Monthly Archives: June 2015

Menteri Perindustrian, Saleh Husin menegaskan ada dua pilar penting yang mampu mendukung peningkatan daya saing ekonomi nasional, yaitu inovasi dan kesiapan teknologi. Tingkat inovasi Indonesia dipandang masih cukup baik karena posisi Indonesia menempati peringkat 31 dari 144 negara, sedangkan kesiapan teknologi Indonesia masih jauh yang saat ini berada di posisi 77.

Amin, memberikan penjelasan tentang Konverter Kit Amin Ben Gas kepada Menteri Perindustrian, Saleh Husin, SE, M.Si.

“Saya berharap teknologi yang dihasilkan bisa lebih banyak digunakan oleh pelaku industri. Fungsi riset perlu diarahkan untuk menyediakan solusi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh dunia industri karena dapat mempercepat alih teknologi dan kemandirian bangsa,” katanya dalam Forum Inovasi Teknologi dan Konferensi Nasional Inovasi Technopreneurship Tahun 2015, di Jakarta.

Menteri melihat wirausaha yang dikelola anak muda semakin mendorong industri kecil dan menengah Indonesia. Produk-produk yang dibuat hasil kreativitas, produk barang dan jasa yang dipadu dengan teknologi.

“Ini merupakan hasil positif bagi kemajuan industri Indonesia. Kami wajib mendorong IKM yang berbasis iptek di mana anak muda telah mampu mengembangkannya begitu pesat . Melalui pendidikan dan teknologi telekomunikasi berbasis internet, wirausaha muda tidak hanya terkonsentrasi di kota besar namun juga tersebar di berbagai daerah,” katanya.

Ia melanjutkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 telah dituangkan upaya untuk meningkatkan daya saing perekonomian berdasarkan keunggulan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang bekualitas serta kemampuan iptek yang terus meningkat.

Dikatakan, visi Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) adalah menjadi negara industri yang tangguh. Bercirikan struktur industri yang kuat, sehat, dan berkeadilan, industri yang berdaya saing tinggi di tingkat global dan industri yang berbasis inovasi dan teknologi.

“Pertumbuhan industri non-migas ditargetkan dapat mencapai 6.8% pada tahun 2015, meningkat menjadi 8.73 % pada tahun 2020, dan menjadi 9.53% pada tahun 2025,” papar Saleh Husin.

Dalam kesempatan itu, menteri juga berkesempatan meninjau pameran teknologi tepat guna antara lain mesin boiler untuk UKM, kompor Gastrik, mesin pelet ikan, alat pengolah minyak atsiri dengan proses bio technology, kompor listrik otomotis untuk membatik, Alat penghemat bbm, konverter kit, Alat Monitor Pencegah Kematian Ikan, dan lain-lain.

Menteri berharap adanya forum ini dapat lebih mendorong semangat para technopreneur Indonesia untuk terus berinovasi menciptakan produk-produk teknologi teknologi tepat guna yang bernilai komersial, ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Forum Inovasi Teknologi sendiri diselenggarakan oleh Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek) bekerjasama Kemristekdikti, Institut Pertanian Bogor dan Masyarakat Ilmuwan & Teknologi Indonesia (MITI) klaster Mahasiswa.

 

Sumber : Possore.com

Amin, memberikan penjelasan tentang Konverter Kit Amin Ben Gas kepada Menteri Perindustrian, Saleh Husin, SE, M.Si. dalam kegiatan Forum Inovasi Teknologi 2015 yang diselenggarakan oleh Yayasan Inotek, di Hotel Bidakara, Jakarta (3/6).

Menipisnya cadangan minyak bumi telah menyebabkan produksi minyak dan gas bumi Indonesia terus mengalami penurunan. Penurunan produksi tersebut telah menjadikan Indonesia net importir Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Amin, Inovator Konverter Kit Amin Ben Gas. ABG Konverter Kit adalah alat untuk mengubah sistem bahan bakar mesin yang sebelumnya hanya menggunakan bensin, sehingga bisa dikonversikan menjadi bahan bakar LPG.

“ABG sudah kita setting agar mesin dapat menggunakan bahan bakar LPG dengan kinerja yang sama seperti mesin berbahan bakar bensin,” ujar Amin, Kamis (4/6/15) saat ditemui di acara Inotek 2015, di Hotel Bidakara Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa alasan menggunakan bahan bakar gas sebagai pengganti bahan bakar minyak adalah karena gas bumi ketersediaannya masih berlimpah, dan walaupun tanpa disubsidi masih lebih murah daripada BBM.

“ABG Konverter Kit pun dari sisi perawatan masih lebih mudah dan awet, sehingga memberikan nilai tambah dibandingkan dengan BBM,” jelas Amin.

Ia berharap dengan adanya alat ini mampu memberikan kontribusi atas program pemerintah untuk menekan penggunaan bbm melalui konversi bahan bakar minyak ke gas. Selain itu juga mampu membangun ekonomi kerakyatan dengan teknologi yang ramah lingkungan.

 

Sumber : suaratambang.com