Monthly Archives: October 2018

09
PALEMBANG, BERITAANDA – Konverter kit mesin getek menggunakan gas LPG ini ditemukan oleh Amin, anak seorang nelayan yang tinggal di Desa Kubu Raya Kalimantan Barat yang sudah mendapatkan label SNI. Mesin ini dibuat memang untuk para nelayan kecil.
Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Kota Palembang Haryanto menjelaskan, konverter kit mesin getek yang menggunakan gas LPG 3 Kg ini mendapatkan SNI dengan nomor seri : SNI EN 12806:2015.
“Mesin ini lebih unggul dari pada mesin keteg yang menggunakan BBM. Sebab, satu tabung itu sama dengan 15 liter BBM,” ujarnya, Jumat (26/10/2016).
Dilanjutkan Hary, keunggulan kecepatan mesin ini di atas mesin getek biasa di bawah mesin untuk speadbood.
“Artinya misal kalau menggunakan mesin getek yang menggunakan BBM itu kecepatannya 40 KM/Kh, namun mesin getek yang menggunakan LPG ini memiliki kecepatan 60-70 KM/Kh,” ungkapnya.
Disinggung nelayan di Kota Palembang, Hary mengatakan, untuk Kota Palembang sendiri itu hanya 90 unit yang mendapatkan mesin getek LPG ini.
Hary juga mengatakan, konverter kit ini memang dibuat untuk para nelayan kecil dan untuk meningkatkan perekonomian para nelayan.
“Kalau dilihat dari bahan bakar. Misal nelayan menghabiskan 15 liter bensin dalam satu hari untuk nelayan, maka kalau dengan konverter kit itu hanya satu tahung gas LPS 3 KG untuk dua hari,” jelasnya.
(Sumber : http://beritaanda.net)
CNN2

Palembang ibu kota provinsi Sumatera Selatan adalah kota tertua di Indonesia yang merupakan pusat kerajaan bahari Sriwijaya, berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang 17 Juni 688 Masehi. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East (“Venesia dari Timur”).

Membelah kota Palembang, ilir dan ulu, sungai Musi yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera (750km) juga merupakan bukti sejarah corak bahari masyarakat Palembang. Disamping menggunakan transportasi darat, transportasi sungai menjadi pilihan masyarakat kota Palembang, tepat di bawah jembatan ampera ada terminal bus air.
Selasa lalu (16/10), 90 nelayan kecil dari Kertapati dan Kalidoni menerima paket konverter kit. Acara pembagian dan sosialisasi penggunaan konverter kit sendiri dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Nazaruddin Kiemas, Kepala Dinas Perikanan Kota Palembang Aprizal, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Heru Riyanto, dan Region Manager Domestic Gas II Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel, Teddy Bariadi.
Setiap nelayan menerima alat konverter berSNI merk ABG (Amin Ben Gas UMKM Binaan BSN), mesin penggerak, as panjang, baling-baling, dua buah tabung LPG 3 Kg, dan aksesoris pendukung lainnya. Pembagian paket ini merupakan impelentasi dari program konversi energi untuk nelayan kecil (Perpres 126/2015) untuk membantu ekonomi nelayan kecil dan menekan biaya operasional melaut.
Alat konverter ABG ini pernah dikenalkan oleh Haryanto, personel KLT BSN Palembang ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan pada Maret 2018. KLT BSN Palembang sendiri menggunakan alat konverter ini untuk menghidupkan genset berdaya 2500 Watt saat mati listrik. (Sumber : BSN)

Proses instalasi konverter KIT ABG pada mesin perahu nelayan yang dikerjakan para tenaga ahli dari Kabupaten Kubu Raya.

Proses instalasi konverter KIT ABG pada mesin perahu nelayan yang dikerjakan para tenaga ahli dari Kabupaten Kubu Raya.

Pontianak (Antaranews Kalbar) – Sebanyak 68 nelayan asal Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat menjadi tenaga ahli untuk instalasi Konverter Kit Amin Bengas yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.
“Para nelayan ini merupakan mereka yang sudah terlibat sejak awal proses penciptaan Konverter Kit ABG. Jadi mereka adalah nelayan yang sudah kita latih dan disiapkan sebagai tenaga ahli pemasangan konverter kit buatan saya,” kata penemu Konverter Kit ABG, Amin di Pontianak, Kamis.
Amin menjelaskan, sebagian besar nelayan tersebut berasal dari Kabupaten Kubu Raya yang sudah terlibat dan menggunakan langsung konverter kit ABG pada perahu mereka sejak tahun 2010.
Dia menjelaskan, sejak tahun 2012 mereka mulai ditugaskan untuk melakukan proses instalasi Konverter Kit tersebut di sejumlah daerah di Indonesia. Sampai tahun 2018 ini, 68 nelayan tersebut sudah menginstalasi Konverter Kit ABG di 56 kabupaten/kota se-Indonesia.
“Khusus tahun ini mereka melakukan pemasangan di 28 kabupaten/kota se-Indonesia. Dengan jam terbang yang tinggi, tentu para nelayan kita sudah sangat berpengalaman dan tidak diragukan lagi kemampuannya,” tuturnya.
Amin menjelaskan, selain menjadi tenaga ahli pemasangan konverter kit ABG di setiap daerah, mereka juga mentransfer pengetahuan instalasi konverter kit ABG tersebut kepada nelayan setempat. Hal ini dilakukan agar ketika ada masalah pada konverter kit tersebut, para nelayan yang ada di daerah bisa memperbaikinya sendiri.
“Secara otomatis, ini memberikan peluang kerja baru bagi nelayan, untuk proses instalasi dan perbaikan mesin sampan yang mereka gunakan. Ini menjadi tujuan saya sejak awal saat menciptakan konverter kit ABG ini, agar bisa memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya para nelayan,” kata Amin yang juga seorang nelayan.
ABG Konverter Kit adalah alat untuk mengubah sistem bahan bakar mesin yang sebelumnya hanya menggunakan bensin sehingga bisa dikonversikan menjadi bisa berbahan bakar LPG. ABG Konverter Kit yang sudah diatur agar mampu menyuplai mesin menggunakan bahan bakar LPG dengan kinerja yang sama seperti mesin berbahan bakar minyak.
Maksud dari konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Gas adalah untuk merespon dan memberikan kontribusi atas program pemerintah untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Gas. Selain itu juga, turut membangun ekonomi kerakyatan dengan teknologi yang ramah lingkungan berbasis dari kearifan lokal.
“Konverter kit ABG ini merupakan produk yang diciptakan oleh saya bersama para nelayan, dan alat ini saya ciptakan untuk membantu masyarakat nelayan dalam mengurangi beban dari BBM, sehingga sangat sesuai dengan tagline kita bahwa konverter kit ABG ini dari nelayan, oleh nelayan, untuk nelayan,” kata Amin.

(Sumber : antarakalbar.news.com)

Sosialisasi_06
TAKALAR (SULSEL), MEDIARESTORASI.COM – Pemberian paket konversi BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil oleh Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Ignasios Jonan berlangsung di Gedung Islamic Centre, Jl. Jend. Sudirman, Kecamatan Pattalassang, Jumat (21/9/2018).
Pemberian paket disaksikan oleh Wakil ketua komisi VI DPR RI Tamsil Linrung, bersama Anggota Komisi VI DPR RI Andi Yullanis Paris, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Korservasi Energi Rida Mulyana, Bupati Takalar Bapak Syamsari Kitta, Direktur Pembinaan Program Migas Bapak Mustafid Gunawan dan Penjabat GM. Mor VII PT. Pertamina (Persero) Iwan Yudha serta Direktur PT Pratiwi Putri Sulung selaku penyedia paket perdana konverter Kit.
Paket konversi BBM ke LPG ini diberikan secara simbolis kepada nelayan kecil dipesisir Takalar bekerjasama dengan PT Pertamina selaku penyedia bahan bakar Migas satu-satunya di Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Takalar Syamsari berterima kasih kepada Menteri ESDM dan juga kepada wakil ketua komisi VI DPR RI Tamsil Linrung dengan dikucurkannya berbagai bantuan diantaranya bantuan penerangan jalan raya, dan juga termasuk bantuan paket konverter BBM ke LPG sebanyak 953 paket yang merupakan salah satu jumlah bantuan terbanyak di Indonesia.
“Hari ini kita mendapatkan 953 paket konverter dari minyak ke gas. Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Takalar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan kementrian dan juga anggota DPR RI,” Tandas Syamsari.
Sementara itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan berharap dengan diberikannya bantuan ini kesejahteraan masyarakat nelayan lebih meningkat dan berpesan agar masyarakat memanfaatkan dengan baik bantuan yang diberikan pemerintah.
“Kalau menggunakan bahan bakar gas itu bisa menghemat separuh dari penggunaan bahan bakar bensin. Mudah-mudahan dengan konverter kit ini kesejahteraan bapak dan ibu lebih baik, karena bisa menghemat separuh dari pengeluaran dibandingkan dengan menggunakan BBM. Kami mohon konverter ini bisa digunakan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan tidak sulit mendapatkan LPG ini, karena ada dari Pertamina selaku distributor pertama di Indoensia,” Jelasnya.
Bantuan paket konverter ini disambut baik masyarakat nelayan Takalar, salah satu warga penerima Daeng Nai mengungkapkan perbedaan yang Ia rasakan menggunakan mesin konverter yang cenderung lebih hemat dan mampu menekan biaya operasional ketika melaut.
“Alhamdulillah, selama menggunakan gas LPG lebih hemat dibandingkan dengan bensin, mesin juga tidak tersendat-sendat,” Ujarnya.
(Sumber : www.mediarestorasi.com)
WhatsApp Image 2018-10-08 at 15.25.29
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — PT Pertamina (Persero) yang mendapat penugasan dari Kementerian ESDM untuk melakukan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada nelayan kecil, secara konsisten merealisasikan konversi tersebut di berbagai sentra nelayan di berbagai daerah.
Di Makassar diserahkan 1.375 konverter kit kepada nelayan kecil dalam rangka mengkonversi BBM ke BBG pada kapal-kapal yang digunakan untuk melaut.
Secara simbolik penyerahan Konverter Kit dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral kepada perwakilan nelayan kecil yang menggunakan Kapal 5 GT Jumat (29/9/2017).
Ikut mendampingi penyerahan Konverter Kit Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar dan Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina, Basuki Trikora Putra.
Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan, pemberian paket perdana pada nelayan kecil ini terdiri dari mesin kapal, konverter kit serta pemasangan dan tabung khusus LPG beserta isinya.
“Kriteria penerima adalah nelayan pemilik kapal kurang lebih 5 GT. Penerima paket adalah nelayan yang memiliki kapal berbahan bakar bensin dan berdaya mesin kurang dari 13 HP, serta belum pernah menerima bantuan sejenis,” kata Johan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan (kiri), Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kedua kanan) melambaikan tangan di atas perahu sat mencoba penggunaan paket perdana konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) di Anjungan Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/9). Sebanyak 1.375 paket bantuan terdiri dari konverter kit, mesin kapal, dan tabung gas di serahkan kepada nelayan kecil secara gratis oleh Kementerian ESDM melalui PT Pertamina (persero) yang mampu menghemat biaya bahan bakar untuk melaut sebesar 50 persen.
Penyerahan Konverter kit kepada nelayan kecil akan berlangsung sampai dengan November 2017. Program Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Kecil Tahun 2017, telah merealisasikan pemberian 2.165 Konverter Kit dari rencana 16.656 paket.
Alokasi anggaran Program Konversi BBM ke BBG kepada Nelayan Kecil Tahun 2017 senilai Rp 120,96 miliar, untuk 16 kabupaten yang terbagi dalam empat zona.
Nelayan kecil yang sudah menerima Konverter kit selain Makassar, juga Pasaman Barat, Padang, Banyuwangi, Demak, Tuban dan Lombok Barat.
(Sumber : tribunenews.com)
WhatsApp Image 2018-10-16 at 13.00.35
Jakarta – Nelayan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan menjadi penerima konverter kit pertama di wilayah Sulawesi. Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, pembagian paket konverter kit bagi nelayan kecil ini bertujuan memberikan kemudahan akses energi kepada masyarakat, memberikan dampak positif kepada nelayan melalui penghematan pengeluaran biaya bahan bakar, membantu ekonomi masyarakat nelayan menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan, serta mengurangi konsumsi BBM bersubsidi.
“Dengan konverter kit berbahan bakar elpiji, nelayan bisa menghemat biaya operasional melaut Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per harinya. Dengan LPG juga memberikan energi bersih, mengurangi konsumsi BBM,” kata Jonan dalam keterangan tertulis, Jumat (21/9/2018).
Jonan memberikan sebanyak 953 paket perdana konverter kit kepada nelayan Takalar, disaksikan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Tamsil Linrung, anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana, Bupati Takalar Syamsari Kitta, Direktur Pembinaan Program Migas Mustafid Gunawan, dan Pjs. General Manager Pertamina MOR VII Iwan Yudha.
Pembagian paket perdana konverter kit BBM ke elpiji terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, dua buah tabung Elpiji 3 kg, dan aksesori pendukung lainnya.
Iwan mengatakan untuk suplai Elpiji 3 kg kepada nelayan Takalar saat ini dilayani oleh satu agen dan dua pangkalan.
“Penambahan satu agen dan enam pangkalan elpiji yang baru, saat ini sedang dalam proses. Dengan lokasi-lokasi sesuai rekomendasi Dinas Perikanan Takalar,” ujar Iwan.
Jumlah kebutuhan Elpiji 3 kg untuk nelayan Takalar diestimasi sebesar 7.633 tabung per bulan. Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar, dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).
Sementara itu diketahui pada 2016 dan 2017 telah dibagikan sejumlah 5.473 dan 17.081 unit paket konverter kit. Hingga Desember tahun ini, sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018 akan dibagikan sejumlah 25 ribu unit konverter kit untuk 55 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Alokasi konverter kit untuk nelayan di Sulawesi Selatan (Bone, Bulukumba, Jeneponto, Selayar, Sinjai, Takalar, dan Wajo) sebanyak 5.314 unit. Provinsi Gorontalo (Boalemo, Bone Bolango, Gorontalo Utara dan Pohuwatu) mendapat 2.798 unit.
Selanjutnya Sulawesi Tengah (Banggai dan Palu) menerima 1.379 unit paket konverter kit, dan Sulawesi Utara (Manado dan Minahasa) 1.144 unit. Sedangkan kebutuhan elpiji bagi nelayan di Sulawesi hingga Desember 2018 diperkirakan mencapai 358.800 tabung.
(Sumber : finance.detik.com)
Amin Ben Gas di Mempawah Mangrove Park_03

RAKYATKU.COM, TAKALAR – Kabupaten mendapat sebanyak 953 paket konversi BBM ke LPG bagi kapal perikanan, khususnya nelayan kecil.
Paket ini diserahkan secara simbolis oleh Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Ignasios Jonan kepada nelayan kecil di pesisir Takalar bekerjasama di Gedung Islamic Centre, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Pattalassang, Jumat (21/9/2018).
Penyerahan disaksikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Tamsil Linrung, Anggota Komisi VI DPR RI Andi Yullanis Paris, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Korservasi Energi Rida Mulyana dan Bupati Takalar Syamsari Kitta.
Turut hadir Direktur Pembinaan Program Migas Mustafid Gunawan dan Penjabat GM MOR VII PT Pertamina (Persero) Iwan Yudha serta Direktur PT Pratiwi Putri Sulung selaku penyedia paket perdana konverter Kit.
“Hari ini kita mendapatkan 953 paket konverter dari minyak ke gas. Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Takalar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan kementrian dan juga anggota DPR RI,” ungkap Bupati Takalar, Syamsari Kitta.
Menteri ESDM, Ignasius Jonan berharap dengan diberikannya bantuan ini kesejahteraan masyarakat nelayan lebih meningkat. Ia pun berpesan agar masyarakat memanfaatkan dengan baik bantuan yang diberikan pemerintah.
“Kalau menggunakan bahan bakar gas itu bisa menghemat separuh dari penggunaan bahan bakar bensin,” ujarnya.
“Mudah-mudahan dengan konverter kit ini, kesejahteraan bapak dan ibu lebih baik, karena bisa menghemat separuh dari pengeluaran dibandingkan dengan menggunakan BBM. Kami mohon konverter ini bisa digunakan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan tidak sulit mendapatkan LPG ini, karena ada dari Pertamnina selaku distributor pertama di Indoensia,” jelasnya.
(Sumber : rakyatku.com)

Cilacap_02

Makassar (Antaranews Sulsel) – PT Pertamina Marketing Operasional Regional (MOR) VII mengalokasikan total 10.635 paket konverter kit untuk mengkonversi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke LPG bagi nelayan kecil pada tahun 2018 ini.
“Alokasi terbesar adalah di Sulawesi Selatan sebanyak 5.314 unit,” kata Penjabat Sementara (Pjs) General Manager Pertamina MOR VII Iwan Yudha yang ditemui usai penyerahan konverter kit tersebut di Kabupaten Takalar, Sulsel, Jumat.
Di Sulsel, kata dia, paket bantuan tersebut akan diberikan di Kabupaten Bone, Bulukumba, Jeneponto, Selayar, Sinjai, Takalar dan Wajo.
“Nelayan di Kabupaten Takalar menjadi penerima konverter kit pertama di wilayah Sulawesi pada tahun ini,” kata dia.
Selain Sulsel, paket yang sama akan diserahkan ke Provinsi Gorontalo sebanyak 2.798 unit, Sulawesi Tengah 1.379 unit, dan Sulawesi Utara 1.144 unit.
“Kebutuhan elpiji bagi nelayan di Sulawesi hingga Desember 2018 diperkirakan mencapai 358.800 tabung,” tambahnya.
Pembagian paket perdana konverter kit BBM ke LPG ini terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang baling-baling, 2 buah tabung elpiji 3 kg, dan aksesoris pendukung lainnya.
Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).
Penyerahan paket perdana konverter kit ini kepada nelayan Takalar dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, disaksikan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Tamsil Linrung, anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana, Bupati Takalar Syamsari Kitta, dan Direktur Pembinaan Program Migas Mustafid Gunawan.
(Sumber : antaranews.com)

Cilacap_01
Saudagarnews.id, Makassar – Nelayan di Kabupaten Takalar menjadi penerima konverter kit pertama di wilayah Sulawesi pada tahun ini.
953 paket perdana konverter kit diserahkan kepada nelayan Takalar oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan disaksikan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Tamsil Linrung, anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana, Bupati Takalar Syamsari Kitta, Direktur Pembinaan Program Migas Mustafid Gunawan dan Pjs. General Manager Pertamina MOR VII Iwan Yudha.
Jonan menjelaskan, pembagian paket konverter kit bagi nelayan kecil bertujuan memberikan kemudahan akses energi kepada masyarakat, memberikan dampak positif kepada nelayan melalui penghematan pengeluaran biaya bahan bakar, membantu ekonomi masyarakat nelayan menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan serta mengurangi konsumsi BBM bersubsidi.
“Dengan konverter kit berbahan bakar elpiji, nelayan bisa menghemat biaya operasional melaut Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per harinya. Dengan LPG juga memberikan energi bersih, mengurangi konsumsi BBM,” kata Jonan.
Pembagian paket perdana konverter kit BBM ke elpiji terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, 2 buah tabung elpiji 3 kg, dan aksesoris pendukung lainnya.
Iwan mengatakan untuk suplai elpiji 3 kg kepada nelayan Takalar, saat ini dilayani oleh satu agen dan dua pangkalan. “Penambahan satu agen dan enam pangkalan elpiji yang baru, saat ini sedang dalam proses. Dengan lokasi-lokasi sesuai rekomendasi Dinas Perikanan Takalar,” ujar Iwan. Jumlah kebutuhan elpiji 3kg untuk nelayan Takalar diestimasi sebesar 7.633 tabung per bulan.
Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).
Pada tahun 2016 dan 2017 telah dibagikan sejumlah 5.473 dan 17.081 unit paket konverter kit. Sementara hingga Desember tahun ini, sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018 akan dibagikan sejumlah 25.000 unit konverter kit untuk 55 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Alokasi konverter kit untuk nelayan di Sulawesi Selatan (Bone, Bulukumba, Jeneponto, Selayar, Sinjai, Takalar dan Wajo) sebanyak 5.314 unit. Provinsi Gorontalo (Boalemo, Bone Bolango, Gorontalo Utara dan Pohuwatu) mendapat 2.798 unit. Sulawesi Tengah (Banggai dan Palu) menerima 1.379 unit dan Sulawesi Utara (Manado dan Minahasa) 1.144 unit. Sedangkan kebutuhan elpiji bagi nelayan di Sulawesi hingga Desember 2018 diperkirakan mencapai 358.800 tabung.
(Sumber : www.saudagarnews.id)
WhatsApp Image 2018-10-05 at 14.56.45

Bogor, 4/10  – Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Agung Kuswandono mengatakan, tahun ini, Kementerian ESDM akan membagikan 25.000 paket konverter kit untuk 55 wilayah kabupaten/kota se-Indonesia.

“Kami akan terus mendorong penggunan konverter kit karya anak bangsa dalam menyukseskan program konversi Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas. Tahun ini ada 25.000 paket konverter kita yang akan dibagikan untuk 55 wilayah se-Indonesia,” kata Agung di Bogor, Kamis.
Dia mengatakan, Kementerian ESDM akan terus memperluas upaya pemunculan Converter Kit (alat konversi bahan bakar minyak ke gas) bagi para nelayan di seluruh Indonesia.
Menurutnya upaya ini sangat baik, mengingat bahan bakar gas (BBG),terbukti lebih ramah lingkungan dan yang lebih murah dibanding penggunaan bahan bakar minyak (BBM), utamanya bagi para nelayan kecil karena bisa menghemat biaya operasional sampai dengan setengahnya.
“Misalnya dari biaya yang biasa dikeluarkan nelayan untuk sekali melaut sekitar Rp100 sampai 180 ribu, dapat ditekan hingga Rp50 sampai 80 ribu. Ini kalau kita kembangkan gaungnya akan besar sekali, apalagi bagi nelayan kecil yang gross ton 10 ke bawah, makanya kami dorong untuk kembangkan Converter Kit,” tuturnya.
Agung menjelaskan, Kemenko Maritim akan lebih mendorong Conventer Kit buatan anak bangsa, karena diketahui ternyata sudah ada yang mampu merancang dan membuat piranti pengkonversi bahan bakar itu dengan teknologi mumpuni dan teruji, tidak kalah berkualitas dibanding alat serupa buatan luar negeri.
Aplikasinya sederhana namun mudah, sudah mendapatkan paten dan juga telah bersertifikat SNI (Standar Nasinonal Indonesia).
“Pembuat alat tersebut adalah seorang nelayan asal Kalimantan Barat bernama Pak Amin, alatnya bernama Amin BenGas, sudah produksi dan terus ditingkatkan, para nelayan yang mencoba juga puas,” katanya.
Terkait hal itu, Kemnko Bidang Maritim, khususnya Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa akan terus mendorong supaya penggunaan konverter kit ini lebih berkembang.
Agung juga menghimbau kepada kementerian terkait yaitu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang juga diberikan wewenang menangani pengadaan Converter Kit untuk lebih memprioritaskan karya anak bangsa dibanding melakukan impor.
Karena menurut pandangannya Converter Kit yang dibuat Amin sudah memenuhi segala syarat dan aplikasinya juga terbukti mudah, sedangkan Converter Kit impor sering mendapatkan keluhan dari para nelayan yang menggunakan karena terkendala dengan manual mesin impor tersebut yang dinilai rumit.
Sebagai informasi, Kemenko Maritim sudah bergerak cepat meningkatkan pemunculan Converter Kit kepada nelayan Indonesia baik di Indonesia bagian Barat maupun Timur.
Kemenko Maritim selaku koordinator pun telah melakukan koordinasi lintas Kementerian (Kementerian Kelautan dan Perikanan dan ESDM), Pemerintah Daerah setempat dan Badan Usaha Milik Negara (PGN dan Pertamina) untuk merealisasikan target yang telah dicanangkan.
Daerah-daerah yang nelayannya sudah mendapatkan Converter Kit antara lain, Kalimantan Barat, Wakatobi( Maluku Utara), Makassar (Sulawesi Selatan), Palembang (Sumatera Selatan) dan Padang (Sumatera Barat), ke depan Kemenko Maritim akan lebih masif memperluas program konversi BBM ke BBG bagi para nelayan di daerah-daerah yang belum mendapatkan.

(Sumber : antarakalbar.com)