Monthly Archives: November 2018

Cilacap_13

Jakarta – Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memberikan bantuan konverter kit (konkit) bagi nelayan Cirebon. Setelah tahun lalu mendapatkan bantuan paket perdana konverter kit (konkit) BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil sebanyak 229 konkit, tahun ini Kementerian ESDM kembali mengalokasikan tambahan untuk nelayan Cirebon sebanyak 100 konkit.
Penyerahan bantuan dilakukan di tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ambulu, Kabupaten Cirebon oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM yang juga Plt Direktur Jenderal Minyak Dan Gas Bumi, Ego Syahrial kepada dua nelayan Cirebon, Senin (11/12).
Hadir dalam acara, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Komunikasi Publik Hadi Mustofa, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, serta Project Coordinator Kerosene to LPG Conversion PT Pertamina, Zulfikar.
Ego Syahrial mengatakan, pembagian mesin gas pengganti dari mesin minyak bagi nelayan kecil ini bertujuan untuk memberikan bahan bakar murah bagi nelayan sehingga nelayan dapat lebih sejahtera.
“Rata-rata nelayan itu membutuhkan bensin 7 liter per hari, harga 1 liter bensin itu Rp 6.450 per liter dengan menggunakan gas LPG 3 kg yang harganya paling mahal Rp 18.000 per tabung maka para nelayan dapat berhemat hingga 50%. 1 tabung LPG 3 kg setara dengan 7 liter bensin yang harganya jika disetarakan dengan harga bensin mencapai Rp 45.150,” ujar Ego dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (11/12/2017).
Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron menyatakan, bantuan konkit bagi nelayan patut kita syukuri, program ini adalah program yang sangat bermanfaat bagi rakyat sehingga dalam pembahasannya di DPR tidak perlu diperpanjang.
“Pemberian konkit ini juga merupakan bagian dari hak rakyat yang harus diberikan sesuai denga pasal 33 undang-undang 1945. Pemerintah mengelola hajat hidup rakyat banyak dan memberikannya manfaat sebanyak-banyak untuk rakyat,” ujar Herman.
“Tidak ada satupun pemerintahan yang menginginkan rakyatnya sengsara, pasti program-programnya menginginkan rakyatnya sejahtera, Kementerian ESDM yang saat ini dipimpin oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan juga demikian program-programnya ingin mensejahterakan nelayan,” tambah Herman.
Pembagian paket perdana konkit merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2015 terkait Penyediaan, Pendistribusian & Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil.
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi telah melaksanakan kegiatan pembagian konkit BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil sejak tahun 2016 sebanyak 5.473 unit di 10 kabupaten/kota. Pada tahun 2017, dilaksanakan pembagian sebanyak 17.081 unit di 28 kabupaten/kota dengan dana Rp 120,92 miliar.
Paket perdana yang dibagikan terdiri dari mesin penggerak berbahan bakar bensin, tabung LPG 3 kg sebanyak 2 unit beserta isinya, konkit berikut aksesorisnya (reducer, regulator, mixer, dll) serta as panjang dan baling-baling.
(Sumber : detikfinace.com)

Padang_07

BATAM-Sebanyak 429 nelayan kecil yang ada di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mendapatkan paket konverter kit yang didistribusikan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I, Selasa (23/10/2018).
Unit Manager Communication dan CSR PT Pertamina (Persero) MOR I Rudi Ariffianto mengatakan, distribusi paket perdana LPG 3 kilogram di Batam merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Pertamina untuk melaksanakan konversi BBM ke bahan bakar gas bagi nelayan.
“Sesuai instruksi pemerintah, Pertamina telah melaksanakan pembagian paket konverter kit kepada para nelayan secara bertahap sejak bulan Oktober tahun 2017,” kata Rudi.
Rudi juga menjelaskan, kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar, dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).
“Paket yang diperuntukkan bagi nelayan kecil di Batam terdiri dari regulator untuk tekanan tinggi pada tabung LPG, regulator untuk tekanan rendah untuk tabung LPG, selang karet untuk mesin, tabung LPG 3 KG, serta konverter kit BBM ke BBG dan mesin kapal,” jelasnya.
Untuk di Batam, nelayan yang mendapatkan konverter kit ini diantaranya nelayan yang ada di pelabuhan rakyat Tanjung Riau, Pandan Bahari, Tanjung Piayu, dan pelabuhan rakyat Tanjung Gundap. Tidak hanya di Batam, konverter kit ini juga diberikan bagi nelayan kecil yang ada di Sumatera Utara (Sumut) yang mencapai 1.042 paket.
“Untuk alokasi konverter kit bagi nelayan di Sumut yang tersebar di Kabupaten Labuhan Batu sebanyak 197 paket,” ungkapnya.
Kemudian, Kabupaten Tapanuli Tengah 420 paket, Kabupaten Labuhan Batu Utara 59 paket, Kabupaten Mandailing Natal 315 paket, dan Kabupaten Samosir 51 paket.
“Jadi total keseluruhan paket konverter kit yang disalurkan PT Pertamina (Persero) MOR I berjumlah 1.471 paket, dangan jumlah terbesar di Sumut mencapai 1.042 paket,” pungkas Rudi.
(Sumber : kompas.com)

WhatsApp Image 2018-11-08 at 14.38

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan bantuan konverter kit BBM ke LPG.
Sejak 2016 Kementerian ESDM melaksanakan Program Pendistribusian Paket Perdana Konverter Kit BBM ke LPG untuk Nelayan Kecil. Program pemberian konverter kit secara gratis ini dimaksudkan untuk membantu ekonomi masyarakat nelayan kecil.
Selain itu juga upaya diversifikasi penggunaan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas guna mendukung ketahanan energi.
Konverter kit diberikan kepada nelayan untuk memanfaatkan gas dari tabung LPG sebagai bahan bakar penggerak motor. Paket konverter kit LPG untuk nelayan meliputi pipa penyalur (selang), pengatur (regulator), pencampur (mixer/injector) dan alat pendukungnya, tabung LPG, serta baling-baling beserta alat kelengkapannya.
LPG dipilih sebagai energi alternatif yang dapat digunakan oleh nelayan karena sudah familiar di masyarakat serta kinerja mesin penggerak yang menggunakan LPG relatif sama dengan motor berdaya rendah.
Pada 2016 realisasi pembagian konverter kit mencapai 5.473 unit untuk 10 kabupaten/kota di 5 provinsi. Kemudian pada 2017 sudah mencapai 17.081 unit untuk 28 kabupaten/kota di 11 provinsi. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018, hingga akhir 2018, akan dibagikan sejumlah 25 ribu unit konverter kit untuk 55 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Tercatat realisasi pembagian konverter kit sampai dengan Q3 2018 sebesar 6.075 unit di 16 kab/kota.
Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.126 Tahun 2015.
Perpres ini merupakan landasan hukum tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil. Antara lain disebutkan syarat yang berhak menerima bantuan adalah nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).
Dengan menggunakan konverter kit berbahan bakar LPG, penggunaan bahan bakar kapal akan menjadi lebih hemat, sehingga diharapkan memberikan nilai manfaat ekonomi yang signifikan bagi nelayan kecil.
Pembagian konverter kit untuk nelayan bertujuan sebagai solusi penyediaan energi alternatif ramah lingkungan, mengurangi emisi gas karbon monoksida/gas buang, mengurangi kerusakan terumbu karang dan membantu mengelola ekonomi masyarakat nelayan menjadi lebih sejahtera. Konverter kit BBM ke LPG untuk nelayan kecil mengurangi biaya operasional hingga Rp 50 ribu per hari. (*)
(Sumber : tempo.co)

WhatsApp Image 2018-11-20 at 09.25.29
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar kembali membagikan paket perdana konverter kit BBM ke elpiji kepada nelayan. Kali ini, ia menyalurkan 880 unit konkit di Tarakan sekaligus meninjau proyek pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 4.695 sambungan rumah (SR) di sana.
Kedua program ini didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 yang diamanatkan kepada Kementerian ESDM.
“Bapak-bapak nelayan tidak usah takut karena LPG habis, rebutan elpiji di rumah dengan ibu-ibu, karena ibu-ibu sudah memakai jargas. Bapak-bapak (melaut) pakai elpiji 3 kilogram, Ibu-ibu pakai jargasnya,” ujar Arcandra dalam keterangan tertulis, Rabu (15/11/2018).
Pembagian 880 unit konverter kit BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil merupakan salah satu upaya Pemerintah melakukan diversifikasi energi yaitu menyediakan alternatif energi yang dapat digunakan.
Dengan konverter kit berbahan bakar elpiji, nelayan bisa menghemat biaya operasional penggunaan elpiji hingga 30 persen dengan asumsi tanpa ada subsidi. Jika dengan subsidi yang berlaku sekarang, baik untuk bensin maupun elpiji, maka penghematan yang diperoleh bisa mencapai sekitar 50 persen.
“Manfaat konkit untuk nelayan melaut 8-10 jam, bisa hemat Rp 30.000-50.000 sehari,” kata Arcandra.
Selain itu, konkit ini juga ramah lingkungan karena minim emisi. “Jadi ada dua manfaat konkit yang pertama manfaat ekonomi dan yang kedua ramah lingkungan,” lanjut dia.
Pembagian paket perdana konverter kit BBM ke elpiji terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, dua buah tabung elpiji 3 kg, serta aksesoris pendukung lainnya berupa reducer, regulator, mixer, dan sebagainya.
Pertamina dipastikan siap mendukung kelancaran program ini dengan menyiapkan kebutuhan refill elpiji tabung 3 kilogram. Dengan demikian, para Nelayan dapat merasakan manfaat dari program konversi ini dan berkembang pemakaian elpiji untuk mesin perahu nelayan ke depannya.
Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres Nomor 126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP). Pada 2016 dan 2017, Kementerian ESDM melalui penugasan kepada Pertamina telah membagikan 5.473 unit di 10 kabupaten/kota dan 17.081 unit paket konverter kit di 28 kabupaten/kota.
Sementara pada 2018 ini ditargetkan pembagian sekitar 25.000 unit di 58 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
(Sumber : kompas.com)
WhatsApp Image 2018-10-10 at 11.09.04

BONEPOS.COM, BONE, —Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan dan Pertamina Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memberikan bantuan kepada 947 nelayan kecil berupa mesin dan konverter KIT BBM ke BBG.

Proses penyaluran bantuan berlangsung di PPI Lonrae, Desa Lamuru dan desa Usto Mare sekaligus disertai dengan sosialisasi dan pengenalan modifikasi mesin kapal dengan menggunakan bahan bakar gas dimulai tanggal 28 Oktober 2018 sampai 16 November 2018.
A.Sukiman, S.St, M.Si menuturkan Program Paket Konversi BBM ke BBG untuk kapal perikanan tersebut untuk membantu masyarakat nelayan kecil.
“Adapun paket konversi yang diserahkan berupa mesin kapal, converter kit, tabung LPG, As Panjang, dan baling-baling,”ujarnya
Dia juga berharap agar bantuan yang diterima oleh sejumlah nelayan tersebut dapat dijaga serta dirawat sebagaimana mestinya dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Saya berharap semoga apa yang diberikan ini dapat dirawat serta dijaga sebaik mungkin agar dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama atau bahkan hingga bertahun-tahun,”harap A.Sukiman
Sementara itu Alfianto, S.H sebagai pengawas mengatakan bahwa sebelum penyaluran bantuan tersebut, pihak terlebih dahulu melakukan verifikasi persyaratan penerima bantuan yang betul-betul berprofesi sebagai nelayan.
“Sebelum bantuan tersalurkan, kami telah melakukan verifikasi persyaratan penerima bantuan yang berprofesi sebagai nelayan, yang memiliki kartu Nelayan, mesin dan perahu dengan kapasitas dibawah 5 GT sesuai dengan ketentuan dari kementerian ESDM,”tuturnya kepada bonepos.com.
(Sumber : bonepos.com)

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan

Kubu Raya – Bupati Kubu Raya terpilih, Muda Mahendrawan mengajak seluruh masyarakat Kubu Raya mendukung pemerintahan Provinsi Kalbar dibawah kepemimpinan Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Hal itu disampaikan Muda saat memberikan sambutannya pada pembukaan Festival Robo-robo di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Kakap, Kubu Raya, Rabu (7/11/2018).
“Kami bangga bapak bisa hadir, walaupun ini agenda pertama di Punggur Kecil ini tapi Alhamdulillah ada optimisme yang besar bagi masyarakat Kubu Raya dengan kehadiran Bapak Gubernur disini. Bapak Kapolda juga demikian dan Alhamdulillah Pilkada di Kalbar berjalan dengan aman dan sukses,” ujarnya.
Muda juga mengatakan masih banyak pekerjaan rumah Kubu Raya yang harus segera dilakukan percepatan-percepatan, sehingga kata dia, perlu ada sinergitas yang kuat antara Pemerintah Kubu Raya dengan Gubernur termasuk TNI-Polri.
Bupati Kubu Raya pertama ini juga menegaskan bahwa dirinya tak lagi meragukan kualitas seorang Sutarmidji. Sebab ia menilai, mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu sudah sangat berhasil selama memimpin Pontianak.
“Kalau soal pembangunan saya sudah tak ragu dengan Pak Sutarmidji, Pontianak sudah selesai dibangunnya. Dari dulu saya bilang, saya yakin Kubu Raya ini, karena konektivitasnya langsung, saya yakin beliau sudah paham betul bagaimana untuk memperlancar dan mempercepat pembangunan di Kalbar khususnya Kubu Raya yang berbatasan langsung dengan beberapa Kabupaten dan Kota, untuk itu wajib kita kawal-kawal bersama-sama,” tukasnya.
Dirinya juga meyakini dengan sinergi yang kuat antar Pemerintah daerah tingkat II dan Pemerintah Provinsi, maka percepatan-percepatan pembangunan akan terwujud.
“Saya yakin kalau kita sama-sama, kita samakan visi, agar semua percepatan terutama di pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dapat terlaksana,” tukasnya lagi.
Bangga Konventer Kit Ciptaan Putra Kubu Raya Digunakan se-Indonesia
Muda juga menceritakan bahwa alat konventer kit bensin dan gas yang pertama kali digagas di Kubu Raya pada tahun 2010, saat ini sudah digunakan secara nasional.
“Lebih dari 60 kabupaten se-Indonesia menggunakan alat yang dibuat oleh putra daerah Kubu Raya dan alatnya sudah hampir 60 ribu lebih didistribusikan oleh Kementerian ESDM dan Kementerian Kemaritiman. Ini tentu membanggakan untuk kita, karena ini diciptakan oleh putra Kubu Raya,” tuturnya.
“Ini prestasi, artinya anak-anak Kubu Raya mampu berbuat sesuatu untuk Kalbar bahkan bagi Indonesia karena sudah diakui. Bahkan melalui alat ini keluar Perpres yang mengesahkan penggunaan LPG itu untuk alat sampan motor nelayan, mudah-mudahan ini menjadi salah satu yang terprogram dalam pemerintahan sekarang,” sambungnya.
“Saya yakin Pak Gubernur juga akan mendukung karena daerah di Kalbar sebagian besar daerah perairan tentu ini akan sangat dibutuhkan untuk diberdayakan,” tandasnya.
(Sumber : KalbarOnline)

45643843_2235720446706585_705370630870007808_n

KalbarOnline, Kubu Raya – Bupati Kubu Raya terpilih, Muda Mahendrawan mengatakan bahwa alat konventer kit bensin dan gas yang pertama kali digagas di Kubu Raya pada tahun 2010, saat ini sudah digunakan secara nasional.
Hal itu diungkapkan Muda saat menghadiri pembukaan Festival Robo-robo di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, Rabu (7/11/2018).
“Lebih dari 60 kabupaten se-Indonesia menggunakan alat yang dibuat oleh putra daerah Kubu Raya dan alatnya sudah hampir 60 ribu lebih didistribusikan oleh Kementerian ESDM dan Kementerian Kemaritiman. Ini tentu membanggakan untuk kita, karena ini diciptakan oleh putra Kubu Raya,” tuturnya.
“Ini prestasi, artinya anak-anak Kubu Raya mampu berbuat sesuatu untuk Kalbar bahkan bagi Indonesia karena sudah diakui. Bahkan melalui alat ini keluar Perpres yang mengesahkan penggunaan LPG itu untuk alat sampan motor nelayan, mudah-mudahan ini menjadi salah satu yang terprogram dalam pemerintahan sekarang,” sambungnya.
“Saya yakin Pak Gubernur juga akan mendukung karena daerah di Kalbar sebagian besar daerah perairan tentu ini akan sangat dibutuhkan untuk diberdayakan,” tandasnya.
(Sumber : Kalbar Online)

WhatsApp Image 2018-11-07 at 17.33.45

Kubu Raya, SP – Dalam kesempatan bertemu warga Punggur Kecil, Rabu (7/11), Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menegaskan bahwa mulai tahun ajaran baru tahun 2019, Pemerintah Provinsi akan memberikan biaya pendidikan gratis untuk siswa SMA dan SMK negeri di Kalbar.

“Mulai bulan Juli tahun depan itu sudah tidak perlu bayar lagi karena kita sudah bebaskan. Kemudian ada beasiswa untuk 10 ribu sampai 12 ribu anak dari keluarga yang tidak mampu. Ini akan terus kita tingkatkan jumlahnya,” kata Sutarmidji.
Gubernur mengatakan, Desa Punggur Kecil maupun Punggur Besar seharusnya saat ini dapat menjadi desa mandiri. Pemerintah Provinsi akan memperjuangkan program prioritas 20 persen APBD untuk belanja langsung pembangunan desa di Kalbar.
“Saya, Pak Pangdam dan Pak Kapolda akan berupaya untuk secepatnya membangun dari desa mandiri. Nanti kita akan atur yang mana dari 68 variabel desa mandiri itu yang dibiayai dari alokasi dana desa, diurus kabupaten, dan provinsi,” tuturnya.
Gubernur menegaskan, jalan menuju Desa Punggur Kecil akan dibagun lebih lebar lagi. Bila memungkinkan jalan tersebut akan dibagun selebar 12 meter untuk memudahkan akses masyarakat.
“Jalan Kakap itu akan dilebarkan, kalau bisa 12 meter karena sempit sekali. Apalagi pengguna jalannya saya lihat suka-suka dia saja, sambil ngobrol bertiga di jalan naik motor. Ada juga yang sambil teleponan,” katanya.
Sutramidji juga berpesan kepada masyarakat khusunya keluarga tidak mampu agar mengurus Jamkesmas untuk memudahkan mereka dalam berobat jika sakit. “Jangan waktu sakit baru mengurus Jamkesmas, kalau memang tidak mampu dari awal diurus BPJS-nya. Saya juga minta agar tidak ada lagi yang putus sekolah. Kepala desa, camat, bupati ayo berangkulan agar jangan ada lagi yang putus sekolah,” katanya.
Bupati terpilih Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengajak masyarakat Kubu Raya mengawal kebijakan Gubernur. “Visi kita samakan supaya ada percepatan di bidang pendidikan utamanya, dan kesehatan. Besasiswa, kebijakan Pak Gubernur tentu menjadi angin segar untuk kita semua,” katanya.
Bupati menilai pemuda Kubu Raya juga tidak kalah bersaing dengan pemuda daerah lainnya. Prestasi pemuda Kubu Raya antara lain, tahun 2010 pemuda asal Kubu Raya berhasil membuat alat komverter gas untuk kapal motor yang kemudian dipakai oleh lebih dari 60 kabupaten/kota di Indonesia dibawah naungan kementrian ESDM.
“Kita buktikan anak-anak Kubu Raya bisa berbuat untuk Kubu Raya dan Indonesia. Alat komverter itu diakui dengan keluarnya peraturan Presiden yang mengesahkan penggunaan LPG untuk motor sampan nelayan. Sekarang menjadi salah satu program pemerintahan,” kata Muda Mahendrawan.
(Sumber : Suara Pemred)


WhatsApp Image 2018-10-10 at 13.08.15
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sesuai Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2015 menyelenggarakan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pengendalian urusan Kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang kemaritiman.

Adapun 4 kementerian dalam koordinasi dengan Kemenko Kemaritiman adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan (KemenHub) dan Kementerian Pariwisata (KemenPar). Kementerian ESDM bersama Kemenko Kemaritiman bekerja sama dalam mendorong program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk nelayan kecil.
Nelayan Karangasem, Bali tidak luput dari program pemerintah ini. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman Agung Kuswandono Bersama jajarannya, di sela kegiatan Our Ocean Conference 2018, menyempatkan untuk melakukan kunjungan lapangan meninjau pembagian 1.081 unit paket perdana program konversi BBM ke LPG 3 Kg untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di Kabupaten Karangasem (30 Oktober 2018).
Pantai Bias Putih Desa Adat Bugbug Karangasem menjadi lokasi penyerahan paket perdana tersebut termasuk konverter kit di dalamnya. Pantai dengan kawasan perbukitan ini merupakan wilayah antara dua desa yaitu Desa Perasi Kecamatan Karangasem, yang merupakan pangkalan jukung-jukung (perahu tradisional nelayan setempat).
Penyerahan 1.081paket perdana yang terdiri dari mesin motor tempel, long tail dan 2 tabung LPG 3 Kg dan konverter kit tersebut ditargetkan selesai secara keseluruhan dalam tiga hari kedepan. Program konversi BBM ke BBG, membuat nelayan lebih produktif karena LPG jauh lebih mudah dan murah daripada benain atau solar. Biaya operasional untuk perahu motor yang menggunakan gas, menjadi lebih murah. Konverter Kit ini mengkonversikan 1 tabung LPG 3 yang setara dengan 10-15 liter BBM. Hingga dapat membantu nelayan berhemat biaya operasional melaut.
Diketahui 70% biaya operasional nelayan adalah untuk bahan bakar. Program konversi BBM ke BBG menjadi prioritas untuk masyarakat miskin dan pra miskin. Bagi nelayan pemberian konverter kit ini hanya untuk kapal perikanan kecil yang kurang dari 5 GT.
Kemenko Kemaritiman akan mendorong percepatan pelaksanaan program konversi BBM ke BBG ini di daerah-daerah lain yang belum terjangkau. Tujuan program ini adalah demi mewujudkan efisiensi anggaran negara dan nelayan, serta tentunya lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan BBM.
Kemenko Kemaritiman juga akan mendorong pemerintah daerah agar program konversi BBM ke BBG bagi kapal perikanan nelayan kecil lebih cepat terealisasi bagi seluruh nelayan kecil di Indonesia. Sebesar 70% atau sekitar 20 juta orang nelayan dan masyarakat pesisir masih terjebak dalam kemiskinan. Padahal dengan potensi penghematan dengan konverter kit diharapkan kesejahteraan nelayan dapat meningkat.
Deputi Agung mengatakan, melalui program konversi BBM ke BBG dengan konverter kit ini diharapkan nelayan-nelayan kecil dapat hidup lebih sejahtera, “Pembagian 1.081 unit konverter kit di Kabupaten Karangasem ini sudah berlangsung dalam beberapa bulan ini dan diharapkan dalam tiga hari kedepan akan selesai. Semoga dengan program ini nelayan dapat lebih sejahtera, dapat menangkap ikan dengan nyaman agar kehidupan mereka semakin baik.” Pungkas Deputi Agung.
(Sumber : opsi.id)

Pasaman_12

Karangasem, balipuspanews.com – Deputi bidang sumber daya alam dan jasa Kemenko Kemaritiman Ir Agung, Kuswandono, menyerahkan 1.081 unit paket mesin perahu yang terdiri dari converter kit, mesin long tail dan 2 buah tabung LPJ kepada para Nelayan yang ada di Kabupaten Karangasem, Selasa (30/10/2018).

Penyerahan mesin dengan bahan bakar gas LPJ ini dilakukan di Pantai Bias Putih, Desa Bugbug, Karangasem. Didampingi oleh Asisten Amalyos, para Nelayan langsung melakukan uji coba dengan memasang mesin bertenaga 6,5 PK tersebut diperahu milik salah satu nelayan.
Menurut Amin Ben Gas penemu mesin berbahan bakar gas LPJ yang juga sebagai seorang nelayan ini mengatakan, untuk pemakaian gas sebagai alternatif bahan bakar awalnya didasari oleh kondisi ditempat tinggalnya yang sulit mendapatkan bahan bakar.
Dari sanalah muncul ide untuk mengubah bahan bakar dari BBM ke gas LPJ. Setelah berjalan rupanya penemuannya itu sukses dan terbukti jauh lebih efisiensi dalam penggunaan bahan bakar.
“Untuk 1 buah tabung LPJ, setara dengan penggunaan BBM 15 liter,” ujarnya.
Selain irit, penggunaan gas sebagai bahan bakar dari segi keamanan dipandang lebih baik ketimbang menggunakan minyak. Tenaga yang dihasilkanpun tak kalah dengan BBM, bahkan ketika menghidupkan mesin juga jadi lebih enteng tidak perlu susah payah.
Sementara itu, Deputi bidang sumber daya alam dan jasa, Kemenko Kemaritiman, Kuswandono mengatakan dengan pembagian motor tempel dan tabung gas ini biaya oprasional para nelayan bisa ditekan sehingga bisa tetap melaut dengan sedikit biaya.
Menurut salah satu nelayan penerima bantuan asal Desa Seraya, Komang Dana, untuk kebutuhan sekali melaut dirinya perlu biaya 40 ribu atau 4 liter bensin. Dengan biaya sebesar itu tentu untuk menutupi biaya oprasional cukup sulit, bahkan terkadang tidak ada hasil sama sekali.
Nah jika diakumulasikan sesuai dengan perhitungan 1 tabung gas setara dengan 15 liter BBM, maka hitungannya 1 tabung bisa untuk 3 kali melaut itupun masih tersisa.
(Sumber : balipuspanews.com)