer, dan sebagainya.
Pertamina dipastikan siap mendukung kelancaran program ini dengan menyiapkan kebutuhan refill elpiji tabung 3 kilogram. Dengan demikian, para Nelayan dapat merasakan manfaat dari program konversi ini dan berkembang pemakaian elpiji untuk mesin perahu nelayan ke depannya.
Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres Nomor 126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP). Pada 2016 dan 2017, Kementerian ESDM melalui penugasan kepada Pertamina telah membagikan 5.473 unit di 10 kabupaten/kota dan 17.081 unit paket konverter kit di 28 kabupaten/kota.
Sementara pada 2018 ini ditargetkan pembagian sekitar 25.000 unit di 58 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
(Sumber : kompas.com)
WhatsApp Image 2018-10-10 at 11.09.04

BONEPOS.COM, BONE, —Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan dan Pertamina Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memberikan bantuan kepada 947 nelayan kecil berupa mesin dan konverter KIT BBM ke BBG.

Proses penyaluran bantuan berlangsung di PPI Lonrae, Desa Lamuru dan desa Usto Mare sekaligus disertai dengan sosialisasi dan pengenalan modifikasi mesin kapal dengan menggunakan bahan bakar gas dimulai tanggal 28 Oktober 2018 sampai 16 November 2018.
A.Sukiman, S.St, M.Si menuturkan Program Paket Konversi BBM ke BBG untuk kapal perikanan tersebut untuk membantu masyarakat nelayan kecil.
“Adapun paket konversi yang diserahkan berupa mesin kapal, converter kit, tabung LPG, As Panjang, dan baling-baling,”ujarnya
Dia juga berharap agar bantuan yang diterima oleh sejumlah nelayan tersebut dapat dijaga serta dirawat sebagaimana mestinya dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Saya berharap semoga apa yang diberikan ini dapat dirawat serta dijaga sebaik mungkin agar dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama atau bahkan hingga bertahun-tahun,”harap A.Sukiman
Sementara itu Alfianto, S.H sebagai pengawas mengatakan bahwa sebelum penyaluran bantuan tersebut, pihak terlebih dahulu melakukan verifikasi persyaratan penerima bantuan yang betul-betul berprofesi sebagai nelayan.
“Sebelum bantuan tersalurkan, kami telah melakukan verifikasi persyaratan penerima bantuan yang berprofesi sebagai nelayan, yang memiliki kartu Nelayan, mesin dan perahu dengan kapasitas dibawah 5 GT sesuai dengan ketentuan dari kementerian ESDM,”tuturnya kepada bonepos.com.
(Sumber : bonepos.com)

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan

Kubu Raya – Bupati Kubu Raya terpilih, Muda Mahendrawan mengajak seluruh masyarakat Kubu Raya mendukung pemerintahan Provinsi Kalbar dibawah kepemimpinan Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Hal itu disampaikan Muda saat memberikan sambutannya pada pembukaan Festival Robo-robo di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Kakap, Kubu Raya, Rabu (7/11/2018).
“Kami bangga bapak bisa hadir, walaupun ini agenda pertama di Punggur Kecil ini tapi Alhamdulillah ada optimisme yang besar bagi masyarakat Kubu Raya dengan kehadiran Bapak Gubernur disini. Bapak Kapolda juga demikian dan Alhamdulillah Pilkada di Kalbar berjalan dengan aman dan sukses,” ujarnya.
Muda juga mengatakan masih banyak pekerjaan rumah Kubu Raya yang harus segera dilakukan percepatan-percepatan, sehingga kata dia, perlu ada sinergitas yang kuat antara Pemerintah Kubu Raya dengan Gubernur termasuk TNI-Polri.
Bupati Kubu Raya pertama ini juga menegaskan bahwa dirinya tak lagi meragukan kualitas seorang Sutarmidji. Sebab ia menilai, mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu sudah sangat berhasil selama memimpin Pontianak.
“Kalau soal pembangunan saya sudah tak ragu dengan Pak Sutarmidji, Pontianak sudah selesai dibangunnya. Dari dulu saya bilang, saya yakin Kubu Raya ini, karena konektivitasnya langsung, saya yakin beliau sudah paham betul bagaimana untuk memperlancar dan mempercepat pembangunan di Kalbar khususnya Kubu Raya yang berbatasan langsung dengan beberapa Kabupaten dan Kota, untuk itu wajib kita kawal-kawal bersama-sama,” tukasnya.
Dirinya juga meyakini dengan sinergi yang kuat antar Pemerintah daerah tingkat II dan Pemerintah Provinsi, maka percepatan-percepatan pembangunan akan terwujud.
“Saya yakin kalau kita sama-sama, kita samakan visi, agar semua percepatan terutama di pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dapat terlaksana,” tukasnya lagi.
Bangga Konventer Kit Ciptaan Putra Kubu Raya Digunakan se-Indonesia
Muda juga menceritakan bahwa alat konventer kit bensin dan gas yang pertama kali digagas di Kubu Raya pada tahun 2010, saat ini sudah digunakan secara nasional.
“Lebih dari 60 kabupaten se-Indonesia menggunakan alat yang dibuat oleh putra daerah Kubu Raya dan alatnya sudah hampir 60 ribu lebih didistribusikan oleh Kementerian ESDM dan Kementerian Kemaritiman. Ini tentu membanggakan untuk kita, karena ini diciptakan oleh putra Kubu Raya,” tuturnya.
“Ini prestasi, artinya anak-anak Kubu Raya mampu berbuat sesuatu untuk Kalbar bahkan bagi Indonesia karena sudah diakui. Bahkan melalui alat ini keluar Perpres yang mengesahkan penggunaan LPG itu untuk alat sampan motor nelayan, mudah-mudahan ini menjadi salah satu yang terprogram dalam pemerintahan sekarang,” sambungnya.
“Saya yakin Pak Gubernur juga akan mendukung karena daerah di Kalbar sebagian besar daerah perairan tentu ini akan sangat dibutuhkan untuk diberdayakan,” tandasnya.
(Sumber : KalbarOnline)